Obama, Nobel dan Indonesia

Foto: AFP
Bisakah Barack Obama meraih Nobel Perdamaian meskipun belum genap setahun memerintah di Gedung Putih? Yes, he can.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2009 akhir pekan lalu berkat jasanya memajukan diplomasi dan kerja sama internasional. Menurut Komisi Nobel, Obama berhasil menciptakan iklim baru dalam dunia politik internasional. Komisi juga memuji Obama berhasil mengukuhkan dialog dan negosiasi sebagai alat untuk menyelesaikan konflik internasional. Pandangannya atas dunia bebas nuklir juga mendorong negosiasi pelucutan dan pengontrolan senjata nuklir.
Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg mengatakan, Presiden Obama akan datang ke Oslo untuk menerima hadiah ini pada 10 Desember, hari ulang tahun meninggalnya pada 1896 pendiri penghargaan itu Alfred Nobel.
Namun berita Nobel Perdamaian buat Obama –hadiah ketiga yang diterima oleh Presiden AS yang sedang berkuasa– kontan mendulang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Sebagian kalangan yang mendukung mengatakan bahwa hadiah Nobel Perdamaian dapat diberikan untuk sebuah proses yang sedang berjalan; sementara yang kontra berpendapat hadiah ini terlalu dini buat Obama.
Silang-pendapat ini juga tercermin dari komunitas Yahoo! Answer Indonesia Berikut ini kami pilihkan beberapa pendapat mereka:
Pendapat yang pro:
“Asalkan memang nobel ini akan membawa dunia menjadi lebih baik, saya sangat setuju…” -Trafalgar Law
“Bagus karena tidak semua orang dapat nobel ini dan Selamat ya.” -Michael
“Bisa jadi karena dia benar-benar memperhatikan dunia luar yang oleh presiden sebelunya belum pernah seperti Obama…” -Q ! d @ L
Pendapat yang kontra:
“Jasanya belum terlihat jelas, kok tiba tiba dapat Nobel?” -AGaSa
“Saya pikir terlalu cepat panitia hadiah Nobel untuk menetapkan Presiden Barack Obama sebagai penerima hadiah itu. Biarkan waktu yang akan menentukan apakah dia pantas menerimanya…” -Tray
“Bukti nyata: hadiah Nobel bukan berdasarkan prestasi, tapi opini panita.” -stevano itong
Bagaimanapun, selamat buat Presiden Obama.
Kami tunggu kedatangan Anda di Indonesia tahun depan. Hidangan nasi goreng dan bakso sudah menunggu Anda di Jakarta. Dan juga, murid-murid di SD Menteng, almamater tempat Anda bersekolah ketika tinggal di Indonesia sebagai bocah, juga sudah tak sabar menanti kedatangan alumnus sekolah mereka yang kini jadi Presiden Amerika Serikat.
Jadi, bisakah Anda tidak menundanya lagi ya? Yes you can!