Archive

Archive for the ‘Wawancara’ Category

Biggest Loser Asia pertama!

March 10th, 2010 isyana 357 comments

Berat awal David Gurnani saat mengikuti kompetisi The Biggest Loser Asia adalah 157 kg. Kini, bobotnya hanya tinggal 74 kg. Penyusutan 83 kg itulah yang membuat ‘King David’ asal Indonesia menjadi Biggest Loser Asia pertama. Ia berhak memenangkan uang USD 100 ribu dollar.

Berikut adalah wawancara eksklusif Yahoo! Indonesia dengan pria berusia 25 tahun ini, pasca-kemenangannya. Atas kemenangannya David mengatakan, “Saya hanya bisa berterimakasih pada Tuhan atas kesempatan menakjubkan ini. Rasanya benar-benar mengagumkan. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya.”

Yahoo! (Y!): Apa yang akan kamu lakukan dengan uang yang kamu menangkan?

David (D): Pertama, saya merencanakan untuk pergi liburan kemudian membeli rumah, karena saya akan menikah pada akhir tahun ini.

Y!: Bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Carlo? Karena kalian berdualah yang membuat serial ini jadi menarik ditonton. Apakah kalian berteman di kehidupan nyata atau…

D: Saya dan Carlo, kami berdua bersaing ketat. Ya, kami saling menjadi benchmark bagi satu sama lain dalam kompetisi ini. Maksudnya, Carlo adalah alasan saya mendorong diri saya lebih keras. Dan saya yakin saya adalah alasan dia berusaha keras. Tapi setelah semua hal ini selesai, Carlo dan saya adalah teman. Kami selalu menjadi teman. Ya, kami berdua pesaing utama, tapi kami selalu berteman.

Y!: Tidak terlihat seperti itu di serialnya.

D: Kami saling mengenal lebih dalam, dan sekarang kami teman baik. Saya yakin kami akan menjadi teman seumur hidup!

Y!: Atau penyuntingan gambar dalam serial ini selalu membuat kalian diposisikan sebagai lawan bagi satu sama lain?

D: Kami memiliki semangat berkompetisi yang tinggi, dan kami sama-sama ingin menang. Kami sama-sama memiliki strategi dan saling bersaing ketat. Selain itu, kami tidak memiliki masalah apa-apa.

Y!: David, kamu secara konsisten, setiap minggu, selalu berada di urutan teratas penyusutan berat badan. Apa yang memotivasimu untuk selalu jadi yang pertama?

D: Dengan kuasa Tuhan, saya berterimakasih pada Tuhan karena bisa mengurangi bobot secara konstan dalam kompetisi. Bahkan ketika saya pulang, dengan izin Tuhan pula, saya bisa terus mengurangi berat yang membuat saya memenangkan kompetisi ini. Kekuatan Tuhanlah yang mendorong saya untuk bisa melalui apa pun. Bahkan saat saya tidak tahu harus ke mana, saat saya merasa lelah. Terima kasih pada Tuhan untuk itu.

Y!: Bagaimana respons tunangan Anda setelah melihat ukuran tubuh terakhir?

D: Dialah yang selama ini selalu mencereweti saya, turunkan, turunkan, turunkan. Dan saya selalu menjawab, iya, iya, iya. Tapi saya tidak pernah bisa menurunkan berat ini sendirian. Jadi dia sangat gembira karena saya berhasil menurunkan banyak bobot.

Y!: Masakan Indonesia apa yang paling sulit, paling berat kamu tinggalkan saat mengikuti program ini?

D: Saya mencintai nasi padang. Selama lima bulan terakhir, saya sama sekali tidak makan nasi padang. Jadi saat saya kembali ke Jakarta nanti, saya akan menikmati sepiring kecil nasi padang. Biasanya saya makan 3-4 piring.

Y!: Dalam tim, Anda selalu diposisikan sebagai pemimpin. Anda secara alami menjadi pemimpin. Melihat balik, apakah ada keputusan-keputusan yang ingin Anda ubah? Misalnya saat Anda harus memilih antara mengeliminasi Kevin atau Martha?

D: Tidak ada satu momen pun yang saya sesali. Maksud saya, mengeliminasi Kevin bukanlah sesuatu yang personal. Itu sekadar strategi permainan. Dan tentu saja, kesetiaan saya pada bekas anggota tim biru sangat kuat. Jadi, tidak ada keputusan yang saya sesali.

Y!: Ada pesan untuk para pelatih?

D: Dave Nuku adalah saudara saya dari ibu yang berbeda. Dia benar-benar orang yang mengagumkan. Kami menjadi teman dekat, atau malah seperti keluarga. Kristy (Curtis) juga orang yang hebat. Meski berbeda, mereka orang yang hebat. Saya hanya berterima kasih pada Tuhan karena sudah mengirimkan dua orang ini untuk membantu mengubah hidup saya.

Y!: Carlo bilang, dia melihatmu, dan dia langsung tahu bahwa dia sudah kalah. Apa perbedaan utama antara kamu dan Carlo?

D: Kami melakukan latihan yang kurang lebih sama. Keuntungan saya adalah saya bisa mengambil izin tiga bulan lagi dari pekerjaan saya. Saya punya boss yang bermurah hati untuk memberi izin itu, sehingga saya bisa lebih berkonsentrasi untuk berlatih. Saya bisa berlatih 10-12 jam sehari, sementara Carlo tetap bekerja. Ia akan memiliki bayi dan ia harus membiayai keluarganya. Carlo hanya bisa berlatih 4 jam sehari. Jadi semuanya tergantung pada jam latihan. Carlo adalah pesaing tangguh. Saya menghormati dia sebagai competitor. Saya yakin, dengan jam latihan yang lebih banyak, hasilnya akan berbeda.

Y!: Bagaimana kamu bisa berlatih 10-12 jam per hari? Apakah ada orang-orang yang memotivasimu?

D: Saya beruntung memiliki keluarga yang sangat besar. Merekalah yang memotivasi saya. Dan kekuatan Tuhan selalu membantu saya mampu melewati apa pun.

Categories: Berita, Wawancara Tags:

Ngobrol bersama Endah N Rhesa

November 4th, 2009 Bangwin 2 comments

Beberapa saat yang lalu Yahoo! mendapat kesempatan untuk bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan duo gitaris-bassis, Endah N Rhesa yang sedang naik daun di blantika musik Indonesia. Karakter musik mereka yang khas, yaitu perpaduan antara sederhana, bersahaja dan cerdas membuat karya-karya mereka mulai diminati anak-anak muda di Indonesia. Kemampuan mereka untuk bersosialisasi di internet membuat penggemar mereka jadi semakin luas dan itu membuat kedekatan mereka terhadap para penggemar mereka tetap terjaga. Oleh karena itu beberapa saat lalu mereka berhasil mendapat penghargaan Bubu Awards, yaitu sebuah penghargaan tertinggi di dunia internet di Indonesia pada saat ini.

Bagaimana duo Endah N Rhesa ini terbentuk? Bagaimana proses berkarya mereka? Apa yang membuat mereka tetap berkiprah sebagai musisi indie? Dan bagaimana peranan internet terhadap perjalanan karir mereka? Jawaba dari semua ini bisa kita simak pada video ngobrol-ngobrol kami dengan Endah N Rhesa di bawah ini.

Oh iya mereka pun sempat mengajak kita semua untuk ikut memberikan ide pada mereka untuk nantinya akan dijadikan sebuah lagu, dan untuk itu akan ada hadiah khusus dari mereka dari yang ide nya terpilih. Silahkan ikutan menyumbang ide untuk mereka dengan menjawab pertanyaan mereka di Yahoo! Answers.

Penampilan Endah N Rhesa di Esplanade, Singapore

Categories: Wawancara Tags: ,

Kami Tidak Takut! (Pandji tentang #indonesiaunite)

August 20th, 2009 Bangwin No comments

Mungkin banyak dari kalian yang sering mendengar #indonesiaunite. Sebuah gerakan cinta tanah air yang di landasi atas kemuakan terhadap terorisme yang melanda negara kita.

Berawal dari peristiwa bom yang terjadi di hotel J.W.Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009, yang kemudian menjadi pembicaraan diantara pengguna Twitter dengan menyertakan hashtag topic #indonesiaunite.

Makin lama gerakan #indonesiaunite ini tumbuh menjadi sebuah gerakan spontan di dunia offline dengan ikut aktifnya beberapa tokoh seperti Pandji Pragiwaksono, Glenn Fredly, dan lain-lain

Pada tanggal 10 Agustus 2009 lalu kami mendapat kesempatan untuk ngobrol tentang #indonesiaunite dengan Pandji Pragiwaksono, salah seorang aktifis yang juga dikenal sebagai presenter, rapper serta pembawa acara di salah satu radio FM di Jakarta. Silahkan simak ngobrol-ngobrol kami dalam video dibawah ini. Dan pada kesempatan ini, dengan menggunakan Yahoo! Answers, Pandji pun ikut melontarkan pertanyaan besar pada kita semua yang bisa, pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi dasar buat bangsa Indonesia untuk membuat kita semua lebih baik. Silahkan simak dan ikut memberikan opini.

Pesan dari Pandji untuk kita semua
Inilah lagu karya Pandji yang disebut sebagai lagu kebangsaan #indonesiaunite