Archive

Archive for the ‘Wawancara’ Category

Tifatul: Kalau Kita Main Tegakkan Peraturan, Malah Kaget Nantinya

June 18th, 2010 Fajar 383 comments

Video porno yang isinya diduga Ariel, Luna Maya dan Cut Tari menghebohkan penghuni gubuk reot hingga Istana Kepresidenan. Menkominfo Tifatul Sembiring pun menaruh perhatian terhadap persoalan ini. Tifatul menuturkan kalau Kementerian yang dipimpinnya sudah menjalankan sejumlan langkah untuk mengurangi dampak peredaran video porno tersebut.

Namun Tifatul menjelaskan kalau pemerintah tidak akan melakukan sensor radikal terhadap dunia maya di Indonesia. Berikut petikan wawancara Yahoo! Indonesia dengan Menkominfo Tifatul Sembiring di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Yahoo! Indonesia (Y!): Terkait maraknya pemberitaan mengenai beredarnya video yang diduga artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Langkah apa yang sudah diambil oleh Kemenkominfo?

Tifatul Sembiring (TS): Sebenarnya sebelum ada video itu, pornografi di kita memang sudah marak. Yang paling penting itu kan kita harus membangun kesadaran berinternet bersama orang tua, keluarga, masyarakat, guru atau sekolah. Baru menegakkan aturan.
Sebelum ada video tersebut, kita sudah kerjasama dengan AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia) untuk memasang filter anti pornografi di warnet-warnet. Tujuannya agar para pengguna warnet dilindungi dari hal-hal yang negatif, terutama pornografi dan kekerasan.

Y!: Peredaran dan pemberitaan mengenai video diduga Ariel, Luna dan Cut Tari makin ramai, apakah ada rencana dari Kemenkominfo untuk melakukan pemblokiran radikal terhadap sumber video itu di internet atau unsur-unsur pornografi dan kekerasan lainnya?

TS: Belum,  kalau kita main menegakkan peraturan malah terkaget-kaget nantinya. Karena kan nggak semua konten internet berbahaya. Masih banyak juga yang bermanfaat, masih banyak yang positifnya.
Banyak yang berkorespondensi, berbisnis atau mencari data untuk kepentingan akademis dari internet. Tidak selalu pornografi.
Orangtua, lingkungan dan sekolah lah harus melindungi anak-anak dari hal-hal semacam ini.
Kita juga sudah melakukan sosialisasi berinternet dengan sehat dan beretika. Ada beberapa program yang sudah berjalan.

Y!: Kabarnya Anda sudah memberikan identitas penyebar video porno ke polisi?

TS: Kita sudah melacak alamat yang pertama kali menyebarluaskannya. Kita juga sudah memberikan datanya semua ke polisi.

Y!: Menurut aturan, siapa yang bertanggung jawab dalam kasus video itu?

TS: Wah itu urusan polisi, karena penyidikan bukan kita yang berwenang. Biar polisi yang menentukan.

Selain membicarakan soal kasus video porno yang isinya diduga Ariel, Luna dan Cut Tari, Tifatul juga membahas mengenai Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia.

Tifatul menepis kekhawatiran sejumlah pihak kalau RPM Konten akan digunakan untuk mengekang atau membatasi kebebasan berekspresi di dunia maya. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut RPM Konten lebih demokratis dibanding Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Simak lanjutan wawancara Yahoo! Indonesia dengan Tifatul Sembiring.

Y!: Pak bisa diceritakan sejauh mana pembahasan RPM Konten?

TS: Masih berjalan, masih terus digodok dan dibahas.

Y: Jadi tidak diendapkan atau dibekukan pembahasannya karena adanya protes dari berbagai pihak?

TS: Tidak. Yang diprotes itu apa? Di RPM tidak ada pembatasan, tidak ada pencekalan, tidak ada gembok, seperti yang dikhawatirkan banyak orang. Itu kan hanya etika untuk berekspresi di multimedia saja. Bisa saja kita menggunakan UU ITE. Terbukti bersalah, diancam hukuman enam tahun penjara. Sederhana kan?

RPM Konten malah lebih demokratis dari UU ITE. Jika ada laporan atau pengaduan dari masyarakat, tidak akan langsung dihukum. Akan disidang oleh suatu tim, ditentukan apakah itu termasuk pelanggaran atau tidak. Tim itu pun terdiri dari berbagai unsur. Bukan Kemenkominfo. Jadi prosesnya lebih panjang dan lebih demokratis.

RPM Konten juga tidak mengatur soal Pers atau media di situ. Karena tidak ada unsur-unsur kata-kata Pers atau media di dalam RPM Konten. Jadi maaf yah, Pers seperti terprovokasi.

Katanya juga kan RPM ini bertentangan dengan konstitusi. Rancangan kok melanggar konstitusi. Malah bagus kami publikasikan supaya masyarakat tahu dan mengerti. Kalau saya langsung sahkan juga nggak masalahkan? Tapi kan kita ingin ini berjalan demokratis kita sampaikan dulu ke publik. Judul awalnya RPM ini kan Etika Multimedia.

Y!: Seperti apa Pak bentuk pengaturan RPM Konten yang sekarang masih dibahas jika nanti diberlakukan?

TS: Jadi kalau ada indikasi pelanggaran, seperti pornografi atau menyebarkan kebohongan, yang didelete itu bukan websitenya, tapi titiknya yang akan dihapus. Bukan seluruh websitenya. Jadi akan ada tim yang akan menentukan apakah itu pelanggaran atau tidak. Jika terbukti melanggar, titiknya yang akan didelete. Bukan semuanya.

Andre Surya – Nama Lokal, Prestasi Internasional

June 11th, 2010 lika 607 comments

Iron Man. Terminator Salvation. Star Trek.

Penggemar film atau bukan, hampir semua orang mengenali judul film-film box office di atas. Tapi tahukah Anda bahwa salah satu yang ikut “bertanggung jawab” atas kecanggihan special effects film-film tersebut adalah seorang anak muda asli Indonesia?

Andre Surya

Perkenalkan, Andre Surya.
Namanya muncul di kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai Digital Artist. Dia juga terlibat dalam pengerjaan film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of the Fallen.

Pria kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1984 ini adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia di divisi Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Lucasfilm sendiri adalah salah satu production company tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star Wars.

Pria yang kini berdomisili di Singapura ini sekarang sedang sibuk mengerjakan proyek film besar yang rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. Tapi ia masih menyempatkan diri untuk berbincang dengan editor Yahoo! Indonesia supaya Anda semua bisa mengenalnya lebih dekat.

Coba ceritakan siapa itu Andre Surya.
Saya lahir di Jakarta, 1 Oktober 1984. Lahir dan dibesarkan di kota ini. Selain hobi main bola, saya juga punya ketertarikan di bidang 3D. Saat ini saya single dan tinggal di Singapore, bekerja di divisi Industrial Light and Magic Singapore di bawah Lucasfilm Singapore.

Belajar 3D dari mana?
Saya dulu kuliah di Untar, ambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Tapi kemudian saya dapat kesempatan untuk kerja di Polaris 3D, sebuah perusahaan advertising and architectural visualization di Jakarta. Setelah itu saya memutuskan untuk terus bekerja dan nggak melanjutkan studi saya di Untar. Jadi saya di Untar cuma satu tahun, terus lanjut ke Kanada untuk ambil diploma di bidang Film and Special Effects di Vanarts, sebuah sekolah film di Vancouver. Tapi sebagian besar pengetahuan dan keterampilan 3D justru saya pelajari sendiri tanpa training dan sekolah. Saya udah mulai mempelajari Computer Graphic sejak kelas 1 SMA. Jadi kalo dihitung, kira-kira 10 tahun yang lalu.

Apa aja prestasi yang udah pernah kamu capai?
Saya beberapa kali memenangkan penghargaan, baik lokal maupun internasional. Contohnya, gambar buatan saya yang berjudul Somewhere in the Sky pernah ditampilkan di CGOVERDRIVE, konferensi Computer Graphic terbesar di Asia. Gambar itu juga memenangkan Excellence Award di buku Elemental 2 terbitan Ballistic Publishing dan Best Artwork Awards di Indocg Showoff Book, sebuah buku kumpulan CG art Indonesia. Lalu gambar saya yang berjudul City of Enhasa juga memenangkan juara satu di Future World Contest di www.3dkingdom.org

Jelaskan dong seperti apa pekerjaan seorang digital artist.
Digital artist mengerjakan banyak hal seperti modelling, layout, lighting, dan compositing.
Modelling itu proses pembuatan model itu sendiri, seperti mobil, robot, dan sebagainya. Layout itu proses matching camera CG (computer graphics) dengan background aslinya. Lighting itu proses kreatif agar 3D yang di-produce terlihat menarik dan menyatu dengan background-nya aslinya dalam scope posisi cahaya. Sedangkan compositing itu proses penyatuan semua elemen yang ada.

Di dalam sebuah film, rata-rata ada lebih dari 70 orang digital artist, terutama bila film itu skala besar, seperti Iron Man 2. Saya bekerja dalam tim yang masing-masing punya skill dan role sendiri.

Apa yang membuat kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini?
Karena ini hobi saya. Saya suka banget mengerjakan 3D dan saya juga dari dulu memang ingin bekerja di industri film. Buat saya ini adalah pekerjaan impian. Waktu masih kuliah, kadang-kadang saya mengkhayal bagaimana rasanya mengerjakan visual effects untuk sebuah film besar dan melihat nama kita muncul di credit title film itu. Sekarang semuanya udah benar-benar terwujud.  It’s simply a dream come true!

Apa film pertama yang kamu kerjakan?
Proyek feature film pertama saya itu Iron Man. Film ini juga yang saya anggap sebagai batu loncatan. Di situ saya ngerjain bagian lighting saat Iron Man terbang pertama kali.

Bagaimana ceritanya sampai bisa bekerja untuk Lucasfilm?
Ceritanya lumayan panjang sih, dan nggak gampang juga. Sederhananya begini deh. Sejak wawancara pertama sampai akhirnya saya diterima kerja di Lucasfilm itu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Awalnya saya wawancara di Ottawa, Kanada, lalu wawancara lewat telepon oleh Lucasfilm Singapore, lalu ada wawancara kedua, dan baru setelah itu lah saya dikabari bahwa saya diterima.

Waktu itu memang melamar ke Lucasfilm?
Saya ngelamar di Lucasfilm US sewaktu saya sudah lulus sekolah tapi dikarenakan visa kerja US yang cukup sulit dan mereka membuka studio di Singapore maka saya ditransfer kesana. Ada beberapa orang Indo yang kerja di Lucasfilm Singapore, terutama di bidang IT, games, dan TV series, tapi di bidang Visual effects untuk feature film (ILM), artistnya sekarang ini hanya saya satu-satunya yang orang Indonesia.

Somewhere in the Sky, gambar Andre yang banyak memenangkan penghargaan.

Apa keterampilanmu yang paling dibanggakan?
Saya paling suka lighting, dan and I feel that it’s my best skill.

Dari semua film yang pernah kamu kerjakan, yang mana yang paling berkesan?

Yang paling exciting adalah Transformers: Revenge of the Fallen, soalnya sebagian besar tugas saya di proyek itu adalah mengerjakan lighting.

Apa suka dan duka yang dialami sebagai digital artist?

The best part is, kamu melakukan hal yang paling kamu sukai, dan dibayar untuk itu. Plus, melihat nama kita terpampang di credits sebuah feature film ternama itu benar-benar hal yang tak ternilai. Kekurangannya…, jujur aja saya nggak bisa menemukan apa nggak enaknya jadi digital artist. Jadi jawabannya: there is no worst part of being digital artist for me.

Apa film favorit kamu?
Sampai saat ini sih Avatar masih jadi film favorit saya. Secara teknologi juga film ini yang menurut saya paling oke. Saya ingin suatu hari nanti bisa terlibat dalam proyeknya James Cameron.

Saat ini 3D sedang jadi trend di industri film. Menurut kamu, sampai berapa lama ini akan bertahan?
Saya rasa 3D akan bertahan cukup lama dan masih akan jadi trend hingga 10 tahun ke depan, atau bahkan lebih.

Menurut kamu, mungkinkah filmmaker Indonesia membuat film 3D dengan kualitas baik?
Saya yakin bisa. Saya sendiri kenal beberapa orang Indonesia yang sangat berbakat dan skill mereka juga bertaraf International. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan besar di bidang 3D di luar negeri. Kalau saja mereka semua balik ke Indonesia dan membuka satu perusahaan dengan kualitas standard International, dengan bakat dan skill yang mereka punya, saya rasa sangat memungkinkan bila Indonesia menghasilkan film-film dengan kualitas standard International.

*Ingin tahu lebih banyak tentang Andre Surya? Sila cek situs pribadi Andre Surya di http://www.as07.com  atau langsung kirim email ke as07@hotmail.com

Categories: Blog, Budaya, Di Balik Layar, Wawancara Tags:

Abdul Rahman, Tokoh Pelopor Media Online

June 9th, 2010 isyana 2 comments

Abdul Rahman adalah salah seorang tokoh pelopor media online di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah seorang pendiri Detik.com, portal berita terkemuka. Sebagai jurnalis  ia pernah bekerja di Swa, Tempo, dan Prospek. Sosoknya relatif tak banyak diketahui orang. Seorang blogger, Treespotter, mendapatkan wawancara eksklusif dengan Abdul Rahman.

Dalam wawancara itu, Abdul mengatakan bahwa ia berusaha menjaga agar Detik tetap independen, lepas dari kepemilikan atau asosiasi dengan konglomerasi besar atau orang-orang beragenda politik. Ia juga menjawab soal sugesti bahwa Detik mulai kehilangan independensinya, setelah diskusi politik Obrolan Langsat yang menghadirkan Aburizal Bakrie tempo hari.

Kepada Treespotter, ia mengungkapkan pihaknya juga sedang menyiapkan sebuah layanan berbasis jejaring sosial.

Social network is definitely taking off – with Twitter and Facebook propelling the growth and Yahoo! acquisition of Koprol last week – does detik.com have a social network plan(s)?
Yes we do.

Wawancara selengkapnya dengan Abdul Rahman bisa dibaca di sini.

Categories: Blog, Media, Wawancara Tags:

David Seaman: Bila Indonesia ingin jadi tuan rumah Piala Dunia…

June 3rd, 2010 Dodi 115 comments

David Seaman dan wayang

Pekan lalu, David Andrew Seaman datang ke Jakarta. Legenda hidup Arsenal, juga mantan kiper tim nasional Inggris, itu menjadi bintang utama acara Yahoo! Penalty Shootout di Mal Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (28/5).

Sebelum kunjungan tiga harinya ke sini, David Seaman mendaki Gunung Kilimanjaro di Afrika untuk sebuah acara amal. Beberapa pekan kemudian, dia sudah harus berada di Jakarta yang panas. Di Mal Kelapa Gading, ia harus mempertahankan gawang dari tendangan para fans. Tiap kali gawangnya kebobolan, terdengarlah yodel “yahoo!” dari pengeras suara. Para fans juga mendapat kesempatan mendengar kisah sang kiper, berfoto bersama, dan mendapat tanda tangan. Sejumlah anggota ID-Arsenal, kelompok pendukung Arsenal di Indonesia, hadir meramaikan acara.

Ini pertama kalinya dia datang ke Indonesia. David Seaman, 46 tahun, sempat melayani berbagai pertanyaan media nasional. Kepada tim Yahoo! Southeast Asia, ia juga bercerita banyak soal topik-topik lain. Dari kesannya tentang Asia, hingga negara Asia mana yang bakal melaju di Piala Dunia 2010. Sebagian pembicaraan itu kami petik di sini.

Yahoo: Anda tampak lebih muda dan segar tanpa kumis dan rambut panjang…

David Seaman: Haha, oke dong? Saya mencukur kumis di sebuah acara televisi nasional di Inggris, beberapa tahun lalu. Sejak itu, rasanya lebih enak begini.

Y!: Apakah Anda masih bergiat di sepak bola?

DS: Saya masih melatih Arsenal secara paruh waktu, untuk kiper-kiper junior. Saya ditawari menjadi pelatih untuk Arsenal, tapi saya baru saja keluar dari sepak bola. Sekarang, saya lebih suka begini. Saya belum tahu apakah bakal jadi pelatih penuh nantinya.

Apa pendapat Anda tentang Fabio Capello sebagai pelatih Inggris sekarang?

Capello membawa rasa percaya diri kepada pemain. Semua hormat padanya. Tapi, bila tiba saatnya dia pergi, bagi saya pelatih Inggris haruslah orang Inggris. Saat ini, saya belum tahu siapa yang tepat untuk itu.

Apakah Anda pernah ke Asia?

David Seaman

Pernah, dan selalu terkait sepakbola. Saya ke Singapura pada 90-an bersama Arsenal. Ke Cina dua kali dengan Arsenal dan tim nasional Inggris. Pernah juga ke Bangkok, di mana banyak penggemar fanatik. Menyenangkan!

Pacar saya (Frankie Poultney, peselancar es dari Inggris) setengah Vietnam. Saya juga ingin sekali ke sana. Mungkin kami akan ke sana untuk berlibur, suatu saat nanti.

Kalau ke Indonesia, saya baru pertama kali. Bali pun belum. Tapi, saya dengar, di Indonesia ada resor yang sangat bagus. Sebuah pulau. Bukan Bali, soalnya saya belum pernah dengar namanya. Jaraknya cuma satu kali penerbangan singkat dari Jakarta. Itu di mana, ya? (Tim Yahoo! memberi sejumlah kemungkinan jawaban, tapi David Seaman lupa nama tempat itu.)

Siapa tim dari Asia yang bakal bersinar di Piala Dunia 2010?

Korea Selatan akan selalu kuat. Mereka sudah punya pengalaman di 2002. Bagi saya, merekalah yang terkuat dari Asia. Kira-kira sejauh apa prestasi mereka kali ini? Hmmm. Perempat final, bisa saja, tapi akan sangat sulit.

Di sini ada sejumlah pihak yang ingin Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Apa saran Anda agar keinginan itu tercapai?

Kalau Inggris mendapat kesempatan jadi tuan rumah (Piala Dunia 2018), ikutilah cara-cara kami. Yang pasti, Anda harus punya stadium-stadium yang bagus, sistem transportasi yang mumpuni. Kalau Anda punya itu semua, bakal ada kesempatan. Itulah yang Inggris lakukan sekarang.

Anda tahu soal sepakbola Indonesia?

David Seaman

Sejujurnya, saya tak banyak tahu. Yang saya tahu adalah ada keriaan yang besar terhadap sepakbola di sini. Saat perjalanan dari bandara ke hotel, kami berpapasan dengan serombongan pendukung sebuah kesebelasan sepakbola. (Sore hari itu, Persija tanding. David Seaman berpapasan dengan pendukung The Jak.)

Apa pesan Anda terhadap para pendukung Arsenal di sini? Bahkan ada kafe tempat mereka biasa menonton bareng, lho.

Saya sangat berterima kasih atas sambutannya di bandara saat saya tiba. Rasanya senang melihat semua fans itu. Saya yakin masih ada banyak lagi di sini. Massive thank you.

Saya tahu ada ribuan fans Arsenal di sini. Kalau ada waktu, saya ingin juga ke kafe itu. Semoga ada foto saya di dindingnya.

Anas Urbaningrum: Saya Blogger Juga

May 20th, 2010 Dodi 279 comments
Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum (Antara/Ismar Patrizki)

Anas Urbaningrum tersenyum menyambut Andi Mallarangeng. Keduanya bersalaman, lalu berpelukan sambil menempelkan pipi. Andi tertawa lebar.

Inilah dua dari tiga calon ketua umum Partai Demokrat. Rabu (19/5) itu, di Wisma Nusantara Jakarta Pusat, keduanya berpapasan saat hendak diwawancara terpisah dalam sebuah acara di satu stasiun teve. Akhir pekan ini, Anas (Ketua Fraksi Demokrat di DPR), Andi (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Marzuki Ali (Ketua DPR) akan bertarung di Kongres II Partai Demokrat di Bandung.

Marzuki adalah yang tertua di antara tiga calon bos partai terbesar ini. Usianya 54 tahun. Andi kini 47 tahun, sementara Anas akan berusia 41 pada Juli nanti.

Para calon muda, yaitu Andi dan Anas, sama-sama tercantum di Wikipedia. Tapi hanya si calon termuda, Anas, yang nongol di Twitter dan menulis sejumlah konten blog. Yahoo! Indonesia menemui Anas untuk berbincang-bincang. Ini petikannya.

Yahoo! Indonesia: Sebentar lagi Kongres Partai Demokrat memilih ketua umum. Seberapa besar dukungan terhadap Anda?

Anas Urbaningrum: Melihat acara silaturrahim, kehadiran mereka (pengurus cabang-cabang Partai Demokrat) boleh dibilang tulus dan sukarela. Jika bisa dijaga baik, saya kira dukungan sudah lebih 70 persen. Jadi, sebetulnya, agenda sekarang tinggal menjaga (dukungan itu).

Y!: Putra SBY, Edhie Baskoro, mendukung Andi Mallarangeng.

AU: Itu bagian kompetisi demokratik. Isu utamanya sebenarnya bagaimana memajukan Partai Demokrat. Pilihan Mas Ibas adalah sikap politik yang demokratis yang harus dihargai. Sama juga dengan kader yang lain. Lumrah saja.

Y!: SBY dipersepsikan dominan di Demokrat. Artinya Anda tak didukung presiden?

AU: Sebelum deklarasi, saya sudah sowan ke Pak SBY, boleh dikatakan sebagai mohon izin, mohon doa restu. Beliau memberi izin, mempersilakan maju berkompetisi. Arahan beliau, agar berkompetisi dengan sehat, dewasa, tidak serang-menyerang, tidak kampanye hitam.

Y!: Ketua umum partai itu ngapain sih?

AU: Ketua umum, juga jajaran pengurus, adalah pelaksana manifesto politik dan kebijakan partai yang ditetapkan kongres.

Di lapangan, dibutuhkan kreativitas dan inisiatif (ketua umum) yang membuat partai menjadi lebih hidup, dinamis, lebih komunikatif dengan publik. Salah satu segmen penting tentu segmen anak-anak muda. Komunikasi di segmen ini harus lebih luwes, rileks, substantif, atraktif, tidak ketinggalan isu-isu baru.

Y!: Itukah makanya Anda aktif lagi di Twitter, setelah sempat vakum? Itu benar Anda atau staf lain?

AU: Saya tak punya staf. Twitter saya isi sendiri. Masalahnya adalah membagi waktu dan kesempatan. Twitter, Facebook, dan lainnya, adalah sarana komunikasi yang efektif. Saya juga minta maaf bila tak sempat melihat permintaan berteman di Facebook yang sudah 30 ribu lebih. Jumlah teman saya sudah lima ribu. Sepertinya harus buka fan page saja…

Y!: Kenal internet sejak kapan?

AU: Belum lama, sekitar tujuh tahun terakhir. Email pertama saya di sebuah lembaga, sebelum saya bertugas di Komisi Pemilihan Umum. Saya punya dua email Yahoo! yang saya gunakan lima tahun terakhir ini. (Anas mempersilakan alamat emailnya dipublikasikan: urbaningrum@yahoo.com)

Di internet, saya mengikuti perkembangan berita, browsing. Itu sudah seperti memberi garam ke sayur. Akhirnya jadi tradisi keluarga. Anak-anak saya sudah sangat familiar dengan internet.

Y!: Indonesia cukup bebas dalam hal akses di internet. Sejauh apa kebebasan ini bisa dinikmati?

Anas Urbaningrum dan Syarief Hasan

Sekretaris Sekretariat Gabungan Partai Koalisi, Syarif Hasan, bercanda dengan Anas sebelum rapat koordinasi (14/5). (Antara/Fanny Octavianus)

AU: Menurut saya, setiap bangsa harus punya strategi kebudayaan. Kalau kita punya, maka panduan teknis memudahkan mengantisipasi dampak kurang baik. Kebebasan mengakses di internet tidak bisa ditiadakan. Tapi pemerintah harus mengatur sesuai strategi kebudayaan itu, mana yang kontributif dan mana yang destruktif. Yang destruktif harus direstriksi.

Ini bukan merusak kebebasan, tapi pilihan untuk mengambil jalan yang baik. Mengatur bukan mematikan kebebasan. Kalau tidak diatur, satu isu saja: pornografi, saya kira akan merusak generasi baru yang makin familiar dengan internet. Yang dibaca bukan ilmu, teknologi, informasi, tapi menjadi porno-minded. Bahaya.

Y!: Di rumah, bagaimana melindungi anak-anak Anda dari konten berbahaya di internet?

AU: Anak-anak dikontrol, diajarkan apa yang boleh dan tidak. Diblokir juga, tapi ini urusan istri saya yang lebih canggih soal ini. Kami juga selalu melacak jejak alamat situs yang sudah mereka kunjungi.

Y!: Apakah Anda juga kerap menerima pesan sampah atau tawaran produk langsung ke telepon seluler?

AU: Tiap hari. Dari layanan kartu kredit, keanggotaan hotel, paling sering adalah tawaran investasi. Padahal, entah apa yang mau diinvestasikan.

Nomor hape sepertinya sudah kehilangan privasi.

Saya pikir, dibutuhkan aturan yang makin baik dan lengkap soal hal-hal seperti ini. Ke depan makin kompleks, cara-cara baru makin canggih. Privasi dan etika harus menjadi bagian penting, lalu diterjemahkan menjadi aturan.

Y!: Bicara soal aturan, saat ini ada rancangan peraturan menteri soal konten di internet. Rencananya ada tim yang menyeleksi konten, termasuk konten yang dibuat orang Indonesia sendiri.

AU: Isu nasionalisme penting, termasuk dalam hal konten di internet. Trauma terhadap masa lalu (Orde Baru) makin tak relevan. Hampir mustahil pemerintah mengambil jalan atau cara memperlakukan publik seperti Orde Baru. Lingkungannya saja tak mungkin. Tentu, pemerintah perlu meyakinkan bahwa ini (RPM Konten) bukan dalam rangka kembali ke gaya yang lama, bukan mematikan, bukan membatasi, tapi meregulasi.

Saya punya garis pikiran: pengaturan untuk hal yang baik harus dilakukan. Tugas pemerintah itu. Kalau tidak dijalankan, pemerintah kehilangan fungsinya. ‘Baik’ itu didefinisikan bersama, sehingga pemerintah tak dicurigai.

Y!: Apakah Anda tahu tentang Pesta Blogger?

AU: Saya ingin datang nanti. Kita (=Anas) ini komunitas blogger juga! Dulu, waktu zaman Soekarno, kan pakai surat-menyurat. Sekarang, zamannya beda.

Saya punya blog di http://blog.bunganas.com. Itu isinya dari saya sendiri. Saya juga mulai posting di Politikana.com, ingin mencoba menulis yang lebih ringan. ID saya di situ: urbaningrum.  Baru satu posting. Dari sekian banyak komentar, hal yang bagus adalah: yang mengingatkan (saya) makin banyak. Tapi, konsekuensinya itu dimaki-maki, ya. Dibilang lambat, sombong, tak direspon. Haduh.

Saya masih belajar (membalas komentar dengan efisien). Me-review komentar saja masih dicetak dulu, baru dibaca satu-satu..

“Yang Terpenting, Pelatih yang Tepat!”

May 17th, 2010 isyana 12 comments

Ian Rush

Pemain legendaris Liverpool Ian Rush mampir ke Jakarta pada 14-17 Mei ini. Ia sempat memberi pelatihan singkat pada anak-anak usia SD dan SMP. Apa kata Ian Rush tentang julukan ‘Legenda Liverpool’ dan kemampuan anak-anak Indonesia? Ini wawancaranya.

Y!: Titel ‘Legenda Liverpool’ sudah seperti tertempel pada nama Anda. Apakah julukan itu memengaruhi kehidupan keseharian Anda?

Ian Rush: Saat saya datang ke belahan dunia ini, barulah saya sadar betapa orang mencintai klab sepakbola Liverpool. Dan saat mereka menempelkan nama saya pada klab itu, saya mewakili Liverpool. Buat saya, Liverpool adalah nama sebuah brand. Dan kami selalu mencari lebih banyak suporter untuk bergabung dengan kami. Mereka bisa dijangkau lewat orang-orang seperti saya, dan pada suatu hari nanti, saat tim Liverpool datang ke sini. Dan saat mereka melakukan itu, maka merek ini akan menjadi lebih besar.

Y!: Siapa menurut Anda yang akan jadi legenda Liverpool berikutnya?

IR: Sudah ada beberapa legenda yang hebat. Ada Robbie Fowler. Dia bisa menjadi legenda itu. Kalau Torres…kita semua tahu bahwa dia pemain terbaik Liverpool. Dan Steven Gerrard juga fantastis. Itu yang kami lihat, bahwa anak-anak menganggap mereka panutan. Jadi, harapannya, suatu hari kamu bisa melihat mereka jadi legenda.

Beraksi

Y!: Menurut Anda, apa yang akan terjadi dengan Rafa Benitez?

IR: Dia punya kontrak lima tahun. Kontraknya masih tersisa empat tahun lagi. Jadi saya harapkan masih melihat dia lagi musim depan.

Y!: Apa pendapat Anda tentang potensi anak-anak Indonesia untuk menjadi pemain internasional?

IR: Secara teknis, mereka sangat bagus. Saya suka antusiasme mereka. Cuaca hari ini sangat panas, dan (menjadi pemain hebat) tidak terjadi semalam. Dan saat mereka lebih dewasa, 14-15, itu masa perkembangan yang penting. Dan saya rasa, mereka punya kemampuan itu. Tapi mereka harus terus mau melakukannya.

Y!: Ada saran bagi pemerintah kami untuk melakukan hal seperti ini setiap tahunnya?

IR: Yang paling penting adalah kamu punya pelatih yang tepat, kamu memberi anak-anak ini jenis pelatihan yang tepat. Dan penting juga untuk klab dan sisi nasional untuk bekerjasama di tingkat atas. Jika itu terjadi, maka sisanya akan berjalan dalam tahun-tahun ke depan.

Melatih

Y!: Menurut Anda, bagaimana kans Inggris di grup C?

IR:  Saya pikir mereka akan menang di grup itu. Saya menebak mereka bisa sampai ke semifinal, dan dengan sedikit keberuntungan, mereka bisa memenangkannya. Tapi mereka harus bebas dari hukuman atau cedera. Dan untuk memenangkan Piala Dunia, kamu butuh sedikit keberuntungan itu.

Categories: Blog, Wawancara Tags:

Ladya di tengah Satwa

May 12th, 2010 lika 55 comments

Meroket sejak Ada Apa dengan Cinta. (Foto: Budi Cuprit)

Tidak seperti Dian Sastro atau Titi Kamal, nama Ladya Cheryl tidak terlalu banyak disorot media massa. Sejak sama- sama jadi pemeran utama di film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tahun 2002, nama mereka langsung meroket naik. Dian Sastro dan Titi Kamal terus terseret ke puncak popularitas. Yang satu jadi bintang iklan sabun kecantikan, yang lain mulai jadi incaran pemburu gosip.

Sedangkan Ladya, meski sempat tampil sebagai pemeran utama di film Biarkan Bintang Menari (2003), memilih untuk bekerja layaknya “orang biasa” sebagai fashion stylist di sebuah majalah remaja pria.

Banyak yang tak tahu bahwa di sela-sela kehidupannya yang “normal” itu, Ladya tak pernah meninggalkan akting. Tahun 2005 dia tampil di film pendek berjudul Kara, Anak Sebatang Pohon. Di film inilah untuk pertama kalinya aktris kelahiran 11 April 1981 ini bekerja sama dengan Edwin sang sutradara. Film yang dimaksudkan sebagai tugas akhir kuliah Edwin di Institut Kesenian Jakarta ini akhirnya mencatat sejarah sebagai film pendek Indonesia pertama yang diputar di Director’s Fortnight Cannes Film Festival 2005.

Ladya kemudian membuat beberapa film lagi dengan Edwin. Hulahoop Sounding (film pendek, 2008), Trip to the Wound (film pendek, 2008), dan Babi Buta yang Ingin Terbang (feature film, 2008).  Tapi namanya baru kembali mencuat setelah berperan sebagai gadis sakit jiwa di film Fiksi yang disutradarai Mouly Surya. Film ini memenangkan penghargaan Film Terbaik di FFI 2008 dan diputar di berbagai festival film internasional.

Tahun ini, Ladya kembali berkolaborasi dengan Edwin untuk film Postcard from the Zoo. Digarap oleh rumah produksi Babibuta Films, Postcard from the Zoo bercerita tentang Lana, seorang gadis yang ditinggalkan orang tuanya di kebun binatang Ragunan sejak masih berusia 3 tahun. Sejak saat itu, ia dibesarkan di Ragunan oleh para perawat satwa, sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari kebun binatang dan berkelana mengarungi kota Jakarta.

Agar bisa menjiwai karakter Lana dengan baik, sejak dua bulan lalu aktris yang bercita-cita main film bareng Stephen Chow ini menghabiskan waktu di kebun binatang Ragunan. Yahoo! Indonesia sempat berbincang-bincang dengan Ladya saat dia sedang asyik mengamati Rico, jerapah jantan di Ragunan.

Yahoo!: Postcard from the Zoo kabarnya akan diputar di Cannes Film Festival tahun ini?
Ladya: Jadi, sebenarnya Postcard itu udah kami bikin film pendeknya. Gunanya buat cari investor untuk bikin film ini. Nggak sempat diputar di sini sih, tapi sempat ikut workshop film di Itali, Torino Film Lab. Di Cannes nanti film ini nggak ikut festivalnya, tapi ikut sebuah program di mana filmmakers dari berbagai negara bisa saling konsultasi untuk mengembangkan naskah film yang lagi digarap.

(Untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi di program bernama L’Atelier Cannes ini. Film pendek Postcard juga akhirnya mendapatkan Top Prize di Torino Film Lab dan menjadi satu dari 12 film di dunia yang diikutsertakan di ajang Sundance Screenwriters Lab).

Akrab dengan Rico si jerapah. (Foto: Dave Lumenta, Dok. Babibuta Film)

Yahoo!: Apa saja yang udah didapat setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu di kebun binatang?
Ladya: Waktu pertama kali film ini mau dibuat, datang ke kebun binatang Ragunan pun aku baru pertama kali. Biasanya ke Taman Safari doang. Sejak itu aku mulai kontinyu ke sini untuk lihat-lihat keadaan dan bersosialisasi dengan perawat-perawat satwa. Aku juga memperhatikan perilaku satwa, harus tahu kapan satwa merasa nyaman atau terganggu, kapan mereka merasa lapar, itu keliatan tuh dari gerak-geriknya.

Lalu selain ngasih makan, tugas perawat satwa tuh apa lagi sih? Ternyata mereka juga harus memperhatikan tingkah laku satwa itu. Pernah satu kali si jerapah makan pelet dari bawah, ternyatah idungnya kena batu, berdarah. Perawat musti lihat yang kayak gitu. Kalo nggak diperhatiin, saat tiba-tiba luka atau ada apa-apa kan mereka nggak tau.

Yahoo!: Apakah ada bedanya orang-orang yang “hidup” di dalam kebun binatang dengan orang-orang pada umumnya?
Ladya: Selain baju seragamnya sih sebenarnya nggak jauh beda. Tapi setelah bersosialisasi dengan perawat-perawat di sini, aku jadi tahu lebih banyak. Orang suka protes kalau kandang kotor, padahal kami punya jadwal kebersihan setiap pagi hari sebelum pengunjung datang dan sore hari setelah pengunjung pulang. Masing-masing perawat bertanggung jawab atas sekeliling area kandang, dan kandangnya bukan kayak kandang anjing yg cuma sepetak. Ini luas banget! Dan kami juga nggak bisa memantau setiap kali ada yang buang sampah di sembarang tempat. Tempat sampah kami sediakan banyak banget, di sepanjang kandang jerapah aja ada 5, tapi pengunjung buang sampahnya di mana coba? Kesadaran masyarakat masih kurang.

Yahoo!: Udah akrab sama satwa apa saja?
Ladya: Macem-macem sih, masih lihat keadaan. Yang udah aku puterin baru sekitar jerapah, zebra, rusa, kuda nil, dan harimau. Masih pengen liat-liat yang lain juga sih. Sekarang ini karena baru mau 2 bulan, inginnya lihat garis besarnya dulu lingkungan di sini seperti apa. Aku harus bisa ngerasain gimana cara orang-orang sini bertutur kata, gimana perilakunya, kan mereka hidup di dalam kandang dari pagi sampai jam 4 sore.

Yahoo!: Sempat takut nggak, waktu pertama kali harus bergaul dengan satwa?
Ladya: Awalnya takut. Tapi memang harus takut dan hati-hati, jangan sampai berani tapi jadinya blo’on. Kita musti tahu satwa itu merasa terganggu nggak? Merasa terancam nggak, dengan adanya orang baru di sekitar areanya? Jerapah dan zebra itu nggak suka kalo ada orang yang mengendap-endap dari belakang. Sebenarnya hampir semua binatang sih, kalo ada makhluk yg mengendap-endap dari belakang tuh mereka nggak suka. Tapi yang penting feeling. Perawatnya juga bilang, “Yang penting kamu mantap dan hati oke sebelum masuk kandang dan ada di satu area sama mereka. Kalo kamu ragu, mending pelan-pelan aja.

Yahoo!: Binatang favorit yang ada di sini?
Ladya: Belum ada sih. Tapi kamu musti main-main ke tempat kuda nil! Pertama juga aku bingung, di mana letak lucunya kuda nil ya? Binatang seberat itu? Yang kalo bayinya lahir aja, beratnya bisa sampai 25 kilogram? Tapi begitu liat bayi kuda nil ini lahir, lucu banget sih, memang. Muka bayi binatang tuh sama kayak muka bayi manusia, kepolosannya masih terpancar. Jadi aku gemes aja. Kalau perawat-perawatnya sih memang udah panggilan jiwa. Orang yang masuk ke lingkungan binatang biasanya memang yakin bahwa inilah hidup yang dia pilih.

Yahoo!: Udah pernah ngasih makan?
Ladya: Jerapah udah. Kuda nil juga pernah. Dulu di kandang jerapah nggak ada pembatas. Belum ada palang, jadi jerapah bisa keluarin kepalanya ke pengunjung dan pengunjung bisa kasih makan langsung. Tapi karena perawat nggak bisa kontrol pengunjung, takutnya mereka kasih makan yang berbahaya. Misalnya dulu pernah ada yang maksudnya baik, ngasih makan kacang. Tapi sama bungkusnya. Kan kasihan satwanya. Hari berikutnya buang airnya nggak beres. Batas itu yang kadang-kadang pengunjung belum ngerti gimana cara memperlakukan binatang, apalagi jerapah kan termasuk langka. Akhirnya sekarang dikasih palang.  Tapi setiap Sabtu dan Minggu pengunjung boleh masuk ke dalam kandang untuk ngasih makan satwa, dengan pakan yang kami sediakan.

""Ide-ide Edwin selalu bikin aku pengen kerjasama. Bukan karena festival filmnya" (Foto: Wira M. Perdana)

Yahoo!: Selama kerja bareng Edwin, film mana yang paling berkesan?
Ladya: Semuanya! Kara, Anak Sebatang Pohon itu syutingnya di Semeru. Itu aku pertama kali naik gunung. Trip to the Wound dibuat saat kami mau syuting Babi Buta.  Syutingnya cuma di dalam bis, jadi saat kami mau syuting Babi Buta dan lagi on the way ke Surabaya, di dalam bis itu kami syuting Trip to the Wound. Edwin tuh selalu punya Plan A to Z. Kalo A nggak berhasil, ada B. Kalo B nggak berhasil, ada lagi. Dia tuh nggak pernah kehabisan ide dan nggak pernah terpatok pada satu hal. Misalnya kami nggak bisa syuting siang, ya udah bikin malem aja, nggak ada masalah. Dia fleksibel banget.

Yahoo!: Film-film garapan Edwin selalu masuk festival internasional. Apa itu jadi pertimbangan kamu juga untuk kerja bareng dia?
Ladya: Nggak juga sih, bukan karena festivalnya, tapi emang karena filmnya. Ketika Edwin menawarkan sesuatu, idenya menurut aku selalu cemerlang. Selalu menarik buat aku. Belum pernah ada idenya yang aku nggak suka. Jadi aku selalu ingin kerjasama, bukan karena festivalnya.

Yahoo!: Film-film Ladya biasanya kurang populer di kalangan penonton bioskop Indonesia, meskipun sering dipuji kritikus dan hampir selalu lolos di festival film internasional. Menurut Ladya, apakah Postcard juga akan bernasib sama?

Ladya: Maunya sih film ini bisa diterima sama semua, ya. Hampir 50 persen film ini berlokasi di kebun binatang. Kami inginnya kejar target yang lebih luas, karena golongan mana pun, umur berapa pun, semua suka binatang.

Postcard from the Zoo rencananya akan mulai syuting Desember 2010 dan dirilis tahun depan.

Biggest Loser Asia pertama!

March 10th, 2010 isyana 368 comments

Berat awal David Gurnani saat mengikuti kompetisi The Biggest Loser Asia adalah 157 kg. Kini, bobotnya hanya tinggal 74 kg. Penyusutan 83 kg itulah yang membuat ‘King David’ asal Indonesia menjadi Biggest Loser Asia pertama. Ia berhak memenangkan uang USD 100 ribu dollar.

Berikut adalah wawancara eksklusif Yahoo! Indonesia dengan pria berusia 25 tahun ini, pasca-kemenangannya. Atas kemenangannya David mengatakan, “Saya hanya bisa berterimakasih pada Tuhan atas kesempatan menakjubkan ini. Rasanya benar-benar mengagumkan. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya.”

Yahoo! (Y!): Apa yang akan kamu lakukan dengan uang yang kamu menangkan?

David (D): Pertama, saya merencanakan untuk pergi liburan kemudian membeli rumah, karena saya akan menikah pada akhir tahun ini.

Y!: Bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Carlo? Karena kalian berdualah yang membuat serial ini jadi menarik ditonton. Apakah kalian berteman di kehidupan nyata atau…

D: Saya dan Carlo, kami berdua bersaing ketat. Ya, kami saling menjadi benchmark bagi satu sama lain dalam kompetisi ini. Maksudnya, Carlo adalah alasan saya mendorong diri saya lebih keras. Dan saya yakin saya adalah alasan dia berusaha keras. Tapi setelah semua hal ini selesai, Carlo dan saya adalah teman. Kami selalu menjadi teman. Ya, kami berdua pesaing utama, tapi kami selalu berteman.

Y!: Tidak terlihat seperti itu di serialnya.

D: Kami saling mengenal lebih dalam, dan sekarang kami teman baik. Saya yakin kami akan menjadi teman seumur hidup!

Y!: Atau penyuntingan gambar dalam serial ini selalu membuat kalian diposisikan sebagai lawan bagi satu sama lain?

D: Kami memiliki semangat berkompetisi yang tinggi, dan kami sama-sama ingin menang. Kami sama-sama memiliki strategi dan saling bersaing ketat. Selain itu, kami tidak memiliki masalah apa-apa.

Y!: David, kamu secara konsisten, setiap minggu, selalu berada di urutan teratas penyusutan berat badan. Apa yang memotivasimu untuk selalu jadi yang pertama?

D: Dengan kuasa Tuhan, saya berterimakasih pada Tuhan karena bisa mengurangi bobot secara konstan dalam kompetisi. Bahkan ketika saya pulang, dengan izin Tuhan pula, saya bisa terus mengurangi berat yang membuat saya memenangkan kompetisi ini. Kekuatan Tuhanlah yang mendorong saya untuk bisa melalui apa pun. Bahkan saat saya tidak tahu harus ke mana, saat saya merasa lelah. Terima kasih pada Tuhan untuk itu.

Y!: Bagaimana respons tunangan Anda setelah melihat ukuran tubuh terakhir?

D: Dialah yang selama ini selalu mencereweti saya, turunkan, turunkan, turunkan. Dan saya selalu menjawab, iya, iya, iya. Tapi saya tidak pernah bisa menurunkan berat ini sendirian. Jadi dia sangat gembira karena saya berhasil menurunkan banyak bobot.

Y!: Masakan Indonesia apa yang paling sulit, paling berat kamu tinggalkan saat mengikuti program ini?

D: Saya mencintai nasi padang. Selama lima bulan terakhir, saya sama sekali tidak makan nasi padang. Jadi saat saya kembali ke Jakarta nanti, saya akan menikmati sepiring kecil nasi padang. Biasanya saya makan 3-4 piring.

Y!: Dalam tim, Anda selalu diposisikan sebagai pemimpin. Anda secara alami menjadi pemimpin. Melihat balik, apakah ada keputusan-keputusan yang ingin Anda ubah? Misalnya saat Anda harus memilih antara mengeliminasi Kevin atau Martha?

D: Tidak ada satu momen pun yang saya sesali. Maksud saya, mengeliminasi Kevin bukanlah sesuatu yang personal. Itu sekadar strategi permainan. Dan tentu saja, kesetiaan saya pada bekas anggota tim biru sangat kuat. Jadi, tidak ada keputusan yang saya sesali.

Y!: Ada pesan untuk para pelatih?

D: Dave Nuku adalah saudara saya dari ibu yang berbeda. Dia benar-benar orang yang mengagumkan. Kami menjadi teman dekat, atau malah seperti keluarga. Kristy (Curtis) juga orang yang hebat. Meski berbeda, mereka orang yang hebat. Saya hanya berterima kasih pada Tuhan karena sudah mengirimkan dua orang ini untuk membantu mengubah hidup saya.

Y!: Carlo bilang, dia melihatmu, dan dia langsung tahu bahwa dia sudah kalah. Apa perbedaan utama antara kamu dan Carlo?

D: Kami melakukan latihan yang kurang lebih sama. Keuntungan saya adalah saya bisa mengambil izin tiga bulan lagi dari pekerjaan saya. Saya punya boss yang bermurah hati untuk memberi izin itu, sehingga saya bisa lebih berkonsentrasi untuk berlatih. Saya bisa berlatih 10-12 jam sehari, sementara Carlo tetap bekerja. Ia akan memiliki bayi dan ia harus membiayai keluarganya. Carlo hanya bisa berlatih 4 jam sehari. Jadi semuanya tergantung pada jam latihan. Carlo adalah pesaing tangguh. Saya menghormati dia sebagai competitor. Saya yakin, dengan jam latihan yang lebih banyak, hasilnya akan berbeda.

Y!: Bagaimana kamu bisa berlatih 10-12 jam per hari? Apakah ada orang-orang yang memotivasimu?

D: Saya beruntung memiliki keluarga yang sangat besar. Merekalah yang memotivasi saya. Dan kekuatan Tuhan selalu membantu saya mampu melewati apa pun.

Categories: Berita, Wawancara Tags:

Ngobrol bersama Endah N Rhesa

November 4th, 2009 Bangwin 2 comments

Beberapa saat yang lalu Yahoo! mendapat kesempatan untuk bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan duo gitaris-bassis, Endah N Rhesa yang sedang naik daun di blantika musik Indonesia. Karakter musik mereka yang khas, yaitu perpaduan antara sederhana, bersahaja dan cerdas membuat karya-karya mereka mulai diminati anak-anak muda di Indonesia. Kemampuan mereka untuk bersosialisasi di internet membuat penggemar mereka jadi semakin luas dan itu membuat kedekatan mereka terhadap para penggemar mereka tetap terjaga. Oleh karena itu beberapa saat lalu mereka berhasil mendapat penghargaan Bubu Awards, yaitu sebuah penghargaan tertinggi di dunia internet di Indonesia pada saat ini.

Bagaimana duo Endah N Rhesa ini terbentuk? Bagaimana proses berkarya mereka? Apa yang membuat mereka tetap berkiprah sebagai musisi indie? Dan bagaimana peranan internet terhadap perjalanan karir mereka? Jawaba dari semua ini bisa kita simak pada video ngobrol-ngobrol kami dengan Endah N Rhesa di bawah ini.

Oh iya mereka pun sempat mengajak kita semua untuk ikut memberikan ide pada mereka untuk nantinya akan dijadikan sebuah lagu, dan untuk itu akan ada hadiah khusus dari mereka dari yang ide nya terpilih. Silahkan ikutan menyumbang ide untuk mereka dengan menjawab pertanyaan mereka di Yahoo! Answers.

Penampilan Endah N Rhesa di Esplanade, Singapore

Categories: Wawancara Tags: ,

Kami Tidak Takut! (Pandji tentang #indonesiaunite)

August 20th, 2009 Bangwin No comments

Mungkin banyak dari kalian yang sering mendengar #indonesiaunite. Sebuah gerakan cinta tanah air yang di landasi atas kemuakan terhadap terorisme yang melanda negara kita.

Berawal dari peristiwa bom yang terjadi di hotel J.W.Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009, yang kemudian menjadi pembicaraan diantara pengguna Twitter dengan menyertakan hashtag topic #indonesiaunite.

Makin lama gerakan #indonesiaunite ini tumbuh menjadi sebuah gerakan spontan di dunia offline dengan ikut aktifnya beberapa tokoh seperti Pandji Pragiwaksono, Glenn Fredly, dan lain-lain

Pada tanggal 10 Agustus 2009 lalu kami mendapat kesempatan untuk ngobrol tentang #indonesiaunite dengan Pandji Pragiwaksono, salah seorang aktifis yang juga dikenal sebagai presenter, rapper serta pembawa acara di salah satu radio FM di Jakarta. Silahkan simak ngobrol-ngobrol kami dalam video dibawah ini. Dan pada kesempatan ini, dengan menggunakan Yahoo! Answers, Pandji pun ikut melontarkan pertanyaan besar pada kita semua yang bisa, pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi dasar buat bangsa Indonesia untuk membuat kita semua lebih baik. Silahkan simak dan ikut memberikan opini.

Pesan dari Pandji untuk kita semua
Inilah lagu karya Pandji yang disebut sebagai lagu kebangsaan #indonesiaunite