Archive

Archive for the ‘Komunitas’ Category

Johar dan kebebasan berekspresi IDC

March 10th, 2010 smitty No comments

Semuanya berawal waktu saya minta saran dari Pontus, Direktur Yahoo! Indonesia, siapa kira-kira yang cocok jadi juri untuk Yahoo! Open Hack Day pertama di Asia Tenggara yang berlangsung di Jakarta. Pontus pun menyebut nama Johar Alam – pendiri IDC Indonesia .

Keunikan identitas IDC dari sebagian besar penyedia layanan server lainnya, sudah bisa terbaca dari slogan mereka: IDC Indonesia the First Neutral Data Center in Indonesia.

Awalnya, pernyataan “pusat data netral pertama di Indonesia” mungkin terdengar biasa saja. Tetapi, dari pengalaman saya, IDC adalah yang pertama di dunia.

Foto di atas bisa saja diambil dari banyak pusat data lainnya di berbagai belahan dunia. Ada yang berpendapat bahwa rak itu terlihat berantakan dan butuh dirapikan. Apapun penilaian Anda, foto ini tidak bisa sepenuhnya menggambarkan apa yang sedang Anda lihat.

Foto itu menunjukkan bahwa setiap penyedia jasa internet di Indonesia terhubung antarrak. Semuanya tercolok ke semacam sakelar gigabit yang masuk ke tulang punggung IDC. Tanpa peering arrangements, kontrak, atau hal-hal aneh – internet Indonesia tergabung jadi satu. Dan Johar berada di belakang semua ini.

Saya tidak menyadari situasi ini (dan dampaknya) sampai saat saya menyaksikan sendiri fenomena pengkabelan ini di kantor lama IDC. Kebanyakan para geek internet akan berdecak, memikirkan bagaimana Johar melakukannya. Sampai sekarang, saya masih tidak habis pikir.
Kemudian saya menghabiskan lebih banyak waktu bersama Johar di IDC. Dari situ saya menyadari, sikap keterbukaan yang khas Indonesia ada di segala hal yang Johar lakukan -  termasuk dengan apa yang terjadi di IDC. Johar sangat percaya pada kebebasan ekspresi dan internet lokal. Akses Indonesia terhadap internet, menurut Johar, adalah hal terpenting dari kebebasan berekspresi.

Berkunjung ke IDC memungkinkan Anda untuk merasakan keramahan khas Indonesia dari Johar dan istrinya, serta kultur kebebasan di IDC. Sekarang saya sudah cukup sering ke sana untuk menjadi terbiasa.

Saya menitipkan pesan pada resepsionis agar menyampaikan pada Johar bahwa saya sudah datang. Lalu saya ke ruang pertemuan, menuangkan teh, dan log-in ke koneksi wi-fi gratis di IDC. Tak butuh password, karena itu akan sangat berlawanan dengan ‘kebebasan’ IDC.

Biasanya saya akan langsung mengecek surel. Saat saya ingin merokok, maka saya akan mengisapnya sembari menunggu Johar. Anda boleh merokok di ruang pertemuan itu karena Johar juga merokok. Tapi yang lebih penting, mencegah orang lain merokok adalah hal yang bukan Indonesia.

Sebulan lalu, dalam salah satu kunjungan regular saya ke IDC, Johar bilang dia ingin menunjukkan sesuatu pada saya dan Pontus. Kata Johar, ini rahasia. Jangan ceritakan pada siapa-siapa. Bekerja untuk Yahoo!, saya terbiasa menjaga rahasia. Jadi permintaan Johar bukanlah hal aneh. Diminta menjaga rahasia berarti saya diizinkan melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat banyak orang. Itulah yang terjadi.

Pontus dan saya bergegas ke ruangan presentasi IDC yang besar dengan Johar dan istrinya. Johar meredupkan lampu, menuangkan teh untuk semua orang, dan memasang sebuah film dari komputer jinjingnya.

Sebenarnya saya belum mengerti apa yang saat itu saya lihat. Beberapa nama musim disebutkan, ada juga tentang ekspresi diri, dan musik yang menghentak, berpadu dengan warna-warna psikedelia. Saya penasaran dan sedikit heran. Saya kenal Johar, sehingga saya tahu ini adalah rencananya. Pontus pun terlihat sama bingungnya seperti saya.

Lampu kembali menyala. Johar terlihat bangga pada dirinya sendiri. Saya pun menanyakan sesuatu yang, saya yakin, sudah diantisipasi oleh Johar. “Apa itu?”

“Itu tadi,” kata Johar – “adalah IDC yang baru!”

Barulah saya sadar -  barusan kami melihat gambar-gambar yang akan jadi dekorasi baru IDC. Bayangkan jika Tim Burton dan Johnny Depp mendekorasi sebuah pusat data menggunakan warna-warna yang terinspirasi oleh empat musim dan sebuah masa yang lebih bebas.
Saya tertegun, tapi saya mengerti -  Johar tidak hanya menginginkan sebuah pusat data yang secara teknis bebas, tapi juga membuat sebuah kantor pusat data mencerminkan nilai-nilai itu.

Saya – Michael Smitty :-D

IDC yang baru masih dalam proses – baru dua dari empat musim yang selesai dibangun – tapi saya tidak sabar menunggu kantor itu selesai. Saya salut pada kegigihan Johar untuk tidak hanya membangun masa depan cerah untuk internet di Indonesia, tapi juga untuk menciptakan sebuah pusat data yang berwarna ceria. Tunggu saja event pertama Yahoo! dari IDC yang baru.

Baru-baru ini saya mengelilingi kantor IDC yang masih dibangun. Ada beberapa foto yang saya ambil, di antaranya:

Paling kiri adalah Johar Alam, di tengah adalah (indoweb), dan paling kanan adalah Jimmi Kembaren, karyawan terbaru Yahoo! Indonesia. Di sela-sela waktunya, Juny Maimun sibuk membangun Indoweb – konsumen terbesar dari bandwith internal Indonesia.

Foto-foto lain dari kantor IDC baru, cek di flickr ini: http://www.flickr.com/photos/dreampipe/sets/72157623530268726/

[Diterjemahkan oleh Isyana]

Categories: Developer, Komunitas Tags:

Nyaringnya kicauan dunia maya

February 19th, 2010 isyana 15 comments

Jejaring media sosial di Indonesia sekali lagi membuktikan betapa kuat ia mampu berbuat.

Saat Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Kominfo tentang Konten Multimedia, kicauan maya yang menyuarakan penolakan atas peraturan tersebut pun riuh bersahutan.

Melalui situs jejaring informasi Twitter, tweeps Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan potensi terjadinya pembatasan ekspresi ketika RPM Konten tersebut mulai berlaku. Mereka berkicau dengan menambahkan topik #tolakrpmkonten sebelum dikirimkan pada akun Twitter resmi milik Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.

Keriuhan ini pun kemudian terdengar oleh harian nasional terbesar Indonesia, Kompas, yang menjadikan penolakan atas RPM Konten tersebut sebagai headline pada 18 Februari 2010 lalu. Sebelumnya, media nasional lainnya, seperti Tempo lewat situs Tempo Interaktif pada 13 Februari 2010  juga sudah memberitakan lebih dulu. Harian Jakarta Globe pun menurunkan empat tulisan berbeda dan satu editorial khusus membahas keberadaan Rancangan Peraturan ini.

Situs berita Detikcom mengutip kritik dari praktisi teknologi informasi Onno W Purbo.  Vivanews memilih memasukkan dua poin keberatan dari Andrew Darwis, Chief Technology Officer sekaligus pendiri forum daring Kaskus, atas keberadaan Rancangan Peraturan ini.

Tak hanya media dan praktisi teknologi informasi, lembaga negara Mahkamah Konstitusi pun ikut urun kritik. Ketua MK Mahfud Md menilai penggunaan Peraturan Menteri tidak tepat untuk mengatur soal  kebebasan berbicara. Hanya peraturan tingkat undang-undang yang punya kekuatan itu. Pertanyaan juga datang dari kalangan DPR soal wilayah pengaturan dan sanksi Peraturan Menteri.

Asosiasi Warung Internet IndonesiaAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, situs berita Vivanews, LBH Pers, serta perwakilan blogger dari berbagai komunitas berbeda seperti Politikana dan Kompasiana, termasuk yang ikut menolak RPM Konten.

Materi lain  yang sering di-tweet ulang (re-tweet) oleh tweeps Indonesia sebagai alasan penolakan terhadap RPM Konten adalah tulisan pengacara Ari Juliano di situs komunitas Politikana.

Semuanya bermula ketika situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan siaran pers tertanggal 11 Februari 2010 tentang sikap resmi mereka “dalam menyikapi peningkatan maraknya penyalahgunaan layanan internet.”

Poin utama dalam pernyataan sikap tertulis itu terdapat di bagian tengah, bahwa Kementerian Kominfo menginformasikan keberadaan RPM Konten. Lewat RPM Konten, penyelenggara jasa multimedia dilarang untuk mendistribusikan, mentransmisikan, atau memungkinkan pengguna internet mengakses materi multimedia yang, menurut undang-undang, mengandung unsur pornografi atau melanggar kesusilaan.

Inilah yang dilihat oleh pengguna internet di Indonesia sebagai upaya represi atas kebebasan informasi di dunia maya. Alasannya, tidak ada pendefinisian jelas atas apa yang dimaksud dengan konten yang mengandung unsur pornografi tersebut.

Unsur pornografi bukan satu-satunya yang nanti akan dilarang muncul lewat RPM Konten. Penyelenggara jasa multimedia juga dilarang mendistribusikan konten perjudian, hal-hal yang menyinggung SARA, serta muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.

Konsekuensinya, penyelenggara bertanggungjawab mengecek serta menyaring berbagai muatan informasi dari pengguna internet, yang muncul di situs layanan mereka. Terhadap kewajiban ini, Andrew Darwis merasa bahwa sebagai penyelenggara dia akan kewalahan untuk mengimbangi air bah informasi yang mengalir setiap detiknya. Bayangkan saja betapa masif kuantitas informasi yang harus disaring jika setiap harinya ada 600 ribu orang yang mampir ke Kaskus.  Aliansi Jurnalis Independen pun ikut mengkhawatirkan keberadaan RPM Konten ini sebagai sebuah upaya membatasi kebebasan pers.

Belum cukup dengan pelarangan itu, Kementerian Kominfo pun akan membentuk sebuah Tim Konten Multimedia berisi 30 orang. Tim yang anggotanya dipilih oleh Menteri ini akan dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal. Komposisi anggota tim, 50:50 antara unsur pemerintah dan kalangan profesional atau ahli. Tim inilah yang nantinya bertugas melakukan pemeriksaan atas laporan dari masyarakat tentang konten yang dianggap bermasalah.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto pun memberi tanggapan atas kerasnya penolakan dari berbagai kalangan akan RPM Konten ini. Dalam sebuah jumpa pers, dia mencoba meredakan ketegangan  dengan mengatakan seluruh masukan dan tanggapan dari masyarakat yang muncul saat periode uji publik akan dikaji sebagai bahan perbaikan.

Harian berbahasa Inggris The Jakarta Post kemudian mengutip pernyataan Gatot, “I assure you…we will not go ahead with the current concept for the planned regulation.” Ia sempat menerima tanggapan dari publik lewat alamat surel gatot_b@postel.go.id. Sekjen Kominfo Basuki Yusuf Iskandar juga mencoba meyakinkan bahwa RPM Konten ini masih akan dibahas oleh staf internal Kementerian Kominfo sampai sebulan ke depan.

Karena sedang berada di Eropa, tak terdengar kicauan dari sudut milik Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. Meski begitu, Wakil Pemred Anteve Uni Lubis sempat men-tweet pesan pendek yang ia terima dari Tifatul, bunyinya: “SMS Menkominfo: Blm baca RPM Konten. Dan kalau isinya mengekang kebebasan berekspresi akan saya coret itu RPM ;-) ”. Selengkapnya pesan pendek yang diterima Uni pun kemudian dimuat situs berita Vivanews, berikut rencana Tifatul membatalkan pengesahan RPM Konten tersebut. Tifatul juga menyampaikan pembatalan RPM Konten tersebut, dengan alasan membelenggu pers, ke Kompas.

(Meski Tifatul sempat mengklaim ia belum membaca RPM Konten, narablog Herman Saksono mencatat bahwa Menkominfo pernah menyampaikan manfaat keberadaan peraturan tersebut pada BBC Indonesia, beberapa hari sebelumnya)

Presiden SBY pun sampai merasa harus ikut berkomentar tentang isu yang ia anggap “melebar ke sana kemari”. Setidaknya, dari komentar SBY, ia menangkap kekhawatiran pengguna internet akan adanya kemungkinan pembatasan kebebasan berbicara. Bahkan secara eksplisit, Presiden meminta para menteri-menterinya untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, agar tidak menimbulkan salah persepsi.

Ada beberapa hal yang menarik dicatat dari gelombang penolakan terhadap RPM Konten ini. Pertama, adalah pada sosok Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. Dengan latar belakangnya sebagai petinggi Partai Keadilan Sejahtera, ia dilihat seakan sebagai sosok pemimpin agama yang sedang berusaha ‘memurnikan’ internet nan majemuk. Penulis, serta editor majalah Madina dan situs RumahFilm Hikmat Darmawan, dalam blog pribadinya, mencoba menarik hubungan antara latar belakang Tifatul dan pendekatan ‘kepanikan’ sang Menteri saat harus berhadapan dengan perangkat dan norma digital itu.

Kedua, dan yang terpenting, adalah masyarakat Indonesia yang pernah hidup dalam era keterbelengguan informasi kini tegas-tegas menolak untuk kembali pada situasi itu.

Mereka menyadari betul makna dan harga kebebasan berbicara, serta sejauh mana mereka bersedia bergerak untuk membela kepentingan asasi tersebut. Apalagi sekarang, pada masa jejaring media sosial dan aktivisme internet sudah memberi bukti, bahwa yang ‘maya’ bisa menghasilkan kekuatan nyata. Bahwa ranah yang kerap disebut ‘maya’ itu kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari yang dianggap lebih nyata.

Anda tentu masih ingat akan petisi Facebook yang mendukung pembebasan penahanan dua Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, serta gerakan koin untuk membantu pembayaran denda atas kasus yang menimpa Prita Mulyasari, dan betapa tak ada lagi batas jelas antara yang ‘maya’ dan nyata.

Committee to Protect Journalist dalam laporan tahunannya di Tokyo, baru-baru ini juga menyoroti bagaimana media baru, dalam bentuk petisi daring, tweet dan mekanisme re-tweet, serta blog, bisa membantu melawan represi. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Iran.

Menurut Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon, “saat Anda bisa membuat blogosfer ‘berdengung’, atau Anda bisa membuat orang men-tweet ulang, atau menandatangani petisi dan menyampaikan informasi lewat jaringan sosial, maka Anda bisa mendapat perhatian dari media arus utama, sehingga itu dapat membangun groundswell (pengumpulan opini publik dalam waktu singkat) dan memengaruhi pemerintah.”

Dengan contoh terbaru, yaitu respons Menkominfo Tifatul Sembiring atas kesiapannya mencoret RPM Konten, sepertinya inilah yang kini (dan akan terus) terjadi di Indonesia. Bahwa gerakan jaringan media sosial daring yang cukup signifikan akan mendapat perhatian media arus utama, sehingga mampu mengubah posisi pemerintah.

ilustrasi diambil dari Mim milik Lantip

Categories: Berita, Komunitas Tags: , ,

Empat Puisi Cinta Di Hari Kasih Sayang

February 14th, 2010 Bangwin 22 comments

Hampir 160 buah komentar yang masuk menanggapi blog post Puisi Cinta, dan kebanyakan dari pengirim langsung menuliskan puisi-puisi cinta mereka pada badan komentar di bawah posting tersebut. Terima kasih buat kiriman puisi Anda…:-)

Dari seluruh komentar berisi puisi yang masuk, di antaranya ada 26 yang mengirimkan link dari halaman Yahoo! Mim mereka yang tentunya berisi Puisi Cinta juga. Perlu saya informasikan, berdasarkan blog post sebelumnya, ya 26 link inilah yang memenuhi syarat untuk kami pilih untuk kemudian empat puisi dari 26 puisi cinta tersebut akan kami pasang di halaman depan Yahoo! Indonesia.

Setelah berkutat beberapa jam, maka kami akhirnya memilih empat buah puisi cinta tersebut, yaitu:

1. Puisi yang berjudul “Ibu” yang dikirim oleh Bibidapieksis

2. Puisi yang berjudul “Untukmu” yang dikirim oleh prigeLisa

3. Puisi yang berjudul “Demi Cinta” yang dikirim oleh Silvia Ratna Juwita

4. Puisi yang berjudul “Sayang, Kau Dimana?” yang dikirim oleh Aang Arwani Aminuloh

Selamat dan simak di halaman depan Yahoo! Indonesia dalam beberapa hari ke depan, maka seluruh dunia akan bisa membaca Puisi Cinta Anda…:-)

RT-I: Republik Twitter Indonesia

January 25th, 2010 Dodi 2 comments

Johnny Depp mati. Hoax ini berawal dari daur ulang berita (?) enam tahun lalu yang, hari Minggu kemarin, menyebar begitu cepat. Di ranah media sosial bernama Twitter, tiba-tiba saja “RIP Johnny Depp” menjadi topik ngetren pada hari Minggu kemarin. Bila Anda sempat memperhatikan, penyumbang awal ramainya topik itu adalah tweeps Indonesia.

Itu bukan pertama kali pengguna Twitter Indonesia unjuk gigi. Mungkin Anda ingat bagaimana topik #indonesiaunite bisa diliput media arus utama dunia. Atau seperti belum lama ini, ketika Quraish Shihab muncul di deretan topik terlaris.

Hari itu, situs-situs berita menyiarkan sebuah pondok pesantren yang mengusulkan pengharaman rebonding rambut berdasar sejumlah alasan. Najwa Shihab, putri Quraish, mengomentari usul fatwa itu. Najwa men-tweet, mengutip ayahnya yang ahli tafsir ajaran Islam, “Allah indah dan menyukai keindahan. Selama tidak membawa dampak negatif…, itu boleh.” Tweet Najwa, yang tenar sebagai pembawa acara teve, lalu di-retweet berulang oleh entah berapa ribu warga “Republik Twitter Indonesia”.

Cuitan tweeps Indonesia agaknya tak bisa diremehkan. Inilah kekuatan suara-suara yang tak bisa dipungkiri. Twitter, atau lebih luas lagi ranah maya, telah menjadi saluran suara warga negara yang bangga dengan demokrasinya ini. Mashable baru-baru merilis posisi Indonesia di nomor enam pertumbuhan pengguna Twitter dunia, melebihi Australia, India dan Jepang.

Tapi, keriuhan suara jelas tak berhubungan dengan kebenaran informasi yang disebar beramai-ramai. Contohnya, seperti kita tahu: Johnny Depp masih hidup, dan sangat sehat!

Categories: Budaya, Komunitas Tags:

Kerjasama Vivanews dengan Yahoo! Indonesia

December 16th, 2009 Budi Putra No comments

Inilah sebuah rintisan yang dilakukan antara Vivanews, salah satu portal berita terkemuka di Indonesia, dengan Yahoo! Indonesia. Vivanews melakukan wawancara dengan tokoh yang sedang jadi berita, sementara Yahoo! Indonesia menawarkan sejumlah pertanyaan dari komunitas Yahoo! Answers Indonesia.

Tokoh pertama yang diwawancara untuk serial wawancara ini adalah Pasha, vokalis grup Ungu. Dua minggu sebelum wawancara, Tim Yahoo! Indonesia Answers mengajukan pertanyaan untuk komunitas Answers: “Jika Anda bisa bertanya langsung kepada Pasha (Ungu), apa yang ingin Anda tanyakan dan mengapa?

vivayahoopasha

Lebih dari 200 pertanyaan yang masuk, lalu tim Vivanews memilih beberapa pertanyaan, dan menanyakannya langsung kepada Pasha. Untuk kesempatan berikutnya, pertanyaan yang jadi “Best Answers” akan diusahakan menjadi salah satu pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara. Inilah hasil wawancara Vivanews dengan Pasha:

vivapasha

Siapakah tokoh berikutnya yang akan diwawancara? Simak terus Yahoo! Answers Indonesia

Skor sepakbola di Yahoo! Mobile

November 16th, 2009 Heriyanto No comments

mobile_yahoo

Indonesia merupakan salah satu negara penggemar sepakbola sekaligus pasar Internet bergerak yang berkembang sangat pesat. Untuk membidik komunitas ini, Yahoo! Mobile menghadirkan fitur penyajian skor sepakbola.

Untuk menikmati ini, caranya mudah: cukup ketikkan id.m.yahoo.com, alamat Yahoo! Mobile berbahasa Indonesia, pada browser di ponsel Anda –tentu yang sudah terkoneksi dengan GPRS, EDGE maupun 3G. Ketik nama liga atau klub sepakbola pada kotak pencarian dan tekan tombol Cari.

mobile_yahoo2

Sebagai contoh, Anda bisa mencari skor terkini liga-liga seperti “liga inggris”, “liga italia” atau “liga spanyol”.  Bisa juga mencari skor terkini klub kesayangan Anda seperti “arsenal”, “juventus” atau “real madrid”. 

Tak hanya skor terkini, jadwal pertandingan yang akan datang dan berita seputar sepakbola pun sudah ada di genggaman Anda. Selamat menikmati.

Twitter makin melesat di Indonesia

November 9th, 2009 Mira-W 1 comment

Twitter_256x256

Indonesia adalah satu dari pasar pengguna Twitter di dunia yang melesat pertumbuhannya, menurut CEO Evan Williams. Di saat pertumbuhan penggunanya melambat di Amerika, Evan mengakui bahwa pasar India, Jepang, Indonesia dan Brazil-lah yang menyeimbanginya.  Bekerjasama dengan operator Axis, Twitter sendiri baru saja meluncurkan layanan berbasis SMS di Indonesia.

Terlepas dari menyebarnya spekulasi tentang laba potensial, Evan menekankan bahwa perusahaan ini masih memfokuskan diri pada perbaikan produk ketimbang pencarian cara untuk mengumpulkan pendapatan.

Twitter yang memberikan keleluasaan bagi para penggunanya untuk menyebarkan berita secara online sebanyak 140 karakter itu, memperoleh pendapatan dari jutaan penggunanya. Menurut keterangan ComScore Inc, di Reston Virginia, perusahaan yang berbasis di San Francisco itu hingga bulan September lalu tercatat memiliki 20.9 juta pengguna, atau meningkat sebanyak 18 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

twitter

Twitter mempertimbangkan peningkatan penghasilan melalui pemasangan iklan di jaringan webnya dan dengan memberikan penggunanya akses data lebih mendalam. Banyak perusahaan telah menggunakan manfaat Twitter untuk berinteraksi dengan konsumen mereka dan juga difungsikan untuk menyebarkan informasi keuangan.

Evan melanjutkan lagi, bahwa banyak aktivitas komersial yang terjadi lewat Twitter saat ini. Bila Twitter banyak memberikan nilai tambah di dunia bisnis, maka ia tidak kuatir ambil bagian untuk perusahaannya.

Evan sendiri mengaku, tak ada penyesalan ketika Twitter menolak tawaran Facebook untuk membeli perusahaan ini tahun lalu. Ia tidak melihat adanya alasan kuat untuk menjual perusahaan, karena poin yang ingin ditekankan adalah, bagaimana mengembangkannya, dan “bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah perusahaan besar.”

Categories: Berita, Komunitas, Seluler Tags: , ,

Kompetisi Mendandani Yamster

November 2nd, 2009 Bangwin No comments

Hari Jumat pekan lalu, Tim Yahoo! Indonesia Answers menggelar Kompetisi Mendandani Yamster atau Avatar untuk Halloween. Semua pengguna Yahoo! Answers diajak mengadu kreatifitas mendandani “Yamster” (Yamster adalah sebutan hamster yang menjadi maskot Yahoo! Answers). Walaupun kegiatan ini hanya berlangsung selama dua hari, tapi cukup mendapatkan perhatian dari para pengguna Yahoo! Answers di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, Tim Yahoo! Indonesia Answers akan memberikan hadiah bagi para pemenangnya. Silahkan simak para finalis yang sudah mengirimkan hasil kreasinya di sini. Menarik bukan?

Oh ya, kira-kira menurut Anda kegiatan apa saja yang menarik untuk kita lakukan bersama?