Johar dan kebebasan berekspresi IDC
Semuanya berawal waktu saya minta saran dari Pontus, Direktur Yahoo! Indonesia, siapa kira-kira yang cocok jadi juri untuk Yahoo! Open Hack Day pertama di Asia Tenggara yang berlangsung di Jakarta. Pontus pun menyebut nama Johar Alam – pendiri IDC Indonesia .
Keunikan identitas IDC dari sebagian besar penyedia layanan server lainnya, sudah bisa terbaca dari slogan mereka: IDC Indonesia the First Neutral Data Center in Indonesia.
Awalnya, pernyataan “pusat data netral pertama di Indonesia” mungkin terdengar biasa saja. Tetapi, dari pengalaman saya, IDC adalah yang pertama di dunia.
Foto di atas bisa saja diambil dari banyak pusat data lainnya di berbagai belahan dunia. Ada yang berpendapat bahwa rak itu terlihat berantakan dan butuh dirapikan. Apapun penilaian Anda, foto ini tidak bisa sepenuhnya menggambarkan apa yang sedang Anda lihat.
Foto itu menunjukkan bahwa setiap penyedia jasa internet di Indonesia terhubung antarrak. Semuanya tercolok ke semacam sakelar gigabit yang masuk ke tulang punggung IDC. Tanpa peering arrangements, kontrak, atau hal-hal aneh – internet Indonesia tergabung jadi satu. Dan Johar berada di belakang semua ini.
Saya tidak menyadari situasi ini (dan dampaknya) sampai saat saya menyaksikan sendiri fenomena pengkabelan ini di kantor lama IDC. Kebanyakan para geek internet akan berdecak, memikirkan bagaimana Johar melakukannya. Sampai sekarang, saya masih tidak habis pikir.
Kemudian saya menghabiskan lebih banyak waktu bersama Johar di IDC. Dari situ saya menyadari, sikap keterbukaan yang khas Indonesia ada di segala hal yang Johar lakukan - termasuk dengan apa yang terjadi di IDC. Johar sangat percaya pada kebebasan ekspresi dan internet lokal. Akses Indonesia terhadap internet, menurut Johar, adalah hal terpenting dari kebebasan berekspresi.
Berkunjung ke IDC memungkinkan Anda untuk merasakan keramahan khas Indonesia dari Johar dan istrinya, serta kultur kebebasan di IDC. Sekarang saya sudah cukup sering ke sana untuk menjadi terbiasa.
Saya menitipkan pesan pada resepsionis agar menyampaikan pada Johar bahwa saya sudah datang. Lalu saya ke ruang pertemuan, menuangkan teh, dan log-in ke koneksi wi-fi gratis di IDC. Tak butuh password, karena itu akan sangat berlawanan dengan ‘kebebasan’ IDC.
Biasanya saya akan langsung mengecek surel. Saat saya ingin merokok, maka saya akan mengisapnya sembari menunggu Johar. Anda boleh merokok di ruang pertemuan itu karena Johar juga merokok. Tapi yang lebih penting, mencegah orang lain merokok adalah hal yang bukan Indonesia.
Sebulan lalu, dalam salah satu kunjungan regular saya ke IDC, Johar bilang dia ingin menunjukkan sesuatu pada saya dan Pontus. Kata Johar, ini rahasia. Jangan ceritakan pada siapa-siapa. Bekerja untuk Yahoo!, saya terbiasa menjaga rahasia. Jadi permintaan Johar bukanlah hal aneh. Diminta menjaga rahasia berarti saya diizinkan melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat banyak orang. Itulah yang terjadi.
Pontus dan saya bergegas ke ruangan presentasi IDC yang besar dengan Johar dan istrinya. Johar meredupkan lampu, menuangkan teh untuk semua orang, dan memasang sebuah film dari komputer jinjingnya.
Sebenarnya saya belum mengerti apa yang saat itu saya lihat. Beberapa nama musim disebutkan, ada juga tentang ekspresi diri, dan musik yang menghentak, berpadu dengan warna-warna psikedelia. Saya penasaran dan sedikit heran. Saya kenal Johar, sehingga saya tahu ini adalah rencananya. Pontus pun terlihat sama bingungnya seperti saya.
Lampu kembali menyala. Johar terlihat bangga pada dirinya sendiri. Saya pun menanyakan sesuatu yang, saya yakin, sudah diantisipasi oleh Johar. “Apa itu?”
“Itu tadi,” kata Johar – “adalah IDC yang baru!”
Barulah saya sadar - barusan kami melihat gambar-gambar yang akan jadi dekorasi baru IDC. Bayangkan jika Tim Burton dan Johnny Depp mendekorasi sebuah pusat data menggunakan warna-warna yang terinspirasi oleh empat musim dan sebuah masa yang lebih bebas.
Saya tertegun, tapi saya mengerti - Johar tidak hanya menginginkan sebuah pusat data yang secara teknis bebas, tapi juga membuat sebuah kantor pusat data mencerminkan nilai-nilai itu.
Saya – Michael Smitty
IDC yang baru masih dalam proses – baru dua dari empat musim yang selesai dibangun – tapi saya tidak sabar menunggu kantor itu selesai. Saya salut pada kegigihan Johar untuk tidak hanya membangun masa depan cerah untuk internet di Indonesia, tapi juga untuk menciptakan sebuah pusat data yang berwarna ceria. Tunggu saja event pertama Yahoo! dari IDC yang baru.
Baru-baru ini saya mengelilingi kantor IDC yang masih dibangun. Ada beberapa foto yang saya ambil, di antaranya:
Paling kiri adalah Johar Alam, di tengah adalah (indoweb), dan paling kanan adalah Jimmi Kembaren, karyawan terbaru Yahoo! Indonesia. Di sela-sela waktunya, Juny Maimun sibuk membangun Indoweb – konsumen terbesar dari bandwith internal Indonesia.
Foto-foto lain dari kantor IDC baru, cek di flickr ini: http://www.flickr.com/photos/dreampipe/sets/72157623530268726/
[Diterjemahkan oleh Isyana]















