Archive

Archive for the ‘Budaya’ Category

Andre Surya – Nama Lokal, Prestasi Internasional

June 11th, 2010 lika 607 comments

Iron Man. Terminator Salvation. Star Trek.

Penggemar film atau bukan, hampir semua orang mengenali judul film-film box office di atas. Tapi tahukah Anda bahwa salah satu yang ikut “bertanggung jawab” atas kecanggihan special effects film-film tersebut adalah seorang anak muda asli Indonesia?

Andre Surya

Perkenalkan, Andre Surya.
Namanya muncul di kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai Digital Artist. Dia juga terlibat dalam pengerjaan film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of the Fallen.

Pria kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1984 ini adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia di divisi Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Lucasfilm sendiri adalah salah satu production company tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star Wars.

Pria yang kini berdomisili di Singapura ini sekarang sedang sibuk mengerjakan proyek film besar yang rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. Tapi ia masih menyempatkan diri untuk berbincang dengan editor Yahoo! Indonesia supaya Anda semua bisa mengenalnya lebih dekat.

Coba ceritakan siapa itu Andre Surya.
Saya lahir di Jakarta, 1 Oktober 1984. Lahir dan dibesarkan di kota ini. Selain hobi main bola, saya juga punya ketertarikan di bidang 3D. Saat ini saya single dan tinggal di Singapore, bekerja di divisi Industrial Light and Magic Singapore di bawah Lucasfilm Singapore.

Belajar 3D dari mana?
Saya dulu kuliah di Untar, ambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Tapi kemudian saya dapat kesempatan untuk kerja di Polaris 3D, sebuah perusahaan advertising and architectural visualization di Jakarta. Setelah itu saya memutuskan untuk terus bekerja dan nggak melanjutkan studi saya di Untar. Jadi saya di Untar cuma satu tahun, terus lanjut ke Kanada untuk ambil diploma di bidang Film and Special Effects di Vanarts, sebuah sekolah film di Vancouver. Tapi sebagian besar pengetahuan dan keterampilan 3D justru saya pelajari sendiri tanpa training dan sekolah. Saya udah mulai mempelajari Computer Graphic sejak kelas 1 SMA. Jadi kalo dihitung, kira-kira 10 tahun yang lalu.

Apa aja prestasi yang udah pernah kamu capai?
Saya beberapa kali memenangkan penghargaan, baik lokal maupun internasional. Contohnya, gambar buatan saya yang berjudul Somewhere in the Sky pernah ditampilkan di CGOVERDRIVE, konferensi Computer Graphic terbesar di Asia. Gambar itu juga memenangkan Excellence Award di buku Elemental 2 terbitan Ballistic Publishing dan Best Artwork Awards di Indocg Showoff Book, sebuah buku kumpulan CG art Indonesia. Lalu gambar saya yang berjudul City of Enhasa juga memenangkan juara satu di Future World Contest di www.3dkingdom.org

Jelaskan dong seperti apa pekerjaan seorang digital artist.
Digital artist mengerjakan banyak hal seperti modelling, layout, lighting, dan compositing.
Modelling itu proses pembuatan model itu sendiri, seperti mobil, robot, dan sebagainya. Layout itu proses matching camera CG (computer graphics) dengan background aslinya. Lighting itu proses kreatif agar 3D yang di-produce terlihat menarik dan menyatu dengan background-nya aslinya dalam scope posisi cahaya. Sedangkan compositing itu proses penyatuan semua elemen yang ada.

Di dalam sebuah film, rata-rata ada lebih dari 70 orang digital artist, terutama bila film itu skala besar, seperti Iron Man 2. Saya bekerja dalam tim yang masing-masing punya skill dan role sendiri.

Apa yang membuat kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini?
Karena ini hobi saya. Saya suka banget mengerjakan 3D dan saya juga dari dulu memang ingin bekerja di industri film. Buat saya ini adalah pekerjaan impian. Waktu masih kuliah, kadang-kadang saya mengkhayal bagaimana rasanya mengerjakan visual effects untuk sebuah film besar dan melihat nama kita muncul di credit title film itu. Sekarang semuanya udah benar-benar terwujud.  It’s simply a dream come true!

Apa film pertama yang kamu kerjakan?
Proyek feature film pertama saya itu Iron Man. Film ini juga yang saya anggap sebagai batu loncatan. Di situ saya ngerjain bagian lighting saat Iron Man terbang pertama kali.

Bagaimana ceritanya sampai bisa bekerja untuk Lucasfilm?
Ceritanya lumayan panjang sih, dan nggak gampang juga. Sederhananya begini deh. Sejak wawancara pertama sampai akhirnya saya diterima kerja di Lucasfilm itu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Awalnya saya wawancara di Ottawa, Kanada, lalu wawancara lewat telepon oleh Lucasfilm Singapore, lalu ada wawancara kedua, dan baru setelah itu lah saya dikabari bahwa saya diterima.

Waktu itu memang melamar ke Lucasfilm?
Saya ngelamar di Lucasfilm US sewaktu saya sudah lulus sekolah tapi dikarenakan visa kerja US yang cukup sulit dan mereka membuka studio di Singapore maka saya ditransfer kesana. Ada beberapa orang Indo yang kerja di Lucasfilm Singapore, terutama di bidang IT, games, dan TV series, tapi di bidang Visual effects untuk feature film (ILM), artistnya sekarang ini hanya saya satu-satunya yang orang Indonesia.

Somewhere in the Sky, gambar Andre yang banyak memenangkan penghargaan.

Apa keterampilanmu yang paling dibanggakan?
Saya paling suka lighting, dan and I feel that it’s my best skill.

Dari semua film yang pernah kamu kerjakan, yang mana yang paling berkesan?

Yang paling exciting adalah Transformers: Revenge of the Fallen, soalnya sebagian besar tugas saya di proyek itu adalah mengerjakan lighting.

Apa suka dan duka yang dialami sebagai digital artist?

The best part is, kamu melakukan hal yang paling kamu sukai, dan dibayar untuk itu. Plus, melihat nama kita terpampang di credits sebuah feature film ternama itu benar-benar hal yang tak ternilai. Kekurangannya…, jujur aja saya nggak bisa menemukan apa nggak enaknya jadi digital artist. Jadi jawabannya: there is no worst part of being digital artist for me.

Apa film favorit kamu?
Sampai saat ini sih Avatar masih jadi film favorit saya. Secara teknologi juga film ini yang menurut saya paling oke. Saya ingin suatu hari nanti bisa terlibat dalam proyeknya James Cameron.

Saat ini 3D sedang jadi trend di industri film. Menurut kamu, sampai berapa lama ini akan bertahan?
Saya rasa 3D akan bertahan cukup lama dan masih akan jadi trend hingga 10 tahun ke depan, atau bahkan lebih.

Menurut kamu, mungkinkah filmmaker Indonesia membuat film 3D dengan kualitas baik?
Saya yakin bisa. Saya sendiri kenal beberapa orang Indonesia yang sangat berbakat dan skill mereka juga bertaraf International. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan besar di bidang 3D di luar negeri. Kalau saja mereka semua balik ke Indonesia dan membuka satu perusahaan dengan kualitas standard International, dengan bakat dan skill yang mereka punya, saya rasa sangat memungkinkan bila Indonesia menghasilkan film-film dengan kualitas standard International.

*Ingin tahu lebih banyak tentang Andre Surya? Sila cek situs pribadi Andre Surya di http://www.as07.com  atau langsung kirim email ke as07@hotmail.com

Categories: Blog, Budaya, Di Balik Layar, Wawancara Tags:

Sambil Menyelam, Menikmati Alam

May 20th, 2010 marg 273 comments

Kepulauan Karimun Jawa, yang terkenal dengan kekayaan terumbu karangnya.

Sebagai negara kepulauan, tak heran jika Indonesia menyimpan begitu banyak ‘permata’ di balik lautnya. Terumbu karang yang cantik dengan penghuninya yang tidak kalah beragam tersebar di berbagai daerah. Majalah Unearthing Asia memilih 8 lokasi menyelam favorit di Indonesia. Sebelum berkeliling ke negara lain, Anda harus mendatangi tempat-tempat ini!

Bintan, Riau

Bintan menawarkan 18 km pantai pasir putih dengan biota laut yang kaya. Tidak jauh dari pantai, Anda bisa melihat ngarai laut sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, tempat yang sempurna untuk belajar menyelam. Anda juga bisa menjelajahi kapal tanker tua yang telah lama tenggelam.

Pulau Seribu, Jakarta

Jika kita membayangkan Jakarta, maka yang muncul di benak adalah gedung bertingkat dan jalanan macet. Siapa sangka, di Jakarta kita juga bisa menikmati keindahan laut. Kepulauan Seribu, rumah bagi terumbu karang yang cantik, hanya berjarak satu hingga dua jam dari dermaga Marina, Jakarta dengan kapal cepat. Beberapa pulau yang terkenal adalah Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara. Anda cukup menyewa kapal yang lebih kecil untuk menuju lokasi menyelam, yang tidak kalah indah dengan daerah lain di Indonesia.

Terumbu Karang di Karimun Jawa, gambar diambil dari atas kapal.

Karimun Jawa, Jawa Tengah

Selain Kepulauan Seribu, Laut Jawa masih memiliki surga terumbu karang lain, yaitu di utara Semarang, Jawa Tengah. Kepulauan Karimun Jawa terdiri dari 27 pulau yang dilingkupi deretan terumbu karang koral biru Acropora. Di Karimun Jawa Anda juga bisa melihat bangkai Indonour, kapal dagang yang tenggelam tahun 1955. Jangan lupa berenang dengan bayi hiu di lokasi penangkaran!

Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Sekitar 50 mil Tanjung Redeb, Ibukota Kabupaten Berau, terdapat terumbu karang yang spektakuler dan gua bawah laut. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi menyelam, dengan keunikan tersendiri. Beberapa lokasi paling terkenal adalah  sekitar Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.

Di Sangalaki, Anda bisa melihat berbagai jenis ikan pari, sotong dan hiu macan. Anda juga bisa mengamati kura-kura raksasa meletakkan telur di malam hari. Sedangkan di Pulau Kakaban terdapat danau air asin berisi ubur-ubur tak bersengat. Dan di Pulau Maratua, Anda akan menemukan barakuda serta tuna. Jika beruntung, Anda bahkan bisa melihat hiu martil dan delapan jenis lumba-lumba.

Pulau Komodo, Flores

Tidak hanya komodo yang mengisi Pulau Komodo. Di bawah laut, terdapat berbagai jenis ikan bewarna-warni yang sangat indah. Lokasi menyelam di Pulau Komodo, seperti Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah, adalah salah satu yang terindah di Indonesia. Anda juga bisa menuju daerah barat Flores seperti Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca and Pulau Nusa Node.

Nusa Penida, Bali

Pulau Nusa Penida terletak satu jam dari Bali, dan memiliki salah satu terumbu karang paling sehat yang bisa terlihat jelas dari jarak 15 hingga 35 meter.  Ada berbagai lokasi menyelam di daerah utara pantai. Silakan mencoba menyelam di Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, untuk Anda yang sudah berpengalaman dan mencari tantangan.

Bunaken, Sulawesi Utara

Bunaken punya reputasi internasional untuk keindahan 16 lokasi menyelamnya, termasuk lereng 30 meter yang menjadi rumah berbagai spesies ikan dan biota laut. Beberapa lokasi menyelam utama adalah Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan gunung berapi laut bernama Manado Tua.

Selat Lembeh, Sulawesi Utara

Masih di Sulawesi Utara, terdapat satu lagi surga menyelam, yaitu di Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal dengan biota lautnya yang unik, seperti gurita bunglon, kuda laut mini, ikan katak dan sotong flamboyan. Namun hati-hati, Selat Lembeh hanya cocok untuk penyelam berpengalaman.

Categories: Budaya Tags:

Diet teraneh dunia

May 18th, 2010 marg 221 comments

Seberapa gila Anda untuk melihat jarum timbangan bergerak ke kiri?

Menjadi kurus sudah menjadi obsesi manusia sejak dulu kala. Orang rela melakukan apa saja untuk menurunkan berat badan, bahkan cara yang paling tak masuk akal sekalipun. Berikut ini daftar diet teraneh dari seluruh dunia dari berbagai masa. Ingat, daftar ini BUKAN untuk ditiru!

1727: Jauhi rawa

Di tahun 1727, Thomas Short menulis sebuah thesis tentang bagaimana orang bertubuh gemuk cenderung tinggal di dekat rawa. Sarannya, orang yang kelebihan berat badan harus pindah ke daerah yang lebih kering untuk menghindari dampak kehidupan rawa. Ini mungkin bukan strategi diet terbaik, tapi setidaknya saran memilih perumahan yang tepat

1800: Kelaparan

Di pertengahan abad ke-19, kalangan kelas menengah dan aristokrat Eropa Barat hidup dalam kelaparan agar bisa memenuhi standar kekurusan era Victoria, yang diasosiasikan dengan kesucian dan feminitas.

1820: Diet cuka

Penyair yang menderita anoreksia dan bulimia, Lord Byron, mempopulerkan diet cuka di tahun 1820. Untuk membersihkan diri, ia akan minum banyak cuka dan air setiap harinya, ditambah segelas teh dengan telur mentah. Efeknya adalah muntah dan diare. Tidak heran ia jadi kurus.

1903: Hanya mengunyah

Seorang agen seni dari San Francisco Horace Fletcher dikenal sebagai ‘Raja Mengunyah’ setelah berhasil kehilangan 20 kg untuk mengunyah…dan tidak menelan. Setelah menjadi terlalu kurus, ia mengubah metodenya menjadi mengunyah 32 kali lalu membuang ampasnya. Menurut Horace, tubuhnya akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanpa menambah berat badan.

1925: Diet rokok

Sulit membayangkan bahwa rokok digunakan sebagai diet, tapi di masa lalu, beberapa perusahaan rokok mempromosikan rokok dapat meredam rasa lapar. Sebuah iklan Lucky Strike bahkan berbunyi “Nyalakan Lucky dan Anda tak akan merindukan manisan yang membuat Anda gemuk.”

1928: Diet daging dan lemak

Penjelajah kutub utara, Vilhjalmur Stefansson sangat kagum akan sehatnya suku Inuit meski hanya makan daging karibu, ikan mentah, dan jarang makan sayur atau buah. Stefansson mengklaim ia telah mencoba diet ini dan membuktikan efektivitasnya. Dokter memeriksa kesehatannya selama beberapa bulan dan ia dinyatakan sehat.

Awal tahun 1930: Sabun pelangsing

Hapus lemak dengan air? Terdengar begitu indah! Di awal tahun 1930, muncul produk seperti “Fatoff,” “Fat-O-NO” and “La-Mar Reducing Soap” yang menglaim bisa membuat pemakainya kurus hanya dengan mandi. Namun sabun ini tidak punya mantra ajaib. Mereka cuma sabun biasa dari potasium klorida dan bahan lainnya.

1954: Diet cacing pita

Anda mungkin jijik dengan cacing parasit yang hidup dalam usus dan menyerap gizi dari tubuh. Tapi bagi beberapa orang, ini malah dijadikan cara penurunan berat badan. Sekelompok orang mulai memakan kista cacing agar bisa makan tanpa menjadi gemuk. Efek samping memelihara cacing pita termasuk bahwa cacing bisa tumbuh bermeter-meter dalam usus, menyebabkan meningitis maupun demensia.

1960: Diet tidur

Logika di balik diet ini adalah: Anda tidak makan saat tidur. Maka jika Anda tidur lebih banyak, berat badan Anda akan turun. Pengikut diet ini (seperti Elvis Presley) akan berusaha tidur berhari-hari untuk menurunkan berat badan.

1980-2000: Diet nafas

Kebanyakan diet menyarankan kita untuk mengurangi makanan tertentu, seperti daging, kabohidrat atau gula. Tapi diet nafas menuntut pengikutnya untuk meninggalkan SEGALANYA. Anda hanya boleh makan udara. Diet nafas percaya jika manusia hidup dalam harmoni, maka Anda tak butuh lagi makanan atau tidur.

2000: Diet mata

Pernah menyadari bagaimana banyak restoran cepat saji menggunakan warna merah dan kuning di logo mereka? Konon, warna tersebut merangsang nafsu makan. Sebaliknya warna biru dapat meredam nafsu makan. Sebuah perusahaan Jepang, menciptakan kaca mata diet bewarna kebiruan yang membuat makanan terlihat tidak menarik dan membuat Anda tak ingin makan.

2000: Menjepit telinga

Metode menekan selera makan dengan menjepit tulang muda telinga bagian dalam adalah berdasarkan akupuntur Cina, dimana jarum ditinggalkan di telinga selama satu minggu. Lalu jepitan ditinggalkan selama 6 minggu hingga tiga bulan, setelah itu tubuh Anda akan terbiasa dan kehilangan efektivitasnya. Metode ini tidak terbukti efektif, malah justru bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan telinga.

2000: Diet kapas

Siapa butuh makan jika kapas yang tak berkalori bisa membuat Anda kenyang? Pengikut diet ini memakannya kering, atau dicelup gelatin. Kapas mengandung banyak serat, sayangnya, bukan serat yang dibutuhkan manusia.

Categories: Budaya Tags:

Lain Daerah, Lain Mie-nya

May 14th, 2010 marg 198 comments

Tidak salah jika kita menyebut mie sebagai makanan khas Indonesia. Di Jakarta Food and Fashion Festival yang digelar dari tanggal 12-23 Mei di Kelapa Gading, ada sederetan gerai mie dari berbagai daerah di seluruh nusantara.

Meski bahan utamanya sama, namun bumbu dan lauk yang digunakan berbeda-beda, sesuai dengan makanan khas tiap daerah. Yuk melihat apa saja jenis bakmie yang membentang dari Sabang sampai Merauke plus keunikan tiap mie!

1. Mie Aceh

Seperti makanan dari daerah Melayu, Mie Aceh banyak menggunakan rempah dan cabai. Mie Hokkien yang digunakan, dicampur dengan kuah mirip bumbu rendang, menjadikan sajian mie berkuah kental kemerahan.

2. Mie Palembang

Mie khas daerah Sumatera Selatan dinamai mie celor, yaitu mie yang dicelor (diaduk) dengan taoge, plus saus campuran udang dan kelapa dan disajikan dengan telur, udang, serta bawang.

3. Mie Bangka

Keistimewaan mie Bangka adalah penggunaan banyak toge, dan tahu kok, sejenis baso tahu khas daerah Bangka. Hampir mirip dengan Mie Bangka adalah Mie Belitung. Namun Mie Belitung menggunakan udang daripada irisan daging ikan.

4. Mie Jawa

Mie Jawa adalah mie telur yang direbus dengan kuah kaldu ayam, dicampur dengan kol dan telur. Bentuk lain dari mie Jawa kuah adalah mie Jawa goreng, dimana mie akan ditumis dengan bawang putih dan bumbu lain sebelum disiram kuah kaldu.

5. Mie Jakarta

Mie Jakarta lebih sering dikenal sebagai mie juhi. Seperti namanya, mie telur yang telah direbus disajikan dengan potongan juhi, kol, risol, tomat serta disiram kuah.

6. Mie Cakalang

Manado terkenal dengan makanan hasil lautnya. Tak heran menu mie dari daerah ini pun punya ciri khas sajian ikannya, yaitu ikan cakalang. Hidangan mie yang telah dimasak dengan tuna akan disajikan dengan kuah dan dibubuhi abon cakalang. Jangan lupa, agar rasanya semakin ‘Manado’, mie dimakan dengan sambel super pedas, yaitu lombok hijau yang dicampur dengan cuka, air dan garam.

7. Mie Kering Makasar

Meski disebut mie kering, hidangan dari Makassar ini tetap disajikan dengan kuah. Resep mie kering terinspirasi menu I Fu Mie ala Tionghoa, dimana mie kecil akan dipanggang dulu hingga kering lalu disiram dengan kuah kental berisi sayuran dan daging.

Tentu saja masih banyak lagi jenis mie-mie lain dari seluruh nusantara yang belum didaftar disini. Mungkin Anda mau berbagi resep mie dari daerah Anda?

Categories: Budaya Tags:

Ladya di tengah Satwa

May 12th, 2010 lika 55 comments

Meroket sejak Ada Apa dengan Cinta. (Foto: Budi Cuprit)

Tidak seperti Dian Sastro atau Titi Kamal, nama Ladya Cheryl tidak terlalu banyak disorot media massa. Sejak sama- sama jadi pemeran utama di film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tahun 2002, nama mereka langsung meroket naik. Dian Sastro dan Titi Kamal terus terseret ke puncak popularitas. Yang satu jadi bintang iklan sabun kecantikan, yang lain mulai jadi incaran pemburu gosip.

Sedangkan Ladya, meski sempat tampil sebagai pemeran utama di film Biarkan Bintang Menari (2003), memilih untuk bekerja layaknya “orang biasa” sebagai fashion stylist di sebuah majalah remaja pria.

Banyak yang tak tahu bahwa di sela-sela kehidupannya yang “normal” itu, Ladya tak pernah meninggalkan akting. Tahun 2005 dia tampil di film pendek berjudul Kara, Anak Sebatang Pohon. Di film inilah untuk pertama kalinya aktris kelahiran 11 April 1981 ini bekerja sama dengan Edwin sang sutradara. Film yang dimaksudkan sebagai tugas akhir kuliah Edwin di Institut Kesenian Jakarta ini akhirnya mencatat sejarah sebagai film pendek Indonesia pertama yang diputar di Director’s Fortnight Cannes Film Festival 2005.

Ladya kemudian membuat beberapa film lagi dengan Edwin. Hulahoop Sounding (film pendek, 2008), Trip to the Wound (film pendek, 2008), dan Babi Buta yang Ingin Terbang (feature film, 2008).  Tapi namanya baru kembali mencuat setelah berperan sebagai gadis sakit jiwa di film Fiksi yang disutradarai Mouly Surya. Film ini memenangkan penghargaan Film Terbaik di FFI 2008 dan diputar di berbagai festival film internasional.

Tahun ini, Ladya kembali berkolaborasi dengan Edwin untuk film Postcard from the Zoo. Digarap oleh rumah produksi Babibuta Films, Postcard from the Zoo bercerita tentang Lana, seorang gadis yang ditinggalkan orang tuanya di kebun binatang Ragunan sejak masih berusia 3 tahun. Sejak saat itu, ia dibesarkan di Ragunan oleh para perawat satwa, sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari kebun binatang dan berkelana mengarungi kota Jakarta.

Agar bisa menjiwai karakter Lana dengan baik, sejak dua bulan lalu aktris yang bercita-cita main film bareng Stephen Chow ini menghabiskan waktu di kebun binatang Ragunan. Yahoo! Indonesia sempat berbincang-bincang dengan Ladya saat dia sedang asyik mengamati Rico, jerapah jantan di Ragunan.

Yahoo!: Postcard from the Zoo kabarnya akan diputar di Cannes Film Festival tahun ini?
Ladya: Jadi, sebenarnya Postcard itu udah kami bikin film pendeknya. Gunanya buat cari investor untuk bikin film ini. Nggak sempat diputar di sini sih, tapi sempat ikut workshop film di Itali, Torino Film Lab. Di Cannes nanti film ini nggak ikut festivalnya, tapi ikut sebuah program di mana filmmakers dari berbagai negara bisa saling konsultasi untuk mengembangkan naskah film yang lagi digarap.

(Untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi di program bernama L’Atelier Cannes ini. Film pendek Postcard juga akhirnya mendapatkan Top Prize di Torino Film Lab dan menjadi satu dari 12 film di dunia yang diikutsertakan di ajang Sundance Screenwriters Lab).

Akrab dengan Rico si jerapah. (Foto: Dave Lumenta, Dok. Babibuta Film)

Yahoo!: Apa saja yang udah didapat setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu di kebun binatang?
Ladya: Waktu pertama kali film ini mau dibuat, datang ke kebun binatang Ragunan pun aku baru pertama kali. Biasanya ke Taman Safari doang. Sejak itu aku mulai kontinyu ke sini untuk lihat-lihat keadaan dan bersosialisasi dengan perawat-perawat satwa. Aku juga memperhatikan perilaku satwa, harus tahu kapan satwa merasa nyaman atau terganggu, kapan mereka merasa lapar, itu keliatan tuh dari gerak-geriknya.

Lalu selain ngasih makan, tugas perawat satwa tuh apa lagi sih? Ternyata mereka juga harus memperhatikan tingkah laku satwa itu. Pernah satu kali si jerapah makan pelet dari bawah, ternyatah idungnya kena batu, berdarah. Perawat musti lihat yang kayak gitu. Kalo nggak diperhatiin, saat tiba-tiba luka atau ada apa-apa kan mereka nggak tau.

Yahoo!: Apakah ada bedanya orang-orang yang “hidup” di dalam kebun binatang dengan orang-orang pada umumnya?
Ladya: Selain baju seragamnya sih sebenarnya nggak jauh beda. Tapi setelah bersosialisasi dengan perawat-perawat di sini, aku jadi tahu lebih banyak. Orang suka protes kalau kandang kotor, padahal kami punya jadwal kebersihan setiap pagi hari sebelum pengunjung datang dan sore hari setelah pengunjung pulang. Masing-masing perawat bertanggung jawab atas sekeliling area kandang, dan kandangnya bukan kayak kandang anjing yg cuma sepetak. Ini luas banget! Dan kami juga nggak bisa memantau setiap kali ada yang buang sampah di sembarang tempat. Tempat sampah kami sediakan banyak banget, di sepanjang kandang jerapah aja ada 5, tapi pengunjung buang sampahnya di mana coba? Kesadaran masyarakat masih kurang.

Yahoo!: Udah akrab sama satwa apa saja?
Ladya: Macem-macem sih, masih lihat keadaan. Yang udah aku puterin baru sekitar jerapah, zebra, rusa, kuda nil, dan harimau. Masih pengen liat-liat yang lain juga sih. Sekarang ini karena baru mau 2 bulan, inginnya lihat garis besarnya dulu lingkungan di sini seperti apa. Aku harus bisa ngerasain gimana cara orang-orang sini bertutur kata, gimana perilakunya, kan mereka hidup di dalam kandang dari pagi sampai jam 4 sore.

Yahoo!: Sempat takut nggak, waktu pertama kali harus bergaul dengan satwa?
Ladya: Awalnya takut. Tapi memang harus takut dan hati-hati, jangan sampai berani tapi jadinya blo’on. Kita musti tahu satwa itu merasa terganggu nggak? Merasa terancam nggak, dengan adanya orang baru di sekitar areanya? Jerapah dan zebra itu nggak suka kalo ada orang yang mengendap-endap dari belakang. Sebenarnya hampir semua binatang sih, kalo ada makhluk yg mengendap-endap dari belakang tuh mereka nggak suka. Tapi yang penting feeling. Perawatnya juga bilang, “Yang penting kamu mantap dan hati oke sebelum masuk kandang dan ada di satu area sama mereka. Kalo kamu ragu, mending pelan-pelan aja.

Yahoo!: Binatang favorit yang ada di sini?
Ladya: Belum ada sih. Tapi kamu musti main-main ke tempat kuda nil! Pertama juga aku bingung, di mana letak lucunya kuda nil ya? Binatang seberat itu? Yang kalo bayinya lahir aja, beratnya bisa sampai 25 kilogram? Tapi begitu liat bayi kuda nil ini lahir, lucu banget sih, memang. Muka bayi binatang tuh sama kayak muka bayi manusia, kepolosannya masih terpancar. Jadi aku gemes aja. Kalau perawat-perawatnya sih memang udah panggilan jiwa. Orang yang masuk ke lingkungan binatang biasanya memang yakin bahwa inilah hidup yang dia pilih.

Yahoo!: Udah pernah ngasih makan?
Ladya: Jerapah udah. Kuda nil juga pernah. Dulu di kandang jerapah nggak ada pembatas. Belum ada palang, jadi jerapah bisa keluarin kepalanya ke pengunjung dan pengunjung bisa kasih makan langsung. Tapi karena perawat nggak bisa kontrol pengunjung, takutnya mereka kasih makan yang berbahaya. Misalnya dulu pernah ada yang maksudnya baik, ngasih makan kacang. Tapi sama bungkusnya. Kan kasihan satwanya. Hari berikutnya buang airnya nggak beres. Batas itu yang kadang-kadang pengunjung belum ngerti gimana cara memperlakukan binatang, apalagi jerapah kan termasuk langka. Akhirnya sekarang dikasih palang.  Tapi setiap Sabtu dan Minggu pengunjung boleh masuk ke dalam kandang untuk ngasih makan satwa, dengan pakan yang kami sediakan.

""Ide-ide Edwin selalu bikin aku pengen kerjasama. Bukan karena festival filmnya" (Foto: Wira M. Perdana)

Yahoo!: Selama kerja bareng Edwin, film mana yang paling berkesan?
Ladya: Semuanya! Kara, Anak Sebatang Pohon itu syutingnya di Semeru. Itu aku pertama kali naik gunung. Trip to the Wound dibuat saat kami mau syuting Babi Buta.  Syutingnya cuma di dalam bis, jadi saat kami mau syuting Babi Buta dan lagi on the way ke Surabaya, di dalam bis itu kami syuting Trip to the Wound. Edwin tuh selalu punya Plan A to Z. Kalo A nggak berhasil, ada B. Kalo B nggak berhasil, ada lagi. Dia tuh nggak pernah kehabisan ide dan nggak pernah terpatok pada satu hal. Misalnya kami nggak bisa syuting siang, ya udah bikin malem aja, nggak ada masalah. Dia fleksibel banget.

Yahoo!: Film-film garapan Edwin selalu masuk festival internasional. Apa itu jadi pertimbangan kamu juga untuk kerja bareng dia?
Ladya: Nggak juga sih, bukan karena festivalnya, tapi emang karena filmnya. Ketika Edwin menawarkan sesuatu, idenya menurut aku selalu cemerlang. Selalu menarik buat aku. Belum pernah ada idenya yang aku nggak suka. Jadi aku selalu ingin kerjasama, bukan karena festivalnya.

Yahoo!: Film-film Ladya biasanya kurang populer di kalangan penonton bioskop Indonesia, meskipun sering dipuji kritikus dan hampir selalu lolos di festival film internasional. Menurut Ladya, apakah Postcard juga akan bernasib sama?

Ladya: Maunya sih film ini bisa diterima sama semua, ya. Hampir 50 persen film ini berlokasi di kebun binatang. Kami inginnya kejar target yang lebih luas, karena golongan mana pun, umur berapa pun, semua suka binatang.

Postcard from the Zoo rencananya akan mulai syuting Desember 2010 dan dirilis tahun depan.

RT-I: Republik Twitter Indonesia

January 25th, 2010 Dodi 5 comments

Johnny Depp mati. Hoax ini berawal dari daur ulang berita (?) enam tahun lalu yang, hari Minggu kemarin, menyebar begitu cepat. Di ranah media sosial bernama Twitter, tiba-tiba saja “RIP Johnny Depp” menjadi topik ngetren pada hari Minggu kemarin. Bila Anda sempat memperhatikan, penyumbang awal ramainya topik itu adalah tweeps Indonesia.

Itu bukan pertama kali pengguna Twitter Indonesia unjuk gigi. Mungkin Anda ingat bagaimana topik #indonesiaunite bisa diliput media arus utama dunia. Atau seperti belum lama ini, ketika Quraish Shihab muncul di deretan topik terlaris.

Hari itu, situs-situs berita menyiarkan sebuah pondok pesantren yang mengusulkan pengharaman rebonding rambut berdasar sejumlah alasan. Najwa Shihab, putri Quraish, mengomentari usul fatwa itu. Najwa men-tweet, mengutip ayahnya yang ahli tafsir ajaran Islam, “Allah indah dan menyukai keindahan. Selama tidak membawa dampak negatif…, itu boleh.” Tweet Najwa, yang tenar sebagai pembawa acara teve, lalu di-retweet berulang oleh entah berapa ribu warga “Republik Twitter Indonesia”.

Cuitan tweeps Indonesia agaknya tak bisa diremehkan. Inilah kekuatan suara-suara yang tak bisa dipungkiri. Twitter, atau lebih luas lagi ranah maya, telah menjadi saluran suara warga negara yang bangga dengan demokrasinya ini. Mashable baru-baru merilis posisi Indonesia di nomor enam pertumbuhan pengguna Twitter dunia, melebihi Australia, India dan Jepang.

Tapi, keriuhan suara jelas tak berhubungan dengan kebenaran informasi yang disebar beramai-ramai. Contohnya, seperti kita tahu: Johnny Depp masih hidup, dan sangat sehat!

Categories: Budaya, Komunitas Tags:

Penggunaan Hanacaraka dalam Bahasa Komputer

November 3rd, 2009 Mira-W 23 comments

UNESCO melirik alfabet Jawa, dikenal sebagai Hanacaraka, sebagai salah satu alfabet di dunia –seperti layaknya Latin, Cina dan Arab– yang digunakan untuk skrip komputer. “Alfabet Jawa telah dikenali oleh UNICODE di bawah perjanjian UNESCO untuk standardisasi bahasa komputer,” papar Aryo Tumoro, kepala editor majalah Jawa tertua Penyebar Semangat kepada Antara.

Sumber foto: Wikipedia

Hanacaraka telah ditambahkan ke dalam Unicode versi 5.2 sejak tahun lalu. Unicode baru memberikan penghargaan status internasional untuk Hanacaraka pada 2 Oktober 2009, bertepatan dengan hari di mana lembaga yang sama mendeklarasikan batik, warisan budaya Indonesia, sebagai salah satu warisan dunia.

Categories: Berita, Budaya, Jawa Tags: , ,