Archive

Archive for the ‘Blog’ Category

Dicari: Blogger untuk Yahoo! Indonesia OMG!

July 1st, 2010 Bangwin 93 comments

Kanal hiburan Yahoo! Indonesia, Yahoo! Indonesia OMG! sudah diluncurkan sejak 9 Juni lalu. Salah satu fiturnya, Blog, menampilkan sejumlah blogger, baik blogger dari kalangan selebritas, maupun dari kalangan penulis dan jurnalis. Ada Raditya Dika dan Maylaffayza serta blogger-blogger yang sudah dikenal lama malang melintang seperti Asmara ‘Miund” Wreksono, Benny Chandra, Purwanto Setyadi dan juga Maryadie yang sudah ikutan.

Apakah Anda juga blogger yang mencintai kegiatan blogging, rajin ngeblog dan punya minat terhadap dunia hiburan (film, musik, TV, selebritas, TV, dst? Anda pun bisa berkontribusi pada Yahoo! Indonesia. Berikan link ke blog Anda pada komen di bawah agar bisa kami kunjungi dan siapa tahu Anda bisa bergabung dengan kami :-)

Categories: Blog, Pengumuman Tags: ,

Andre Surya – Nama Lokal, Prestasi Internasional

June 11th, 2010 lika 607 comments

Iron Man. Terminator Salvation. Star Trek.

Penggemar film atau bukan, hampir semua orang mengenali judul film-film box office di atas. Tapi tahukah Anda bahwa salah satu yang ikut “bertanggung jawab” atas kecanggihan special effects film-film tersebut adalah seorang anak muda asli Indonesia?

Andre Surya

Perkenalkan, Andre Surya.
Namanya muncul di kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai Digital Artist. Dia juga terlibat dalam pengerjaan film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of the Fallen.

Pria kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1984 ini adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia di divisi Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Lucasfilm sendiri adalah salah satu production company tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star Wars.

Pria yang kini berdomisili di Singapura ini sekarang sedang sibuk mengerjakan proyek film besar yang rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. Tapi ia masih menyempatkan diri untuk berbincang dengan editor Yahoo! Indonesia supaya Anda semua bisa mengenalnya lebih dekat.

Coba ceritakan siapa itu Andre Surya.
Saya lahir di Jakarta, 1 Oktober 1984. Lahir dan dibesarkan di kota ini. Selain hobi main bola, saya juga punya ketertarikan di bidang 3D. Saat ini saya single dan tinggal di Singapore, bekerja di divisi Industrial Light and Magic Singapore di bawah Lucasfilm Singapore.

Belajar 3D dari mana?
Saya dulu kuliah di Untar, ambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Tapi kemudian saya dapat kesempatan untuk kerja di Polaris 3D, sebuah perusahaan advertising and architectural visualization di Jakarta. Setelah itu saya memutuskan untuk terus bekerja dan nggak melanjutkan studi saya di Untar. Jadi saya di Untar cuma satu tahun, terus lanjut ke Kanada untuk ambil diploma di bidang Film and Special Effects di Vanarts, sebuah sekolah film di Vancouver. Tapi sebagian besar pengetahuan dan keterampilan 3D justru saya pelajari sendiri tanpa training dan sekolah. Saya udah mulai mempelajari Computer Graphic sejak kelas 1 SMA. Jadi kalo dihitung, kira-kira 10 tahun yang lalu.

Apa aja prestasi yang udah pernah kamu capai?
Saya beberapa kali memenangkan penghargaan, baik lokal maupun internasional. Contohnya, gambar buatan saya yang berjudul Somewhere in the Sky pernah ditampilkan di CGOVERDRIVE, konferensi Computer Graphic terbesar di Asia. Gambar itu juga memenangkan Excellence Award di buku Elemental 2 terbitan Ballistic Publishing dan Best Artwork Awards di Indocg Showoff Book, sebuah buku kumpulan CG art Indonesia. Lalu gambar saya yang berjudul City of Enhasa juga memenangkan juara satu di Future World Contest di www.3dkingdom.org

Jelaskan dong seperti apa pekerjaan seorang digital artist.
Digital artist mengerjakan banyak hal seperti modelling, layout, lighting, dan compositing.
Modelling itu proses pembuatan model itu sendiri, seperti mobil, robot, dan sebagainya. Layout itu proses matching camera CG (computer graphics) dengan background aslinya. Lighting itu proses kreatif agar 3D yang di-produce terlihat menarik dan menyatu dengan background-nya aslinya dalam scope posisi cahaya. Sedangkan compositing itu proses penyatuan semua elemen yang ada.

Di dalam sebuah film, rata-rata ada lebih dari 70 orang digital artist, terutama bila film itu skala besar, seperti Iron Man 2. Saya bekerja dalam tim yang masing-masing punya skill dan role sendiri.

Apa yang membuat kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini?
Karena ini hobi saya. Saya suka banget mengerjakan 3D dan saya juga dari dulu memang ingin bekerja di industri film. Buat saya ini adalah pekerjaan impian. Waktu masih kuliah, kadang-kadang saya mengkhayal bagaimana rasanya mengerjakan visual effects untuk sebuah film besar dan melihat nama kita muncul di credit title film itu. Sekarang semuanya udah benar-benar terwujud.  It’s simply a dream come true!

Apa film pertama yang kamu kerjakan?
Proyek feature film pertama saya itu Iron Man. Film ini juga yang saya anggap sebagai batu loncatan. Di situ saya ngerjain bagian lighting saat Iron Man terbang pertama kali.

Bagaimana ceritanya sampai bisa bekerja untuk Lucasfilm?
Ceritanya lumayan panjang sih, dan nggak gampang juga. Sederhananya begini deh. Sejak wawancara pertama sampai akhirnya saya diterima kerja di Lucasfilm itu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Awalnya saya wawancara di Ottawa, Kanada, lalu wawancara lewat telepon oleh Lucasfilm Singapore, lalu ada wawancara kedua, dan baru setelah itu lah saya dikabari bahwa saya diterima.

Waktu itu memang melamar ke Lucasfilm?
Saya ngelamar di Lucasfilm US sewaktu saya sudah lulus sekolah tapi dikarenakan visa kerja US yang cukup sulit dan mereka membuka studio di Singapore maka saya ditransfer kesana. Ada beberapa orang Indo yang kerja di Lucasfilm Singapore, terutama di bidang IT, games, dan TV series, tapi di bidang Visual effects untuk feature film (ILM), artistnya sekarang ini hanya saya satu-satunya yang orang Indonesia.

Somewhere in the Sky, gambar Andre yang banyak memenangkan penghargaan.

Apa keterampilanmu yang paling dibanggakan?
Saya paling suka lighting, dan and I feel that it’s my best skill.

Dari semua film yang pernah kamu kerjakan, yang mana yang paling berkesan?

Yang paling exciting adalah Transformers: Revenge of the Fallen, soalnya sebagian besar tugas saya di proyek itu adalah mengerjakan lighting.

Apa suka dan duka yang dialami sebagai digital artist?

The best part is, kamu melakukan hal yang paling kamu sukai, dan dibayar untuk itu. Plus, melihat nama kita terpampang di credits sebuah feature film ternama itu benar-benar hal yang tak ternilai. Kekurangannya…, jujur aja saya nggak bisa menemukan apa nggak enaknya jadi digital artist. Jadi jawabannya: there is no worst part of being digital artist for me.

Apa film favorit kamu?
Sampai saat ini sih Avatar masih jadi film favorit saya. Secara teknologi juga film ini yang menurut saya paling oke. Saya ingin suatu hari nanti bisa terlibat dalam proyeknya James Cameron.

Saat ini 3D sedang jadi trend di industri film. Menurut kamu, sampai berapa lama ini akan bertahan?
Saya rasa 3D akan bertahan cukup lama dan masih akan jadi trend hingga 10 tahun ke depan, atau bahkan lebih.

Menurut kamu, mungkinkah filmmaker Indonesia membuat film 3D dengan kualitas baik?
Saya yakin bisa. Saya sendiri kenal beberapa orang Indonesia yang sangat berbakat dan skill mereka juga bertaraf International. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan besar di bidang 3D di luar negeri. Kalau saja mereka semua balik ke Indonesia dan membuka satu perusahaan dengan kualitas standard International, dengan bakat dan skill yang mereka punya, saya rasa sangat memungkinkan bila Indonesia menghasilkan film-film dengan kualitas standard International.

*Ingin tahu lebih banyak tentang Andre Surya? Sila cek situs pribadi Andre Surya di http://www.as07.com  atau langsung kirim email ke as07@hotmail.com

Categories: Blog, Budaya, Di Balik Layar, Wawancara Tags:

Abdul Rahman, Tokoh Pelopor Media Online

June 9th, 2010 isyana 2 comments

Abdul Rahman adalah salah seorang tokoh pelopor media online di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah seorang pendiri Detik.com, portal berita terkemuka. Sebagai jurnalis  ia pernah bekerja di Swa, Tempo, dan Prospek. Sosoknya relatif tak banyak diketahui orang. Seorang blogger, Treespotter, mendapatkan wawancara eksklusif dengan Abdul Rahman.

Dalam wawancara itu, Abdul mengatakan bahwa ia berusaha menjaga agar Detik tetap independen, lepas dari kepemilikan atau asosiasi dengan konglomerasi besar atau orang-orang beragenda politik. Ia juga menjawab soal sugesti bahwa Detik mulai kehilangan independensinya, setelah diskusi politik Obrolan Langsat yang menghadirkan Aburizal Bakrie tempo hari.

Kepada Treespotter, ia mengungkapkan pihaknya juga sedang menyiapkan sebuah layanan berbasis jejaring sosial.

Social network is definitely taking off – with Twitter and Facebook propelling the growth and Yahoo! acquisition of Koprol last week – does detik.com have a social network plan(s)?
Yes we do.

Wawancara selengkapnya dengan Abdul Rahman bisa dibaca di sini.

Categories: Blog, Media, Wawancara Tags:

Pekerjaan Teraneh Dunia

June 3rd, 2010 marg 835 comments

Maaf, saya sedang sibuk bekerja!

Bosan dengan pekerjaan lama Anda? Atau sedang mencari pekerjaan yang pas dengan semangat jiwa? Berikut ini adalah daftar pekerjaan alternatif yang bisa Anda coba dari Yahoo! Shine. Dijamin, Anda tak lagi bosan!

Penguji bau

Merasa punya hidung super sensitif? Coba menjadi penguji bau. Orang dengan pekerjaan ini menguji efektivitas deodoran dan anti keringat dengan mengendus ketiak peserta eksperimen. Berkat mereka, kita terselamatkan dari deodoran berbau tak sedap.

Seniman siul

Daripada bakat bersiul Anda terbuang sia-sia untuk wanita yang mengabaikannya, lebih baik Anda menjadi seorang seniman. Seniman siul seperti Hary Brady, 58 tahun, telah berkeliling dunia dan menyentuh hati banyak orang dengan siulannya.

Pengontrol keriput

Saat Anda membeli sepatu baru, kagumi kemulusannya. Seseorang di luar sana telah menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk memastikan sepatu Anda bebas keriput. Dan jika ada keriput, pengontrol keriputlah yang menyeterika sepatu tersebut agar mulus saat dijual.

Penguji mebel

Duduk bermalas-malasan di sofa adalah sebuah pekerjaan yang halal. Tugas penguji mebel adalah untuk duduk, bersandar, dan menilai kenyamanan sekitar 200 jenis barang mebel setiap hari.

Penguji makanan hewan

Karena hewan tidak bisa memberikan laporan akan rasa makanan mereka, dibutuhkan manusia untuk mewakili. Penguji makanan hewan harus mencicipi ‘resep’ baru dan mengomentari kelembutan dan rasanya.

Penyelam bola golf

Bukit golf yang indah seringkali dihiasi kolam-kolam yang cantik. Terkadang, pegolf amatir mencemplungkan bola mereka ke dalamnya. Jangan khawatir, ada penyelam bola golf yang bertugas mengambil bola-bola itu untuk dijual kembali.

Pembersih muntah

Selalu ada sisi gelap dalam setiap hal. Di balik keriaan menaiki roller coaster, ada muntah para pengunjung yang tidak tahan dibolak-balik dalam wahana ini. Begitu seringnya hingga beberapa taman hiburan menyewa pembersih khusus muntah.

Penguji tantangan maut

Bagaimana Anda bisa yakin tantangan maut di Survivor dan Fear Factor cukup aman? Jangan khawatir, sudah ada orang yang digaji untuk mengetes keamanan tantangan tersebut. Sebelum acara, mereka harus mencoba tantangan terlebih dulu untuk memastikan bahwa kecoa dan kelabang itu aman dimakan

Tukang tidur profesional

Selalu ada pekerjaan bagi semua orang, bahkan untuk tukang tidur sekalipun. Para pemalas bisa merintis karir di bidang tidur. Ya, ada orang yang dibayar untuk tidur, sebagai bagian dari riset untuk menyelidiki masalah dan gangguan tidur.

Pengendus tisu toilet

Jika tisu berlabel ‘tanpa aroma’, maka tisu itu harus 100% tanpa aroma. Maka pengendus tisu toilet dipekerjakan untuk mendeteksi bau yang tidak wajar atau mencolok pada gulungan tisu yang diproduksi.

Penguji perosotan kolam renang

Cuma suka bermain-main? Anda bisa mendapat gaji hanya dengan meluncur di perosotan kolam renang sepanjang hari. Jangan anggap enteng, Anda harus menjamin ketinggian, kecepatan, banyak air dan pendaratan aman bagi anak kecil sekalipun.

Categories: Blog Tags:

Kebiasaan Buruk yang Baik

May 31st, 2010 marg 92 comments
Getty Image

Gosip tidak selamanya buruk, lho!

Ada beberapa kebiasaan yang selalu dicap buruk dan harus dihilangkan seluruhnya. Namun ternyata, menurut wowowow.com, beberapa hal ini, jika dilakukan secara tidak berlebihan, justru baik bagi kita. Apa saja itu?

1. Bergosip

Gosip adalah sifat dasar manusia, ujar Dr Durvasula dari Universitas Kalifornia. Kita sudah bergosip sejak jaman batu, sebagai bagian dari norma sosial dan upaya belajar. Lewat gosip, kita berusaha terhubung dengan orang lain. Asalkan kita tetap berhati-hati agar tidak menyinggung subjek gossip, sesekali membicarakan orang lain itu adalah perilaku normal.

2. Stres

Stres bisa menyebabkan gangguan jantung, diabetes dan kelainan mental. Namun sedikit tekanan dalam pikiran akan meningkatkan kadar imunitas tubuh. Stres dalam jumlah wajar akan meningkatkan produksi leukosit, yang membantu melindungi tubuh saat vaksinasi, infeksi dan operasi.

3. Nonton YouTube di kantor

Asal tidak sepanjang hari, menonton YouTube di kantor BUKANLAH tindakan makan gaji buta. 15 menit tertawa setiap harinya bisa memperlancar aliran darah, meningkatkan relaksasi, dan membakar 50 kalori. Maka bagi para bos, jangan larang YouTube, Mim dan Yahoo! Indonesia di kantor. Jika karyawannya sehat, efisiensi perusahaan akan meningkat.

4. Mencoret-coret saat bekerja

Saat Anda sedang menerima telepon, Anda tak henti-hentinya mencoret-coret kertas di hadapan. Bahkan saat rapat, sambil mendengarkan presentasi, tanpa sadar Anda terus menggambar. Jika itu adalah kebiasaan Anda, tidak perlu dihentikan. Kebiasaan ini justru membantu Anda mengingat informasi yang diberikan.

5. Menyumpah

Dr Ramani Durvasula dari Universitas Kalifornia mengatakan, dengan mengekspresikan kekesalan, kita melepaskan emosi, sehingga kita menjadi lebih mampu mengontrol perasaan kita. Meski marah-marah pada pasangan tetaplah bukan penyelesaian masalah, setidaknya jika kita menyumpah dengan suara melengking, si dia akan memperhatikan kita. Setelah itu, masalah bisa lekas selesai!

6. Minum kopi

Kopi dalam jumlah wajar bisa mengurangi risiko Parkinson pada pria, dan diabetes tipe 2. Namun meminum 5 cangkir sehari malah akan meningkatkan risiko Parkinson pada wanita.

7. Ngemil Cokelat

Makan sepotong cokelat sehari bisa mengurangi risiko stroke atau sakit jantung sebesar 39%. Cokelat mengandung flavonoid, senyawa antioksidan yang melindungi jantung. Tentu saja jika Anda makan cokelat sepanjang hari sebagai pengganti makan siang, Anda malah bisa kena kolesterol akibat konsumsi lemak berlebih!

Categories: Blog Tags:

Anas Urbaningrum: Saya Blogger Juga

May 20th, 2010 Dodi 279 comments
Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum (Antara/Ismar Patrizki)

Anas Urbaningrum tersenyum menyambut Andi Mallarangeng. Keduanya bersalaman, lalu berpelukan sambil menempelkan pipi. Andi tertawa lebar.

Inilah dua dari tiga calon ketua umum Partai Demokrat. Rabu (19/5) itu, di Wisma Nusantara Jakarta Pusat, keduanya berpapasan saat hendak diwawancara terpisah dalam sebuah acara di satu stasiun teve. Akhir pekan ini, Anas (Ketua Fraksi Demokrat di DPR), Andi (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Marzuki Ali (Ketua DPR) akan bertarung di Kongres II Partai Demokrat di Bandung.

Marzuki adalah yang tertua di antara tiga calon bos partai terbesar ini. Usianya 54 tahun. Andi kini 47 tahun, sementara Anas akan berusia 41 pada Juli nanti.

Para calon muda, yaitu Andi dan Anas, sama-sama tercantum di Wikipedia. Tapi hanya si calon termuda, Anas, yang nongol di Twitter dan menulis sejumlah konten blog. Yahoo! Indonesia menemui Anas untuk berbincang-bincang. Ini petikannya.

Yahoo! Indonesia: Sebentar lagi Kongres Partai Demokrat memilih ketua umum. Seberapa besar dukungan terhadap Anda?

Anas Urbaningrum: Melihat acara silaturrahim, kehadiran mereka (pengurus cabang-cabang Partai Demokrat) boleh dibilang tulus dan sukarela. Jika bisa dijaga baik, saya kira dukungan sudah lebih 70 persen. Jadi, sebetulnya, agenda sekarang tinggal menjaga (dukungan itu).

Y!: Putra SBY, Edhie Baskoro, mendukung Andi Mallarangeng.

AU: Itu bagian kompetisi demokratik. Isu utamanya sebenarnya bagaimana memajukan Partai Demokrat. Pilihan Mas Ibas adalah sikap politik yang demokratis yang harus dihargai. Sama juga dengan kader yang lain. Lumrah saja.

Y!: SBY dipersepsikan dominan di Demokrat. Artinya Anda tak didukung presiden?

AU: Sebelum deklarasi, saya sudah sowan ke Pak SBY, boleh dikatakan sebagai mohon izin, mohon doa restu. Beliau memberi izin, mempersilakan maju berkompetisi. Arahan beliau, agar berkompetisi dengan sehat, dewasa, tidak serang-menyerang, tidak kampanye hitam.

Y!: Ketua umum partai itu ngapain sih?

AU: Ketua umum, juga jajaran pengurus, adalah pelaksana manifesto politik dan kebijakan partai yang ditetapkan kongres.

Di lapangan, dibutuhkan kreativitas dan inisiatif (ketua umum) yang membuat partai menjadi lebih hidup, dinamis, lebih komunikatif dengan publik. Salah satu segmen penting tentu segmen anak-anak muda. Komunikasi di segmen ini harus lebih luwes, rileks, substantif, atraktif, tidak ketinggalan isu-isu baru.

Y!: Itukah makanya Anda aktif lagi di Twitter, setelah sempat vakum? Itu benar Anda atau staf lain?

AU: Saya tak punya staf. Twitter saya isi sendiri. Masalahnya adalah membagi waktu dan kesempatan. Twitter, Facebook, dan lainnya, adalah sarana komunikasi yang efektif. Saya juga minta maaf bila tak sempat melihat permintaan berteman di Facebook yang sudah 30 ribu lebih. Jumlah teman saya sudah lima ribu. Sepertinya harus buka fan page saja…

Y!: Kenal internet sejak kapan?

AU: Belum lama, sekitar tujuh tahun terakhir. Email pertama saya di sebuah lembaga, sebelum saya bertugas di Komisi Pemilihan Umum. Saya punya dua email Yahoo! yang saya gunakan lima tahun terakhir ini. (Anas mempersilakan alamat emailnya dipublikasikan: urbaningrum@yahoo.com)

Di internet, saya mengikuti perkembangan berita, browsing. Itu sudah seperti memberi garam ke sayur. Akhirnya jadi tradisi keluarga. Anak-anak saya sudah sangat familiar dengan internet.

Y!: Indonesia cukup bebas dalam hal akses di internet. Sejauh apa kebebasan ini bisa dinikmati?

Anas Urbaningrum dan Syarief Hasan

Sekretaris Sekretariat Gabungan Partai Koalisi, Syarif Hasan, bercanda dengan Anas sebelum rapat koordinasi (14/5). (Antara/Fanny Octavianus)

AU: Menurut saya, setiap bangsa harus punya strategi kebudayaan. Kalau kita punya, maka panduan teknis memudahkan mengantisipasi dampak kurang baik. Kebebasan mengakses di internet tidak bisa ditiadakan. Tapi pemerintah harus mengatur sesuai strategi kebudayaan itu, mana yang kontributif dan mana yang destruktif. Yang destruktif harus direstriksi.

Ini bukan merusak kebebasan, tapi pilihan untuk mengambil jalan yang baik. Mengatur bukan mematikan kebebasan. Kalau tidak diatur, satu isu saja: pornografi, saya kira akan merusak generasi baru yang makin familiar dengan internet. Yang dibaca bukan ilmu, teknologi, informasi, tapi menjadi porno-minded. Bahaya.

Y!: Di rumah, bagaimana melindungi anak-anak Anda dari konten berbahaya di internet?

AU: Anak-anak dikontrol, diajarkan apa yang boleh dan tidak. Diblokir juga, tapi ini urusan istri saya yang lebih canggih soal ini. Kami juga selalu melacak jejak alamat situs yang sudah mereka kunjungi.

Y!: Apakah Anda juga kerap menerima pesan sampah atau tawaran produk langsung ke telepon seluler?

AU: Tiap hari. Dari layanan kartu kredit, keanggotaan hotel, paling sering adalah tawaran investasi. Padahal, entah apa yang mau diinvestasikan.

Nomor hape sepertinya sudah kehilangan privasi.

Saya pikir, dibutuhkan aturan yang makin baik dan lengkap soal hal-hal seperti ini. Ke depan makin kompleks, cara-cara baru makin canggih. Privasi dan etika harus menjadi bagian penting, lalu diterjemahkan menjadi aturan.

Y!: Bicara soal aturan, saat ini ada rancangan peraturan menteri soal konten di internet. Rencananya ada tim yang menyeleksi konten, termasuk konten yang dibuat orang Indonesia sendiri.

AU: Isu nasionalisme penting, termasuk dalam hal konten di internet. Trauma terhadap masa lalu (Orde Baru) makin tak relevan. Hampir mustahil pemerintah mengambil jalan atau cara memperlakukan publik seperti Orde Baru. Lingkungannya saja tak mungkin. Tentu, pemerintah perlu meyakinkan bahwa ini (RPM Konten) bukan dalam rangka kembali ke gaya yang lama, bukan mematikan, bukan membatasi, tapi meregulasi.

Saya punya garis pikiran: pengaturan untuk hal yang baik harus dilakukan. Tugas pemerintah itu. Kalau tidak dijalankan, pemerintah kehilangan fungsinya. ‘Baik’ itu didefinisikan bersama, sehingga pemerintah tak dicurigai.

Y!: Apakah Anda tahu tentang Pesta Blogger?

AU: Saya ingin datang nanti. Kita (=Anas) ini komunitas blogger juga! Dulu, waktu zaman Soekarno, kan pakai surat-menyurat. Sekarang, zamannya beda.

Saya punya blog di http://blog.bunganas.com. Itu isinya dari saya sendiri. Saya juga mulai posting di Politikana.com, ingin mencoba menulis yang lebih ringan. ID saya di situ: urbaningrum.  Baru satu posting. Dari sekian banyak komentar, hal yang bagus adalah: yang mengingatkan (saya) makin banyak. Tapi, konsekuensinya itu dimaki-maki, ya. Dibilang lambat, sombong, tak direspon. Haduh.

Saya masih belajar (membalas komentar dengan efisien). Me-review komentar saja masih dicetak dulu, baru dibaca satu-satu..

“Yang Terpenting, Pelatih yang Tepat!”

May 17th, 2010 isyana 12 comments

Ian Rush

Pemain legendaris Liverpool Ian Rush mampir ke Jakarta pada 14-17 Mei ini. Ia sempat memberi pelatihan singkat pada anak-anak usia SD dan SMP. Apa kata Ian Rush tentang julukan ‘Legenda Liverpool’ dan kemampuan anak-anak Indonesia? Ini wawancaranya.

Y!: Titel ‘Legenda Liverpool’ sudah seperti tertempel pada nama Anda. Apakah julukan itu memengaruhi kehidupan keseharian Anda?

Ian Rush: Saat saya datang ke belahan dunia ini, barulah saya sadar betapa orang mencintai klab sepakbola Liverpool. Dan saat mereka menempelkan nama saya pada klab itu, saya mewakili Liverpool. Buat saya, Liverpool adalah nama sebuah brand. Dan kami selalu mencari lebih banyak suporter untuk bergabung dengan kami. Mereka bisa dijangkau lewat orang-orang seperti saya, dan pada suatu hari nanti, saat tim Liverpool datang ke sini. Dan saat mereka melakukan itu, maka merek ini akan menjadi lebih besar.

Y!: Siapa menurut Anda yang akan jadi legenda Liverpool berikutnya?

IR: Sudah ada beberapa legenda yang hebat. Ada Robbie Fowler. Dia bisa menjadi legenda itu. Kalau Torres…kita semua tahu bahwa dia pemain terbaik Liverpool. Dan Steven Gerrard juga fantastis. Itu yang kami lihat, bahwa anak-anak menganggap mereka panutan. Jadi, harapannya, suatu hari kamu bisa melihat mereka jadi legenda.

Beraksi

Y!: Menurut Anda, apa yang akan terjadi dengan Rafa Benitez?

IR: Dia punya kontrak lima tahun. Kontraknya masih tersisa empat tahun lagi. Jadi saya harapkan masih melihat dia lagi musim depan.

Y!: Apa pendapat Anda tentang potensi anak-anak Indonesia untuk menjadi pemain internasional?

IR: Secara teknis, mereka sangat bagus. Saya suka antusiasme mereka. Cuaca hari ini sangat panas, dan (menjadi pemain hebat) tidak terjadi semalam. Dan saat mereka lebih dewasa, 14-15, itu masa perkembangan yang penting. Dan saya rasa, mereka punya kemampuan itu. Tapi mereka harus terus mau melakukannya.

Y!: Ada saran bagi pemerintah kami untuk melakukan hal seperti ini setiap tahunnya?

IR: Yang paling penting adalah kamu punya pelatih yang tepat, kamu memberi anak-anak ini jenis pelatihan yang tepat. Dan penting juga untuk klab dan sisi nasional untuk bekerjasama di tingkat atas. Jika itu terjadi, maka sisanya akan berjalan dalam tahun-tahun ke depan.

Melatih

Y!: Menurut Anda, bagaimana kans Inggris di grup C?

IR:  Saya pikir mereka akan menang di grup itu. Saya menebak mereka bisa sampai ke semifinal, dan dengan sedikit keberuntungan, mereka bisa memenangkannya. Tapi mereka harus bebas dari hukuman atau cedera. Dan untuk memenangkan Piala Dunia, kamu butuh sedikit keberuntungan itu.

Categories: Blog, Wawancara Tags:

Jalan Berbayar, Sekadar Kulit

May 15th, 2010 isyana 326 comments

Macet sehari-hari di Jakarta

Pemerintah, pada Senin (10/5) lalu, melempar sebuah wacana yang sebenarnya tidak baru untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota. Menurut Kepala Bidang Informasi Publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Pemprov DKI berencana menghapus kawasan 3 in 1 dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar (electronic road pricing).

Penerapan kawasan 3 in 1 ia nyatakan tidak efektif dalam mengurangi kemacetan. Buktinya, sistem itu tidak berhasil ‘memaksa’ pengguna kendaraan pribadi untuk pindah menggunakan kendaraan umum. Hasilnya, kemacetan, yang selayaknya hanya jadi mimpi terburuk, menjadi keniscayaan bagi hampir semua warga Jakarta dan sekitarnya.

Nantinya, kebijakan jalan berbayar akan mewajibkan mobil dan motor untuk membayar biaya retribusi jika mereka melewati ruas jalan tertentu. Tujuannya? Sama seperti 3 in 1, agar pengguna kendaraan pribadi berpindah menggunakan kendaraan umum.

Ketika topik rencana penghapusan kawasan 3 in 1 ini dilempar ke forum Yahoo! Answers, kami menerima sekitar 220 jawaban. Sebagian besar menyatakan kekhawatiran dan skeptisismenya terhadap wacana terbaru ini.

Pertama, kebijakan itu dinilai memberatkan. Beberapa penjawab seperti Ria merasa bahwa retribusi yang rencananya ditetapkan sebesar Rp 20 ribu itu hanya sekadar uang receh bagi kebanyakan warga kelas menengah atas Ibu Kota, yang sehari-harinya menggunakan kendaraan pribadi. Yang ia khawatirkan malah ada upaya pengeksklusifan jalan-jalan itu khusus untuk orang-orang kaya daripada memberi akses merata bagi masyarakat luas, menggunakan kendaraan umum.

Penjawab Fainsain juga mengkhawatirkan hal yang sama. Menurut dia, sistem ini tidak akan berdampak pada pengemudi kelas menengah atas yang mampu membayar pungutan seperti itu. “Kenapa sih selalu bayar-bayar terus. Lama-kelamaan Jakarta hanya bisa dipenuhi oleh masyarakat menengah atas,” tulisnya.

Skeptisisme terhadap sistem jalan berbayar juga disampaikan oleh penjawab Daeng Ca’di. Selama kondisi angkutan kota masih seperti sekarang, ia yakin sistem ERP tidak akan memberi dampak yang berarti. “Warga Jakarta lebih memilih untuk membayar lebih dari pada naik angkutan kota yang tidak aman dan tidak nyaman. Angkutan Trans-Jakarta sampai saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan warga Jakarta, dari segi jumlah armada masih sangat minim. Di lain pihak KRL Jabodetabek yang layak masih dapat dihitung dengan jari. Benahi angkutan umum dulu, baru langkah ini efektif dilakukan,” jawabnya.

Pentingnya perbaikan moda transportasi massal, terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu, juga disoroti oleh penjawab Sigit. “Kalau moda angkutan umum kondisinya sama dengan saat naik kendaraan pribadi, pasti banyak org memilih naik angkutan umum tersebut.” Berbagai layanan bus shuttle dari perumahan-perumahan elit di kawasan pinggiran Jakarta membuktikan bahwa jika pemerintah mau, mereka bisa menyamakan kualitas angkutan umum dengan angkutan pribadi. Sehingga orang kemudian tergerak untuk menggunakan angkutan umum yang murah dan nyaman, daripada membawa kendaraan pribadi.

Antrian mobil

Memang, pemerintah provinsi DKI Jakarta sudah menyediakan moda transportasi busway untuk mengatasi kemacetan.

Sampai sekarang, moda itu pun belum bisa membantu mengurai ruwetnya jalan-jalan Ibu Kota.

Menurut Eryk, meski kondisi armada bus lebih baik dibanding rata-rata bus dalam kota lainnya, tetap saja, layanan yang diberikan belum mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah ke busway.

Dari mulai jam kedatangan dan keberangkatan yang masih suka terlambat, kekurangan armada, penumpang berdesak-desakkan pada jam-jam menuju dan pulang kerja, serta sarana dan prasarananya yang kini mulai usang dan belum diperbarui.

Penjawab Ari yang pernah tinggal di Tokyo, berbagi pengalaman. Kemapanan sistem transportasi perkotaan di Tokyo tidak tercipta dalam waktu cepat.

Sistem transportasi di Jepang telah mengalami perubahan dan penyempurnaan yang terus menerus selama berpuluh tahun. Dan hasilnya adalah suatu sistem transportasi umum (bis, kereta, taksi,  bahkan dengan angkutan udara, dan laut) yang sangat terintegrasi.

“Kenapa justru jalan tol dalam kota yang diperbanyak. Sepertinya ada yang salah dengan grand design sistem transportasi di DKI. Benahi saja sistem transportasi umum yang terintegrasi. Maka saya akan, dan saya yakin akan ada banyak orang yang, beralih ke angkutan umum,” tulis Ari.

Tampaknya para penjawab di forum Yahoo! Answers sudah bisa melihat inti permasalahan kemacetan Jakarta. Kuncinya adalah perbaikan moda transportasi massal. Kebijakan kawasan 3 in 1 atau penggantinya nanti, apakah itu sistem jalan berbayar atau yang lain, tidak menyasar inti permasalahan.

Sekarang tinggal para petinggi Jakarta, atau mungkin nasional, yang seharusnya membuat diri mereka peka terhadap kebutuhan utama penduduk di kota tempat mereka beraktivitas.

Sebuah sistem transportasi umum yang nyaman, aman, bisa diandalkan ketepatan waktunya, dan dengan harga relatif murah. Bisakah mereka peka, saat mereka memiliki keistimewaan fasilitas konvoi pembuka jalan?

Categories: Berita, Blog Tags:

Tempat Alternatif untuk Bertemu Pria Idaman

May 14th, 2010 marg 225 comments

Ini BUKAN tempat yang direkomendasikan

Ya. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi saat Tuhan sedang bekerja, tidak ada salahnya kalau manusia ikut berusaha dengan berada di tempat yang tepat agar lebih mudah dipertemukan Tuhan. Coba tempat-tempat berikut ini sebagai alternatif lokasi bagi para wanita untuk bertemu calon pacar.
1. Makan di luar
Pria jomblo yang sibuk, biasanya tidak memasak dan tidak punya pacar yang membuat masakan untuknya. Maka jangan terlalu sibuk makan jika sedang berada di restoran. Buka mata buka telinga! Agar taktik ini semakin optimal, makanlah di restoran yang berbeda setidaknya sekali seminggu. Ini guna menjaring komunitas pria yang berbeda dan meningkatkan kesempatan.

2. Klub kebugaran

Klub kebugaran adalah tempat pria yang sadar bentuk tubuh berada. Keuntungan mencari pacar di klub kebugaran adalah Anda langsung bisa melihat si dia apa adanya, yaitu: dalam keadaan banjir keringat. Dan jika ia terlihat keren dalam baju olahraga, ia akan terlihat sangat keren dalam baju asli. Ditambah lagi, pria yang berolahraga menjadi orang yang lebih bahagia (dan berarti ia adalah pasangan yang lebih baik).

3. Sekitar kompleks, dengan hewan peliharaan
Terkadang tidak perlu keliling dunia untuk mendapatkan cinta. Coba teliti lagi daerah sekitar perumahan Anda. Sebagai kamuflase, Anda bisa pura-pura sedang membawa anjing atau hewan peliharaan lain berjalan-jalan. Kalau Anda tidak punya anjing, PINJAM. Pria sering menganggap wanita yang punya hewan peliharaan sebagai lemah lembut dan mengayomi. Jika mereka melihat Anda membawa hewan kesayangan yang lucu, mungkin ia akan mulai mendekati lebih dulu.

4. Toko Pertukangan
Sejujurnya, toko pertukangan bukanlah tempat paling menyenangkan untuk para wanita, kecuali bagian lampu hias mungkin. Tapi inilah tempat favorit pria yang suka membangun dan membetulkan barang. Jadi, jika Anda suka pria macho yang jago bertukang, datanglah ke toko pertukangan.

5. Pameran otomotif / pesawat / kapal, dan sejenisnya.
Dengan mudah Anda akan menemukan sekumpulan lelaki di tempat semacam ini. Jangan lupa mencari posisi strategis, seperti mobil paling canggih (Ferrari mungkin?), sambil menanti pria yang akan menyetirkan mobil itu untuk Anda.

6. Cuci mobil
Seperti wanita sering diidentikkan dengan kecintaan akan mode, pria sering diidentikkan dengan mobil. Dan mereka suka membuat mobil mereka terlihat semakin baru…semakin baru… Pergilah cuci mobil Anda sesering mungkin seperti mobil Anda tidak pernah cukup mengkilap!

7. Segala tempat berbau teknologi

Mungkin hanya rumor, tapi mayoritas pria suka barang elektronik. Jadi jika Anda mau bertemu pria yang jago mengutak-atik handphone atau komputer, sering-seringlah mendatangi toko handphone dan toserba elektronik. Lebih baik lagi jika Anda sudah melakukan riset kecil sebelumnya.

8. Lapangan olahraga
Olahraga akan meningkatkan kepercayaan diri Anda serta membantu Anda tetap prima; dua kriteria yang dicari kaum adam. Selain itu, lapangan basket dan tenis adalah tempat-tempat nongkrong para pria. Jika Anda bergabung dengan klub tenis, Anda bisa melatih kemampuan, serta tentunya, bertemu lawan jenis sebagai lawan main.

9. Toko buku
Pergi ke toko buku dan mulailah mencari buku baru—serta pria baru. Anda bahkan bisa segera mengetahui minatnya dengan memperhatikan rak buku dimana ia berada. Cocokkah dengan minat Anda?

10. Museum
Kapan terakhir kali Anda mengunjungi museum? Jika SD adalah jawabannya, kini sudah waktunya Anda kembali mendatangi Museum Gajah, Museum Fatahillah serta museum-museum yang lain. Pria yang mendatangi museum biasanya adalah pecinta budaya. Anda bisa mengetahui lebih banyak tentang sejarah masa lalu sambil mengetahui prospek pacar masa depan.

Categories: Blog Tags:

Ladya di tengah Satwa

May 12th, 2010 lika 55 comments

Meroket sejak Ada Apa dengan Cinta. (Foto: Budi Cuprit)

Tidak seperti Dian Sastro atau Titi Kamal, nama Ladya Cheryl tidak terlalu banyak disorot media massa. Sejak sama- sama jadi pemeran utama di film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tahun 2002, nama mereka langsung meroket naik. Dian Sastro dan Titi Kamal terus terseret ke puncak popularitas. Yang satu jadi bintang iklan sabun kecantikan, yang lain mulai jadi incaran pemburu gosip.

Sedangkan Ladya, meski sempat tampil sebagai pemeran utama di film Biarkan Bintang Menari (2003), memilih untuk bekerja layaknya “orang biasa” sebagai fashion stylist di sebuah majalah remaja pria.

Banyak yang tak tahu bahwa di sela-sela kehidupannya yang “normal” itu, Ladya tak pernah meninggalkan akting. Tahun 2005 dia tampil di film pendek berjudul Kara, Anak Sebatang Pohon. Di film inilah untuk pertama kalinya aktris kelahiran 11 April 1981 ini bekerja sama dengan Edwin sang sutradara. Film yang dimaksudkan sebagai tugas akhir kuliah Edwin di Institut Kesenian Jakarta ini akhirnya mencatat sejarah sebagai film pendek Indonesia pertama yang diputar di Director’s Fortnight Cannes Film Festival 2005.

Ladya kemudian membuat beberapa film lagi dengan Edwin. Hulahoop Sounding (film pendek, 2008), Trip to the Wound (film pendek, 2008), dan Babi Buta yang Ingin Terbang (feature film, 2008).  Tapi namanya baru kembali mencuat setelah berperan sebagai gadis sakit jiwa di film Fiksi yang disutradarai Mouly Surya. Film ini memenangkan penghargaan Film Terbaik di FFI 2008 dan diputar di berbagai festival film internasional.

Tahun ini, Ladya kembali berkolaborasi dengan Edwin untuk film Postcard from the Zoo. Digarap oleh rumah produksi Babibuta Films, Postcard from the Zoo bercerita tentang Lana, seorang gadis yang ditinggalkan orang tuanya di kebun binatang Ragunan sejak masih berusia 3 tahun. Sejak saat itu, ia dibesarkan di Ragunan oleh para perawat satwa, sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari kebun binatang dan berkelana mengarungi kota Jakarta.

Agar bisa menjiwai karakter Lana dengan baik, sejak dua bulan lalu aktris yang bercita-cita main film bareng Stephen Chow ini menghabiskan waktu di kebun binatang Ragunan. Yahoo! Indonesia sempat berbincang-bincang dengan Ladya saat dia sedang asyik mengamati Rico, jerapah jantan di Ragunan.

Yahoo!: Postcard from the Zoo kabarnya akan diputar di Cannes Film Festival tahun ini?
Ladya: Jadi, sebenarnya Postcard itu udah kami bikin film pendeknya. Gunanya buat cari investor untuk bikin film ini. Nggak sempat diputar di sini sih, tapi sempat ikut workshop film di Itali, Torino Film Lab. Di Cannes nanti film ini nggak ikut festivalnya, tapi ikut sebuah program di mana filmmakers dari berbagai negara bisa saling konsultasi untuk mengembangkan naskah film yang lagi digarap.

(Untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi di program bernama L’Atelier Cannes ini. Film pendek Postcard juga akhirnya mendapatkan Top Prize di Torino Film Lab dan menjadi satu dari 12 film di dunia yang diikutsertakan di ajang Sundance Screenwriters Lab).

Akrab dengan Rico si jerapah. (Foto: Dave Lumenta, Dok. Babibuta Film)

Yahoo!: Apa saja yang udah didapat setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu di kebun binatang?
Ladya: Waktu pertama kali film ini mau dibuat, datang ke kebun binatang Ragunan pun aku baru pertama kali. Biasanya ke Taman Safari doang. Sejak itu aku mulai kontinyu ke sini untuk lihat-lihat keadaan dan bersosialisasi dengan perawat-perawat satwa. Aku juga memperhatikan perilaku satwa, harus tahu kapan satwa merasa nyaman atau terganggu, kapan mereka merasa lapar, itu keliatan tuh dari gerak-geriknya.

Lalu selain ngasih makan, tugas perawat satwa tuh apa lagi sih? Ternyata mereka juga harus memperhatikan tingkah laku satwa itu. Pernah satu kali si jerapah makan pelet dari bawah, ternyatah idungnya kena batu, berdarah. Perawat musti lihat yang kayak gitu. Kalo nggak diperhatiin, saat tiba-tiba luka atau ada apa-apa kan mereka nggak tau.

Yahoo!: Apakah ada bedanya orang-orang yang “hidup” di dalam kebun binatang dengan orang-orang pada umumnya?
Ladya: Selain baju seragamnya sih sebenarnya nggak jauh beda. Tapi setelah bersosialisasi dengan perawat-perawat di sini, aku jadi tahu lebih banyak. Orang suka protes kalau kandang kotor, padahal kami punya jadwal kebersihan setiap pagi hari sebelum pengunjung datang dan sore hari setelah pengunjung pulang. Masing-masing perawat bertanggung jawab atas sekeliling area kandang, dan kandangnya bukan kayak kandang anjing yg cuma sepetak. Ini luas banget! Dan kami juga nggak bisa memantau setiap kali ada yang buang sampah di sembarang tempat. Tempat sampah kami sediakan banyak banget, di sepanjang kandang jerapah aja ada 5, tapi pengunjung buang sampahnya di mana coba? Kesadaran masyarakat masih kurang.

Yahoo!: Udah akrab sama satwa apa saja?
Ladya: Macem-macem sih, masih lihat keadaan. Yang udah aku puterin baru sekitar jerapah, zebra, rusa, kuda nil, dan harimau. Masih pengen liat-liat yang lain juga sih. Sekarang ini karena baru mau 2 bulan, inginnya lihat garis besarnya dulu lingkungan di sini seperti apa. Aku harus bisa ngerasain gimana cara orang-orang sini bertutur kata, gimana perilakunya, kan mereka hidup di dalam kandang dari pagi sampai jam 4 sore.

Yahoo!: Sempat takut nggak, waktu pertama kali harus bergaul dengan satwa?
Ladya: Awalnya takut. Tapi memang harus takut dan hati-hati, jangan sampai berani tapi jadinya blo’on. Kita musti tahu satwa itu merasa terganggu nggak? Merasa terancam nggak, dengan adanya orang baru di sekitar areanya? Jerapah dan zebra itu nggak suka kalo ada orang yang mengendap-endap dari belakang. Sebenarnya hampir semua binatang sih, kalo ada makhluk yg mengendap-endap dari belakang tuh mereka nggak suka. Tapi yang penting feeling. Perawatnya juga bilang, “Yang penting kamu mantap dan hati oke sebelum masuk kandang dan ada di satu area sama mereka. Kalo kamu ragu, mending pelan-pelan aja.

Yahoo!: Binatang favorit yang ada di sini?
Ladya: Belum ada sih. Tapi kamu musti main-main ke tempat kuda nil! Pertama juga aku bingung, di mana letak lucunya kuda nil ya? Binatang seberat itu? Yang kalo bayinya lahir aja, beratnya bisa sampai 25 kilogram? Tapi begitu liat bayi kuda nil ini lahir, lucu banget sih, memang. Muka bayi binatang tuh sama kayak muka bayi manusia, kepolosannya masih terpancar. Jadi aku gemes aja. Kalau perawat-perawatnya sih memang udah panggilan jiwa. Orang yang masuk ke lingkungan binatang biasanya memang yakin bahwa inilah hidup yang dia pilih.

Yahoo!: Udah pernah ngasih makan?
Ladya: Jerapah udah. Kuda nil juga pernah. Dulu di kandang jerapah nggak ada pembatas. Belum ada palang, jadi jerapah bisa keluarin kepalanya ke pengunjung dan pengunjung bisa kasih makan langsung. Tapi karena perawat nggak bisa kontrol pengunjung, takutnya mereka kasih makan yang berbahaya. Misalnya dulu pernah ada yang maksudnya baik, ngasih makan kacang. Tapi sama bungkusnya. Kan kasihan satwanya. Hari berikutnya buang airnya nggak beres. Batas itu yang kadang-kadang pengunjung belum ngerti gimana cara memperlakukan binatang, apalagi jerapah kan termasuk langka. Akhirnya sekarang dikasih palang.  Tapi setiap Sabtu dan Minggu pengunjung boleh masuk ke dalam kandang untuk ngasih makan satwa, dengan pakan yang kami sediakan.

""Ide-ide Edwin selalu bikin aku pengen kerjasama. Bukan karena festival filmnya" (Foto: Wira M. Perdana)

Yahoo!: Selama kerja bareng Edwin, film mana yang paling berkesan?
Ladya: Semuanya! Kara, Anak Sebatang Pohon itu syutingnya di Semeru. Itu aku pertama kali naik gunung. Trip to the Wound dibuat saat kami mau syuting Babi Buta.  Syutingnya cuma di dalam bis, jadi saat kami mau syuting Babi Buta dan lagi on the way ke Surabaya, di dalam bis itu kami syuting Trip to the Wound. Edwin tuh selalu punya Plan A to Z. Kalo A nggak berhasil, ada B. Kalo B nggak berhasil, ada lagi. Dia tuh nggak pernah kehabisan ide dan nggak pernah terpatok pada satu hal. Misalnya kami nggak bisa syuting siang, ya udah bikin malem aja, nggak ada masalah. Dia fleksibel banget.

Yahoo!: Film-film garapan Edwin selalu masuk festival internasional. Apa itu jadi pertimbangan kamu juga untuk kerja bareng dia?
Ladya: Nggak juga sih, bukan karena festivalnya, tapi emang karena filmnya. Ketika Edwin menawarkan sesuatu, idenya menurut aku selalu cemerlang. Selalu menarik buat aku. Belum pernah ada idenya yang aku nggak suka. Jadi aku selalu ingin kerjasama, bukan karena festivalnya.

Yahoo!: Film-film Ladya biasanya kurang populer di kalangan penonton bioskop Indonesia, meskipun sering dipuji kritikus dan hampir selalu lolos di festival film internasional. Menurut Ladya, apakah Postcard juga akan bernasib sama?

Ladya: Maunya sih film ini bisa diterima sama semua, ya. Hampir 50 persen film ini berlokasi di kebun binatang. Kami inginnya kejar target yang lebih luas, karena golongan mana pun, umur berapa pun, semua suka binatang.

Postcard from the Zoo rencananya akan mulai syuting Desember 2010 dan dirilis tahun depan.