Archive

Author Archive

OMG!

June 9th, 2010 Dodi 7 comments

Yahoo! Indonesia punya kanal baru, namanya Yahoo! Indonesia OMG!. Di halaman itu, Anda bisa memperoleh sajian berita hiburan terkini dari Indonesia yang dipasok mitra kami: Antara, Asian Plus, Cek & Ricek, KapanLagi, Okezone, Tempo Interaktif dan Vivanews. Berita hiburan dari luar negeri, tentunya, kami sajikan pula. Tak hanya soal selebritas, film dan musik, tapi ada juga ulasan beragam topik yang ditulis sejumlah blogger Indonesia.

Yahoo! Indonesia OMG!

Yahoo! Indonesia OMG!

Ada sembilan blogger. Tiga di antaranya sudah tak asing: Joko Anwar, Maylaffayza dan Raditya Dika. Enam lagi adalah kontributor dengan latar belakang beragam: Asmara Wreksono, Burhan Sholihin, Benny Chandra, Eko Juniarto, Maryadie dan Purwanto Setiadi. Siapa mereka, apa yang mereka tulis, silakan lihat di halaman blog Yahoo! Indonesia OMG!.

Ada juga galeri foto-foto. Pernikahan Dian Sastro, Anda bisa intip walau tak diundang ke sana. Karpet merah di acara MTV Movie Awards 2010, pose para artis Korea, bisa juga Anda tengok.

Tak perlu berlama-lama, silakan meloncat ke Yahoo! Indonesia OMG!.

Categories: Pengumuman Tags:

David Seaman: Bila Indonesia ingin jadi tuan rumah Piala Dunia…

June 3rd, 2010 Dodi 115 comments

David Seaman dan wayang

Pekan lalu, David Andrew Seaman datang ke Jakarta. Legenda hidup Arsenal, juga mantan kiper tim nasional Inggris, itu menjadi bintang utama acara Yahoo! Penalty Shootout di Mal Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (28/5).

Sebelum kunjungan tiga harinya ke sini, David Seaman mendaki Gunung Kilimanjaro di Afrika untuk sebuah acara amal. Beberapa pekan kemudian, dia sudah harus berada di Jakarta yang panas. Di Mal Kelapa Gading, ia harus mempertahankan gawang dari tendangan para fans. Tiap kali gawangnya kebobolan, terdengarlah yodel “yahoo!” dari pengeras suara. Para fans juga mendapat kesempatan mendengar kisah sang kiper, berfoto bersama, dan mendapat tanda tangan. Sejumlah anggota ID-Arsenal, kelompok pendukung Arsenal di Indonesia, hadir meramaikan acara.

Ini pertama kalinya dia datang ke Indonesia. David Seaman, 46 tahun, sempat melayani berbagai pertanyaan media nasional. Kepada tim Yahoo! Southeast Asia, ia juga bercerita banyak soal topik-topik lain. Dari kesannya tentang Asia, hingga negara Asia mana yang bakal melaju di Piala Dunia 2010. Sebagian pembicaraan itu kami petik di sini.

Yahoo: Anda tampak lebih muda dan segar tanpa kumis dan rambut panjang…

David Seaman: Haha, oke dong? Saya mencukur kumis di sebuah acara televisi nasional di Inggris, beberapa tahun lalu. Sejak itu, rasanya lebih enak begini.

Y!: Apakah Anda masih bergiat di sepak bola?

DS: Saya masih melatih Arsenal secara paruh waktu, untuk kiper-kiper junior. Saya ditawari menjadi pelatih untuk Arsenal, tapi saya baru saja keluar dari sepak bola. Sekarang, saya lebih suka begini. Saya belum tahu apakah bakal jadi pelatih penuh nantinya.

Apa pendapat Anda tentang Fabio Capello sebagai pelatih Inggris sekarang?

Capello membawa rasa percaya diri kepada pemain. Semua hormat padanya. Tapi, bila tiba saatnya dia pergi, bagi saya pelatih Inggris haruslah orang Inggris. Saat ini, saya belum tahu siapa yang tepat untuk itu.

Apakah Anda pernah ke Asia?

David Seaman

Pernah, dan selalu terkait sepakbola. Saya ke Singapura pada 90-an bersama Arsenal. Ke Cina dua kali dengan Arsenal dan tim nasional Inggris. Pernah juga ke Bangkok, di mana banyak penggemar fanatik. Menyenangkan!

Pacar saya (Frankie Poultney, peselancar es dari Inggris) setengah Vietnam. Saya juga ingin sekali ke sana. Mungkin kami akan ke sana untuk berlibur, suatu saat nanti.

Kalau ke Indonesia, saya baru pertama kali. Bali pun belum. Tapi, saya dengar, di Indonesia ada resor yang sangat bagus. Sebuah pulau. Bukan Bali, soalnya saya belum pernah dengar namanya. Jaraknya cuma satu kali penerbangan singkat dari Jakarta. Itu di mana, ya? (Tim Yahoo! memberi sejumlah kemungkinan jawaban, tapi David Seaman lupa nama tempat itu.)

Siapa tim dari Asia yang bakal bersinar di Piala Dunia 2010?

Korea Selatan akan selalu kuat. Mereka sudah punya pengalaman di 2002. Bagi saya, merekalah yang terkuat dari Asia. Kira-kira sejauh apa prestasi mereka kali ini? Hmmm. Perempat final, bisa saja, tapi akan sangat sulit.

Di sini ada sejumlah pihak yang ingin Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Apa saran Anda agar keinginan itu tercapai?

Kalau Inggris mendapat kesempatan jadi tuan rumah (Piala Dunia 2018), ikutilah cara-cara kami. Yang pasti, Anda harus punya stadium-stadium yang bagus, sistem transportasi yang mumpuni. Kalau Anda punya itu semua, bakal ada kesempatan. Itulah yang Inggris lakukan sekarang.

Anda tahu soal sepakbola Indonesia?

David Seaman

Sejujurnya, saya tak banyak tahu. Yang saya tahu adalah ada keriaan yang besar terhadap sepakbola di sini. Saat perjalanan dari bandara ke hotel, kami berpapasan dengan serombongan pendukung sebuah kesebelasan sepakbola. (Sore hari itu, Persija tanding. David Seaman berpapasan dengan pendukung The Jak.)

Apa pesan Anda terhadap para pendukung Arsenal di sini? Bahkan ada kafe tempat mereka biasa menonton bareng, lho.

Saya sangat berterima kasih atas sambutannya di bandara saat saya tiba. Rasanya senang melihat semua fans itu. Saya yakin masih ada banyak lagi di sini. Massive thank you.

Saya tahu ada ribuan fans Arsenal di sini. Kalau ada waktu, saya ingin juga ke kafe itu. Semoga ada foto saya di dindingnya.

Anas Urbaningrum: Saya Blogger Juga

May 20th, 2010 Dodi 279 comments
Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum (Antara/Ismar Patrizki)

Anas Urbaningrum tersenyum menyambut Andi Mallarangeng. Keduanya bersalaman, lalu berpelukan sambil menempelkan pipi. Andi tertawa lebar.

Inilah dua dari tiga calon ketua umum Partai Demokrat. Rabu (19/5) itu, di Wisma Nusantara Jakarta Pusat, keduanya berpapasan saat hendak diwawancara terpisah dalam sebuah acara di satu stasiun teve. Akhir pekan ini, Anas (Ketua Fraksi Demokrat di DPR), Andi (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Marzuki Ali (Ketua DPR) akan bertarung di Kongres II Partai Demokrat di Bandung.

Marzuki adalah yang tertua di antara tiga calon bos partai terbesar ini. Usianya 54 tahun. Andi kini 47 tahun, sementara Anas akan berusia 41 pada Juli nanti.

Para calon muda, yaitu Andi dan Anas, sama-sama tercantum di Wikipedia. Tapi hanya si calon termuda, Anas, yang nongol di Twitter dan menulis sejumlah konten blog. Yahoo! Indonesia menemui Anas untuk berbincang-bincang. Ini petikannya.

Yahoo! Indonesia: Sebentar lagi Kongres Partai Demokrat memilih ketua umum. Seberapa besar dukungan terhadap Anda?

Anas Urbaningrum: Melihat acara silaturrahim, kehadiran mereka (pengurus cabang-cabang Partai Demokrat) boleh dibilang tulus dan sukarela. Jika bisa dijaga baik, saya kira dukungan sudah lebih 70 persen. Jadi, sebetulnya, agenda sekarang tinggal menjaga (dukungan itu).

Y!: Putra SBY, Edhie Baskoro, mendukung Andi Mallarangeng.

AU: Itu bagian kompetisi demokratik. Isu utamanya sebenarnya bagaimana memajukan Partai Demokrat. Pilihan Mas Ibas adalah sikap politik yang demokratis yang harus dihargai. Sama juga dengan kader yang lain. Lumrah saja.

Y!: SBY dipersepsikan dominan di Demokrat. Artinya Anda tak didukung presiden?

AU: Sebelum deklarasi, saya sudah sowan ke Pak SBY, boleh dikatakan sebagai mohon izin, mohon doa restu. Beliau memberi izin, mempersilakan maju berkompetisi. Arahan beliau, agar berkompetisi dengan sehat, dewasa, tidak serang-menyerang, tidak kampanye hitam.

Y!: Ketua umum partai itu ngapain sih?

AU: Ketua umum, juga jajaran pengurus, adalah pelaksana manifesto politik dan kebijakan partai yang ditetapkan kongres.

Di lapangan, dibutuhkan kreativitas dan inisiatif (ketua umum) yang membuat partai menjadi lebih hidup, dinamis, lebih komunikatif dengan publik. Salah satu segmen penting tentu segmen anak-anak muda. Komunikasi di segmen ini harus lebih luwes, rileks, substantif, atraktif, tidak ketinggalan isu-isu baru.

Y!: Itukah makanya Anda aktif lagi di Twitter, setelah sempat vakum? Itu benar Anda atau staf lain?

AU: Saya tak punya staf. Twitter saya isi sendiri. Masalahnya adalah membagi waktu dan kesempatan. Twitter, Facebook, dan lainnya, adalah sarana komunikasi yang efektif. Saya juga minta maaf bila tak sempat melihat permintaan berteman di Facebook yang sudah 30 ribu lebih. Jumlah teman saya sudah lima ribu. Sepertinya harus buka fan page saja…

Y!: Kenal internet sejak kapan?

AU: Belum lama, sekitar tujuh tahun terakhir. Email pertama saya di sebuah lembaga, sebelum saya bertugas di Komisi Pemilihan Umum. Saya punya dua email Yahoo! yang saya gunakan lima tahun terakhir ini. (Anas mempersilakan alamat emailnya dipublikasikan: urbaningrum@yahoo.com)

Di internet, saya mengikuti perkembangan berita, browsing. Itu sudah seperti memberi garam ke sayur. Akhirnya jadi tradisi keluarga. Anak-anak saya sudah sangat familiar dengan internet.

Y!: Indonesia cukup bebas dalam hal akses di internet. Sejauh apa kebebasan ini bisa dinikmati?

Anas Urbaningrum dan Syarief Hasan

Sekretaris Sekretariat Gabungan Partai Koalisi, Syarif Hasan, bercanda dengan Anas sebelum rapat koordinasi (14/5). (Antara/Fanny Octavianus)

AU: Menurut saya, setiap bangsa harus punya strategi kebudayaan. Kalau kita punya, maka panduan teknis memudahkan mengantisipasi dampak kurang baik. Kebebasan mengakses di internet tidak bisa ditiadakan. Tapi pemerintah harus mengatur sesuai strategi kebudayaan itu, mana yang kontributif dan mana yang destruktif. Yang destruktif harus direstriksi.

Ini bukan merusak kebebasan, tapi pilihan untuk mengambil jalan yang baik. Mengatur bukan mematikan kebebasan. Kalau tidak diatur, satu isu saja: pornografi, saya kira akan merusak generasi baru yang makin familiar dengan internet. Yang dibaca bukan ilmu, teknologi, informasi, tapi menjadi porno-minded. Bahaya.

Y!: Di rumah, bagaimana melindungi anak-anak Anda dari konten berbahaya di internet?

AU: Anak-anak dikontrol, diajarkan apa yang boleh dan tidak. Diblokir juga, tapi ini urusan istri saya yang lebih canggih soal ini. Kami juga selalu melacak jejak alamat situs yang sudah mereka kunjungi.

Y!: Apakah Anda juga kerap menerima pesan sampah atau tawaran produk langsung ke telepon seluler?

AU: Tiap hari. Dari layanan kartu kredit, keanggotaan hotel, paling sering adalah tawaran investasi. Padahal, entah apa yang mau diinvestasikan.

Nomor hape sepertinya sudah kehilangan privasi.

Saya pikir, dibutuhkan aturan yang makin baik dan lengkap soal hal-hal seperti ini. Ke depan makin kompleks, cara-cara baru makin canggih. Privasi dan etika harus menjadi bagian penting, lalu diterjemahkan menjadi aturan.

Y!: Bicara soal aturan, saat ini ada rancangan peraturan menteri soal konten di internet. Rencananya ada tim yang menyeleksi konten, termasuk konten yang dibuat orang Indonesia sendiri.

AU: Isu nasionalisme penting, termasuk dalam hal konten di internet. Trauma terhadap masa lalu (Orde Baru) makin tak relevan. Hampir mustahil pemerintah mengambil jalan atau cara memperlakukan publik seperti Orde Baru. Lingkungannya saja tak mungkin. Tentu, pemerintah perlu meyakinkan bahwa ini (RPM Konten) bukan dalam rangka kembali ke gaya yang lama, bukan mematikan, bukan membatasi, tapi meregulasi.

Saya punya garis pikiran: pengaturan untuk hal yang baik harus dilakukan. Tugas pemerintah itu. Kalau tidak dijalankan, pemerintah kehilangan fungsinya. ‘Baik’ itu didefinisikan bersama, sehingga pemerintah tak dicurigai.

Y!: Apakah Anda tahu tentang Pesta Blogger?

AU: Saya ingin datang nanti. Kita (=Anas) ini komunitas blogger juga! Dulu, waktu zaman Soekarno, kan pakai surat-menyurat. Sekarang, zamannya beda.

Saya punya blog di http://blog.bunganas.com. Itu isinya dari saya sendiri. Saya juga mulai posting di Politikana.com, ingin mencoba menulis yang lebih ringan. ID saya di situ: urbaningrum.  Baru satu posting. Dari sekian banyak komentar, hal yang bagus adalah: yang mengingatkan (saya) makin banyak. Tapi, konsekuensinya itu dimaki-maki, ya. Dibilang lambat, sombong, tak direspon. Haduh.

Saya masih belajar (membalas komentar dengan efisien). Me-review komentar saja masih dicetak dulu, baru dibaca satu-satu..

Ayo Maju, Maju!

May 17th, 2010 Dodi 623 comments

JAKARTA, 5/5 - PEMBERANGKATAN THOMAS UBER. Pebulutangkis Indonesia Taufik Hidayat (kiri) dari Tim Thomas Indonesia 2010 berjalan untuk mencium bendera Merah Putih pada acara pemberangkatan Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia di Pusat Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (5/5). FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf

Anda mungkin termasuk salah satu dari jutaan orang Indonesia yang terpaku sedih di depan televisi, saat Simon Santoso dipaksa mengakui kehebatan Chen Jin. Pada final Thomas Cup di Kuala Lumpur, Minggu (16/5), tim China mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Indonesia 3-0.

Di masa lalu, bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang membuat kita bangga. Sebagian mungkin ingat saat Susi Susanti menitikkan air mata di Barcelona 1992. Menggantung di lehernya adalah medali emas pertama Indonesia di Olimpiade. Indonesia Raya mengalun.

Kejayaan masa lalu itu, setidaknya hingga saat ini, belum bisa kita ulangi. Kami pun bertanya melalui Yahoo! Answers: Bagaimana memompa prestasi bulu tangkis kita? Jawaban yang masuk menggambarkan antusiasme dan perhatian terhadap cabang olah raga ini. Kurang dari 24 jam, hampir 900 jawaban yang masuk.

Ratusan penjawab mengemukakan ide mereka untuk memompa prestasi bulu tangkis. Ada juga yang mengemukakan harapan, semangat dan dukungan terhadap atlet-atlet nasional bulu tangkis. Sejumlah jawaban masih berandai-andai dengan taktik menghadapi China di final kemarin.

Alex Wenas, seorang penjawab, menekankan fokus anggaran di Pelatnas. Jangan sampai, kata dia, dana tersedot untuk membiayai para pengurus. Di luar bulu tangkis, Alex mendorong pemerintah untuk fokus menyokong cabang olahraga yang mampu berprestasi. “Pemerintah seharusnya menyadari kemampuan atlit kita pada setiap cabang olahraga,” kata Alex.

Penjawab bernama Jalak Putih bahkan memberi jawaban yang sistematis. Ia membagi rencana memajukan bulu tangkis ke empat tahap: rekrutmen, pelatihan, pembinaan, lalu pembenahan organisasi. Masing-masing tahap itu masih ia perinci lagi. Menurut dia, “Pemerintah jangan ragu untuk mendanai bulu tangkis dalam jumlah besar, karena hanya (cabang) ini yang paling sering mengumandangkan Lagu Indonesia Raya. Bandingkan dengan sepakbola yang memakan biaya besar tapi prestasinya nol.”

Ada pula jawaban Rudy, yang menyarankan pemerintah membentuk tim Satgas perekrutan bibit pemain. Ini bukan sekadar meniru Satgas lain yang lagi marak, melainkan menunjukkan betapa pentingnya merekrut bibit baru. Sekarang, kata Rudy, malah beredar kabar bahwa untuk masuk Pelatnas Cipayung harus membayar. “Semoga saja kabar itu tidak benar,” ujarnya.

Ah, masih banyak ide-ide cerdas yang dituangkan komunitas Yahoo! Answers Indonesia di topik itu. Semoga para penjawab ikhlas bila ide mereka dipakai untuk memompa prestasi bulu tangkis kita. Agar medali emas, piala Thomas dan Uber, makin sering singgah ke sini.

Ayo maju, maju!

Selamat Tinggal Parahyangan, Selamat Datang Reinkarnasinya

April 27th, 2010 Dodi 77 comments
Kompas: Kristianto Purnomo

Rangkaian kereta api Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung, tiba di Stasiun Bandung, Senin (26/4/2010) malam. Kereta yang telah beroperasi selama 39 tahun ini akan berhenti beroperasi mulai Selasa (27/4/2010) karena rugi.

Selasa ini, 27 April, adalah hari pertama lenyapnya gerbong bersejarah Parahyangan dari jalur rel Jakarta – Bandung dan sebaliknya. Sehari sebelumnya, KA Parahyangan menuntaskan masa bakti. Riki Mulyadi, 31, menjadi masinis pamungkas operasi 39 tahun kereta api itu. “Campur aduk rasanya,” kata Riki.

Kami di Yahoo! Indonesia bisa merasakan sedihnya para pelanggan setia, juga mereka yang punya nostalgia dengan Parahyangan. Tapi apa daya, pertimbangan PT Kereta Api Indonesia agaknya tak terlalu memperhitungkan nilai nostalgia. Ada hitung-hitungan rupiah yang pasti, tentu. Parahyangan, seperti kita tahu, sudah beberapa tahun terakhir ngos-ngosan digerus perusahaan travel yang memanfaatkan tol Cipularang.

Di Yahoo! Answers, kami melempar pertanyaan: Setujukah Anda dengan dihentikannya pengoperasian KA Parahyangan Bandung-Jakarta? Sebanyak 443 jawaban diperoleh. Ada 352 penjawab yang terang-terangan menyatakan tak setuju, atau 79 persen penjawab. Yang setuju tentu ada pula, jumlahnya 52 penjawab atau 11,7 persen. Sisanya tak menegaskan kesetujuan atau tidak–meski tetap memberikan opininya seputar Parahyangan dan kondisi perkeretaapian kita.

Pendapat Arif, misalnya. Dia mengaku masih kerap melihat Parahyangan penuh di akhir pekan. “Bahkan sampai membeli karcis berdiri,” ujarnya. Kata dia, masih banyak yang membutuhkan kereta api murah itu, seperti mahasiswa asal Jakarta yang berkuliah di Bandung.

Hal sama disoroti juga oleh Rini Maryani. Argumentasinya, banyak penduduk Bandung bekerja di Jakarta, juga anak-anak Jakarta yang merantau ke ITB, Unpad, dan lain-lain. “Gerbong (Parahyangan) akan dipakai untuk KA Malabar (Malang – Bandung Raya). Apa jaminannya jalur Malang-Bandung lebih menguntungkan dibandingkan jalur Jakarta-Bandung?”

Ada pula yang mengkhawatirkan kereta api di Indonesia perlahan punah. Kita tahu, pemerintah menggenjot membangun jalan raya, jalan tol, memakai utang asing, tapi jalur kereta api kita tak kunjung bertambah. Kata Warok S., “Padahal, di negara-negara lain, kereta api justru diprioritaskan.”

“Kebijakan di Indonesia lebih pro terhadap industri otomotif. Untuk mengatasi kendala transportasi, solusinya selalu penambahan ruas jalan,” kata Hansen. Untuk membalik paradigma itu, kata dia, perlu komitmen kuat dari pemimpin tertinggi Indonesia.

Wah, sulit juga.

Kembali ke soal Parahyangan, gerbong-gerbong kereta itu tak lenyap begitu saja. Gerbong bisnisnya, pada jam-jam tertentu, akan ditempel ke deretan KA Argo Gede–yang biasanya khusus eksekutif. Perpaduan Argo Gede – Parahyangan ini akan diberi nama… KA Argo Parahyangan. Kereta baru tapi jadul ini beroperasi mulai Selasa (27/4). Jadwalnya mirip jadwal Parahyangan pula.

Hmm, jadi Parahyangan tak benar-benar dimatikan, kok. Cuma harganya agak ‘disesuaikan’ saja.

Perempuan di Pucuk Pesta Blogger

April 23rd, 2010 Dodi 158 comments

Drg. Irayani Queencyputri sudah ngeblog bahkan sebelum istilah blog populer. Sejak 1998, ia sudah mengutak-atik layanan hosting macam Geocities, Brinkster hingga Netfirms. Pada 2002, ia pindah ke Blogspot. Saat itu pula, istilah blog mulai terdengar, menggantikan ‘hp’ alias homepage.

Rara, demikian ia dikenal, lalu juga terlibat dalam komunitas blog yang bertumbuhan. Ia aktif di forum Blogger Family, komunitas blogger regional Anging Mammiri, juga di geng maya bernama Kampung Gajah.

Baru-baru ini, Rara dipercaya memimpin kepanitiaan Pesta Blogger 2010. Ia didapuk sebagai ‘manusia kursi’: Dia perempuan pertama yang memegang amanat ini–mengubah sebutan chairman di kepanitiaan sebelumnya menjadi chairperson.

Maka, dalam bulan-bulan ke depan, hari-hari Rara akan sangat sibuk. Selain praktek dokter gigi hampir sepanjang pekan dan sepanjang siang, dia bakal pontang-panting mengarahkan tim Pesta Blogger 2010.

Sebelum ia sibuk, Yahoo! Indonesia menyempatkan berbincang dengan Rara.

Yahoo!: Reaksi pertama saat diajak menjadi chairperson Pesta Blogger 2010?
Rara: Dualisme antara merasa seram akan tanggung jawab yang berat, tapi di saat sama, saya gemas ingin membenarkan konsep di Pesta Blogger 2010. Tapi saya pikir, untuk menolong orang yang akan tenggelam, kita harus terjun dan menyeretnya ke pinggir.

Y!: Konsep apakah yang menurut Anda perlu diluruskan itu? Apa ini soal tiket?
R: Ini bukan masalah tiket gratis atau lebih murah, tapi tentu saja soal harga tiket ini akan kami diskusikan juga.

Pesta Blogger selama ini cenderung terlihat komersial. Melihat Pesta Blogger yang hura-hura, kurang menggiring kontribusi dari komunitas blogger berbasis kedaerahan, rasanya jadi miris. Saya ingin Pesta Blogger lebih membumi, lebih rendah hati, agar dinikmati lebih banyak level blogger.

Di sisi lain, saya jujur belum tahu banyak kerja (kepanitiaan) Pesta Blogger selama ini, karena belum pernah menjadi orang dalam alias panitia, atau kerja bareng panitia. Awal Mei, saya akan bertemu dengan tim yang lebih besar. Nanti akan membahas lebih banyak di sana.

Y!: Panitia seperti apa yang Anda inginkan?
R: Yang terpikir saat ini adalah akan merekrut orang baru, tapi tentunya tetap menggandeng yang sudah berpengalaman sebelumnya. (Yaitu) mereka yang bisa dan ingin bekerjasama.

Y!: Jadwal Anda tampaknya sudah cukup padat. Bagaimana membagi waktunya?
R: Saya akan mengikuti alurnya saja. Dulu, di sejumlah acara besar Anging Mammiri, semuanya selalu berdekatan dengan jadwal ujian di klinik. Saya akan menjalani keduanya sebaik mungkin.

Y!: Soal nama Pesta Blogger, apakah akan disesuaikan secara kebahasaan?
R: Pesta Blogger sudah terlanjur menjadi brand. Tapi menurut saya, kemungkinan-kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi. Yang lucu, tiap tahun selalu ada saja yang bertanya, apakah Pesta Blogger khusus untuk pengguna layanan blogger.com, atau bertanya apakah pengguna Wordpress, Multiply, dan lainnya, bisa ikut. Hahaha..

Y!: Sekarang media sosial macam Twitter, Foursquare, dan lainnya, sedang marak. Bagaimana mengadaptasi tren ini ke Pesta Blogger?
R: Sejujurnya, saya punya idealisme bahwa Pesta Blogger mestinya untuk blogger secara khusus, bukan komunitas internet pada umumnya, misalnya para chatters dan online gamers. Hal ini akan saya kemukakan dengan tim untuk dibahas.

Tentang Foursquare, sudah terpikir untuk membuat badge khusus untuk check in di venue! Hehehe..

Y!: Kenapa begitu ‘keukeuh’ dengan semangat blog di Pesta Blogger?
R: Saya ingin mengingatkan, di saat sekolah-sekolah di kota berlomba memberikan fasilitas ini itu, internet gratis, laboratorium internet dan lain-lain, di Tambelan, misalnya, anak-anak SMU hanya bisa belajar teorinya saja, tanpa tahu internet itu bagaimana. (Rara pernah bertugas sebagai pegawai tidak tetap dinas kesehatan di wilayah Kepulauan Tambelan, lepas pantai Kalimantan Barat.)

Sekarang, kita yang dekat dengan teknologi bisa terus terbarukan dengan media-media sosial. Tapi kan ada juga blogger-blogger yang jauh, seperti di Ende, yang tak tersentuh perkembangan itu. Sekarang, ada sesuatu yang secara gradual menghilang, mungkin karena terbanting media sosial.

Y!: Hmm.., bagaimana dengan mereka yang punya blog tapi tak pernah diperbarui lagi?
R: Setidaknya blognya belum dihapus! Hahaha..

Categories: Blog, Komunitas Tags: ,

RT-I: Republik Twitter Indonesia

January 25th, 2010 Dodi 5 comments

Johnny Depp mati. Hoax ini berawal dari daur ulang berita (?) enam tahun lalu yang, hari Minggu kemarin, menyebar begitu cepat. Di ranah media sosial bernama Twitter, tiba-tiba saja “RIP Johnny Depp” menjadi topik ngetren pada hari Minggu kemarin. Bila Anda sempat memperhatikan, penyumbang awal ramainya topik itu adalah tweeps Indonesia.

Itu bukan pertama kali pengguna Twitter Indonesia unjuk gigi. Mungkin Anda ingat bagaimana topik #indonesiaunite bisa diliput media arus utama dunia. Atau seperti belum lama ini, ketika Quraish Shihab muncul di deretan topik terlaris.

Hari itu, situs-situs berita menyiarkan sebuah pondok pesantren yang mengusulkan pengharaman rebonding rambut berdasar sejumlah alasan. Najwa Shihab, putri Quraish, mengomentari usul fatwa itu. Najwa men-tweet, mengutip ayahnya yang ahli tafsir ajaran Islam, “Allah indah dan menyukai keindahan. Selama tidak membawa dampak negatif…, itu boleh.” Tweet Najwa, yang tenar sebagai pembawa acara teve, lalu di-retweet berulang oleh entah berapa ribu warga “Republik Twitter Indonesia”.

Cuitan tweeps Indonesia agaknya tak bisa diremehkan. Inilah kekuatan suara-suara yang tak bisa dipungkiri. Twitter, atau lebih luas lagi ranah maya, telah menjadi saluran suara warga negara yang bangga dengan demokrasinya ini. Mashable baru-baru merilis posisi Indonesia di nomor enam pertumbuhan pengguna Twitter dunia, melebihi Australia, India dan Jepang.

Tapi, keriuhan suara jelas tak berhubungan dengan kebenaran informasi yang disebar beramai-ramai. Contohnya, seperti kita tahu: Johnny Depp masih hidup, dan sangat sehat!

Categories: Budaya, Komunitas Tags: