Top 8 Boys Week 3: Edisi Satria Bergitar

March 11th, 2010 miund No comments

Begitu banyaknya vokalis yang membawa gitar di episode Top 8 Boys di American Idol minggu ini membuat saya berpikir: apa semua orang ingin seberuntung David Cook atau Kris Allen? Dan apakah gitar-gitar ini akan menolong para pria menembus babak berikutnya? Mari kita analisa penampilan para kontestan.

Lee Dewyze
Fireflies by Owl City dibawakannya dengan… standar. Entah apa yang dilihat Randy, Kara dan Simon yang bahkan menyebutnya ‘lebih baik dari versi aslinya’. Ellen? Sepertinya semua positif di matanya, so no comment there.

Alex Lambert
Dengan Trouble dari Ray LaMontagne, Alex Lambert lumayan bersinar minggu inil, walau saya setuju dengan Randy: seharusnya bisa lebih baik. Satu hal: plis, plis, plis potong rambut mas. Vokal brilian jika disertai pengalih perhatian yang cukup jelas terlihat akan membuat kamu kehilangan fans. Holler to American Idol stylists, I believe I’m not alone regarding this issue.

Tim Urban
Minimalisasikan aransemen, gunakan lampu sorot tunggal dan lagu Hallelujah ini akan selalu terdengar ‘agung’. Tapi coba ganti setting-nya dengan pojok kafe yang ramai. Tim Urban takkan bisa menguasai ruangan dengan penampilannya tadi. Memang jauh lebih baik dibanding minggu-minggu sebelumnya, tapi berlebihan kalau sampai Ellen merasa perlu naik panggung dan memeluknya. Kok drama bener ya, jadi ingat acara serupa di TV lokal…

Andrew Garcia
Satu pertanyaan saya: kenapa bagian ‘I’m a genie in a bottle baby’-nya nggak pakai backing vocal aja sih? Entah mengapa, saya kurang suka penampilan Andrew Garcia dengan Genie In A Bottle dari Christina Aguilera minggu ini dan setuju dengan Kara: penampilan terbaik Andrew datang terlalu dini saat ia membawakan Straight Up dari Paula Abdul saat Hollywood Week. Penampilan kurang memuaskan, tapi saya berharap dia tak tereliminasi besok malam.

Casey James
Idola Kara DioGuardi ini membawakan lagu You’ll Think of Me dari Keith Urban. Memang lebih kece dari minggu lalu, tapi apa yang istimewa dari seorang cowok country menyanyikan lagu country? Semoga saat ia pulang ke Texas nanti ada recording company yang menawarinya kontrak. Tapi, tunggu… tampaknya ia takkan pulang begitu cepat. Afterall, the show needs an eye candy. Ingat Constantin Maroulis dari season 4? Suara standar dengan kerlingan mata yang dahsyat bisa saja mengantar si ‘biasa’ ke jajaran top 10.

Aaron Kelly
I’m Already There dari Lonestar dibawakannya dengan power hebat, namun tetap terdengar ‘biasa’ saja. Impian menjadi David Archuletta-nya season 9 ini tampak harus pudar. Tidak jelek, tapi juga tak cukup bagus untuk membuatnya bertahan.

Todrick Hall
Saya yakin Freddie Mercury sudah guling-guling di dalam kuburannya mendengar Todrick Hall membawakan Somebody To love. Aransemen gospel-nya memang menawan hati, tapi bukankah lagu ini akan terdengar lebih indah jika dibawakan ‘naik’ ke atas dan bukan ‘turun’ entah ke mana? Tapi supaya adil, saya setuju dengan Simon Cowell: di antara banyaknya penampilan membosankan malam ini, Todrick membuat penonton –setidaknya- mendengarkan.

Michael Lynche
Michael membawakan This Woman’s Work dari Maxwell. Love it love it love it. Wahai para scriptwriter American Idol, catet nih ya: seharusnya dia yang harus dipeluk Ellen. Kara menangis? Saya kok agak curiga itu sebenarnya tangis lega karena di antara banyaknya semifinalis, akhirnya ada yang bisa mengembalikan kualitas American Idol yang sesungguhnya. Hihihi!

Verdict: Todrick Hall dan mungkin Aaron Kelly akan ada dalam bahaya. Saya berusaha tak memasukkan nama Andy Garcia, tapi dengan penampilannya yang kian menurun… mungkin saja dia harus waspada. Tim Urban? Pelukan dari Ellen mungkin menyita perhatian golongan ABG dan ibu-ibu, jadi saya rasa ia takkan masuk zona ‘gawat’. Tak adil mungkin, but hey, it’s a game!

Stars of The Night: Maaf, malam ini hanya Michael Lynche yang pantas mendapat gelar bintang. Jika ada runner-up, mungkin Alex Lambert yang butuh potong rambut itulah orangnya.

Kesimpulan: Seluruh acara lebih lumayan dibanding episode para wanita di hari sebelumnya, tapi sekali lagi: cukup sudah mellow-mellownya. Boleh kami minta yang agak ‘upbeat’ untuk minggu depan? Terima kasih.

Categories: Blog Tags: ,

Top 8 Girls, Week 3: Gloomy Berat!

March 11th, 2010 miund No comments

Depresi menyaksikan American Idol dengan 8 gadis terpilihnya minggu ini. Aransemen yang 99% downtempo, usaha keras orkestra untuk mengakomodir para kontestan yang ingin tampil akustik dan penampilan para kontestan yang masih ‘rata-rata’ saja menyebabkan saya bertanya-tanya: mengapa American Idol jadi begini? Oh well… setelah tersingkirnya Michelle Delamor dan Haeley Vaughn minggu lalu, mari kita lihat siapa saja yang punya potensi menyusul mereka minggu ini.

Katie Stevens
Breakaway dari Kelly Clarkson terlalu ‘berat’ untuk Katie Stevens. Karaoke banget, walau tidak jelek. Lama-lama saya kasihan sama anak ini. Ribet banget ya, udah dipilih juri, pas tampil dicela terus. Untuk ukuran anak berusia 16 tahun, saya angkat jempol untuk keberaniannya tampil di muka umum. Soal bertahan atau tidak? Mungkin tidak.

Sioban Magnus
Saya nggak suka penampilannya Siobhan Magnus minggu ini. Lagu House of the Rising Sun dari The Animals ini jadi gloomy banget dan agak bikin depresi. Entah mengapa, saya amat tidak setuju dengan Randy, Ellen dan Kara yang tampak tergila-gila dengan penampilan Siobhan. Saya setuju dengan Simon: aneh dan gelap.

Lacey Brown
Tunggu, tiga lagu depresif di awal acara? Kalau acara ini memang bertujuan menipiskan rating, rasanya pas-pas saja. Sungguh aneh pemilihan dan penyusunan lagu malam ini karena amat ingin membuat pemirsa di rumah (setidaknya saya) berganti saluran TV. Lacey Brown dengan The Story dari Brandi Carlile tak berhasil memesona saya. Sori juri, telinga kita agak berbeda season ini tampaknya.

Katelyn Epperly
Menyaksikan penampilan Katelyn Epperly dengan lagu I Feel The Earth Move dari Carole King ini kok saya setuju dengan Simon, ya? Keyboardnya… nggak membantu banyak, malah seperti jadi ‘pemberat’ penampilannya. Rasanya seperti ada di kafe di bilangan Kemang pada pertengahan tahun 90’an. Yang kurang hanya tissue untuk menulis request lagu. Bertahan atau tidak? 50-50.

Didi Benami
Saya sungguh nggak ngerti kenapa para juri gak suka banget sama si Didi ini minggu lalu. Menurut saya tiap penampilannya prima, mengapa selalu dicela dan dicerca? Dan ketika betulan bagus seperti minggu ini, kenapa harus dihubung-hubungkan ke minggu lalu? Simon Cowell tampak ingin menebus kekejamannya minggu lalu dengan pujian melimpah atas interpretasi Didi Benami untuk lagu Rhiannon dari Fleetwood Mac minggu ini.

Paige Miles
Kalau dibilang penampilannya kurang memukau dibanding minggu sebelumnya, saya mengerti. Nggak ada not-not besar dalam penampilan Paige Miles minggu ini, padahal dia bisa melakukannya. Tapi kalau aransemen bossa nova lagu Smile dari Charlie Chaplin itu dibilang mirip ‘lagu di hotel Holiday Inn tahun 1974’, nampaknya berlebihan. Simon meramalkan bahwa Paige takkan bertahan. Saya? Sedih.

Crystal Bowersox
Crystal adalah Adam Lambert-nya season ini, yang saya harap akan seberuntung David Cook untuk menjadi juara. Dari awal konsisten keren, dan makin keren dari minggu ke minggu. Sudahlah, satu tempat sudah direservasikan untuknya di top 10. Pantas kalau kontestan lain tampak ‘tenggelam’, penampilan Crystal dengan gitar listrik untuk lagu Give Me One Reason dari Tracy Chapman amat brilian. Kalau dia nggak masuk top 10, saya akan kehilangan selera menonton AI season 9 ini *lho kok ngancem*.

Lilly Scott
Lilly Scott membawakan lagu lama dan benar-benar tua: I Fall to Pieces dari Patsy Cline. Semua juri memujinya kecuali Simon (seriously man, what is wrong with you this season?). Menurut saya, Lilly bisa jadi satu-satunya pesaing Crystal Bowersox. Akan menarik melihat pertarungan mereka berdua di Idol season ini.

Verdict: Katie Stevens, Katelyn Epperly dan Paige Miles ada dalam bahaya. Saya akan berdoa dalam hati agar Paige Miles diberi kesempatan sekali lagi.

Stars of the Night: Masih dipegang secara konsisten oleh Crystal Bowersox, disusul Lilly Scott dan mungkin Didi Benami bisa jadi kuda hitam dalam kompetisi ini. Maaf, yang terakhir memang agak personal.

Kesimpulan: Keluhan ini itu soal aransemen lagu biasanya saya arahkan pada acara-acara lokal yang serupa. Namun kali ini, saya berdoa agar music director American Idol lebih sensitif dalam menyusun ‘irama’ pertunjukan. Aransemen mendayu-dayu sepanjang show? That’s not very ‘Idol’ to me.

Categories: Blog Tags: ,

Biggest Loser Asia pertama!

March 10th, 2010 isyana 364 comments

Berat awal David Gurnani saat mengikuti kompetisi The Biggest Loser Asia adalah 157 kg. Kini, bobotnya hanya tinggal 74 kg. Penyusutan 83 kg itulah yang membuat ‘King David’ asal Indonesia menjadi Biggest Loser Asia pertama. Ia berhak memenangkan uang USD 100 ribu dollar.

Berikut adalah wawancara eksklusif Yahoo! Indonesia dengan pria berusia 25 tahun ini, pasca-kemenangannya. Atas kemenangannya David mengatakan, “Saya hanya bisa berterimakasih pada Tuhan atas kesempatan menakjubkan ini. Rasanya benar-benar mengagumkan. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya.”

Yahoo! (Y!): Apa yang akan kamu lakukan dengan uang yang kamu menangkan?

David (D): Pertama, saya merencanakan untuk pergi liburan kemudian membeli rumah, karena saya akan menikah pada akhir tahun ini.

Y!: Bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Carlo? Karena kalian berdualah yang membuat serial ini jadi menarik ditonton. Apakah kalian berteman di kehidupan nyata atau…

D: Saya dan Carlo, kami berdua bersaing ketat. Ya, kami saling menjadi benchmark bagi satu sama lain dalam kompetisi ini. Maksudnya, Carlo adalah alasan saya mendorong diri saya lebih keras. Dan saya yakin saya adalah alasan dia berusaha keras. Tapi setelah semua hal ini selesai, Carlo dan saya adalah teman. Kami selalu menjadi teman. Ya, kami berdua pesaing utama, tapi kami selalu berteman.

Y!: Tidak terlihat seperti itu di serialnya.

D: Kami saling mengenal lebih dalam, dan sekarang kami teman baik. Saya yakin kami akan menjadi teman seumur hidup!

Y!: Atau penyuntingan gambar dalam serial ini selalu membuat kalian diposisikan sebagai lawan bagi satu sama lain?

D: Kami memiliki semangat berkompetisi yang tinggi, dan kami sama-sama ingin menang. Kami sama-sama memiliki strategi dan saling bersaing ketat. Selain itu, kami tidak memiliki masalah apa-apa.

Y!: David, kamu secara konsisten, setiap minggu, selalu berada di urutan teratas penyusutan berat badan. Apa yang memotivasimu untuk selalu jadi yang pertama?

D: Dengan kuasa Tuhan, saya berterimakasih pada Tuhan karena bisa mengurangi bobot secara konstan dalam kompetisi. Bahkan ketika saya pulang, dengan izin Tuhan pula, saya bisa terus mengurangi berat yang membuat saya memenangkan kompetisi ini. Kekuatan Tuhanlah yang mendorong saya untuk bisa melalui apa pun. Bahkan saat saya tidak tahu harus ke mana, saat saya merasa lelah. Terima kasih pada Tuhan untuk itu.

Y!: Bagaimana respons tunangan Anda setelah melihat ukuran tubuh terakhir?

D: Dialah yang selama ini selalu mencereweti saya, turunkan, turunkan, turunkan. Dan saya selalu menjawab, iya, iya, iya. Tapi saya tidak pernah bisa menurunkan berat ini sendirian. Jadi dia sangat gembira karena saya berhasil menurunkan banyak bobot.

Y!: Masakan Indonesia apa yang paling sulit, paling berat kamu tinggalkan saat mengikuti program ini?

D: Saya mencintai nasi padang. Selama lima bulan terakhir, saya sama sekali tidak makan nasi padang. Jadi saat saya kembali ke Jakarta nanti, saya akan menikmati sepiring kecil nasi padang. Biasanya saya makan 3-4 piring.

Y!: Dalam tim, Anda selalu diposisikan sebagai pemimpin. Anda secara alami menjadi pemimpin. Melihat balik, apakah ada keputusan-keputusan yang ingin Anda ubah? Misalnya saat Anda harus memilih antara mengeliminasi Kevin atau Martha?

D: Tidak ada satu momen pun yang saya sesali. Maksud saya, mengeliminasi Kevin bukanlah sesuatu yang personal. Itu sekadar strategi permainan. Dan tentu saja, kesetiaan saya pada bekas anggota tim biru sangat kuat. Jadi, tidak ada keputusan yang saya sesali.

Y!: Ada pesan untuk para pelatih?

D: Dave Nuku adalah saudara saya dari ibu yang berbeda. Dia benar-benar orang yang mengagumkan. Kami menjadi teman dekat, atau malah seperti keluarga. Kristy (Curtis) juga orang yang hebat. Meski berbeda, mereka orang yang hebat. Saya hanya berterima kasih pada Tuhan karena sudah mengirimkan dua orang ini untuk membantu mengubah hidup saya.

Y!: Carlo bilang, dia melihatmu, dan dia langsung tahu bahwa dia sudah kalah. Apa perbedaan utama antara kamu dan Carlo?

D: Kami melakukan latihan yang kurang lebih sama. Keuntungan saya adalah saya bisa mengambil izin tiga bulan lagi dari pekerjaan saya. Saya punya boss yang bermurah hati untuk memberi izin itu, sehingga saya bisa lebih berkonsentrasi untuk berlatih. Saya bisa berlatih 10-12 jam sehari, sementara Carlo tetap bekerja. Ia akan memiliki bayi dan ia harus membiayai keluarganya. Carlo hanya bisa berlatih 4 jam sehari. Jadi semuanya tergantung pada jam latihan. Carlo adalah pesaing tangguh. Saya menghormati dia sebagai competitor. Saya yakin, dengan jam latihan yang lebih banyak, hasilnya akan berbeda.

Y!: Bagaimana kamu bisa berlatih 10-12 jam per hari? Apakah ada orang-orang yang memotivasimu?

D: Saya beruntung memiliki keluarga yang sangat besar. Merekalah yang memotivasi saya. Dan kekuatan Tuhan selalu membantu saya mampu melewati apa pun.

Categories: Berita, Wawancara Tags:

Johar dan kebebasan berekspresi IDC

March 10th, 2010 smitty 20 comments

Semuanya berawal waktu saya minta saran dari Pontus, Direktur Yahoo! Indonesia, siapa kira-kira yang cocok jadi juri untuk Yahoo! Open Hack Day pertama di Asia Tenggara yang berlangsung di Jakarta. Pontus pun menyebut nama Johar Alam – pendiri IDC Indonesia .

Keunikan identitas IDC dari sebagian besar penyedia layanan server lainnya, sudah bisa terbaca dari slogan mereka: IDC Indonesia the First Neutral Data Center in Indonesia.

Awalnya, pernyataan “pusat data netral pertama di Indonesia” mungkin terdengar biasa saja. Tetapi, dari pengalaman saya, IDC adalah yang pertama di dunia.

Foto di atas bisa saja diambil dari banyak pusat data lainnya di berbagai belahan dunia. Ada yang berpendapat bahwa rak itu terlihat berantakan dan butuh dirapikan. Apapun penilaian Anda, foto ini tidak bisa sepenuhnya menggambarkan apa yang sedang Anda lihat.

Foto itu menunjukkan bahwa setiap penyedia jasa internet di Indonesia terhubung antarrak. Semuanya tercolok ke semacam sakelar gigabit yang masuk ke tulang punggung IDC. Tanpa peering arrangements, kontrak, atau hal-hal aneh – internet Indonesia tergabung jadi satu. Dan Johar berada di belakang semua ini.

Saya tidak menyadari situasi ini (dan dampaknya) sampai saat saya menyaksikan sendiri fenomena pengkabelan ini di kantor lama IDC. Kebanyakan para geek internet akan berdecak, memikirkan bagaimana Johar melakukannya. Sampai sekarang, saya masih tidak habis pikir.
Kemudian saya menghabiskan lebih banyak waktu bersama Johar di IDC. Dari situ saya menyadari, sikap keterbukaan yang khas Indonesia ada di segala hal yang Johar lakukan -  termasuk dengan apa yang terjadi di IDC. Johar sangat percaya pada kebebasan ekspresi dan internet lokal. Akses Indonesia terhadap internet, menurut Johar, adalah hal terpenting dari kebebasan berekspresi.

Berkunjung ke IDC memungkinkan Anda untuk merasakan keramahan khas Indonesia dari Johar dan istrinya, serta kultur kebebasan di IDC. Sekarang saya sudah cukup sering ke sana untuk menjadi terbiasa.

Saya menitipkan pesan pada resepsionis agar menyampaikan pada Johar bahwa saya sudah datang. Lalu saya ke ruang pertemuan, menuangkan teh, dan log-in ke koneksi wi-fi gratis di IDC. Tak butuh password, karena itu akan sangat berlawanan dengan ‘kebebasan’ IDC.

Biasanya saya akan langsung mengecek surel. Saat saya ingin merokok, maka saya akan mengisapnya sembari menunggu Johar. Anda boleh merokok di ruang pertemuan itu karena Johar juga merokok. Tapi yang lebih penting, mencegah orang lain merokok adalah hal yang bukan Indonesia.

Sebulan lalu, dalam salah satu kunjungan regular saya ke IDC, Johar bilang dia ingin menunjukkan sesuatu pada saya dan Pontus. Kata Johar, ini rahasia. Jangan ceritakan pada siapa-siapa. Bekerja untuk Yahoo!, saya terbiasa menjaga rahasia. Jadi permintaan Johar bukanlah hal aneh. Diminta menjaga rahasia berarti saya diizinkan melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat banyak orang. Itulah yang terjadi.

Pontus dan saya bergegas ke ruangan presentasi IDC yang besar dengan Johar dan istrinya. Johar meredupkan lampu, menuangkan teh untuk semua orang, dan memasang sebuah film dari komputer jinjingnya.

Sebenarnya saya belum mengerti apa yang saat itu saya lihat. Beberapa nama musim disebutkan, ada juga tentang ekspresi diri, dan musik yang menghentak, berpadu dengan warna-warna psikedelia. Saya penasaran dan sedikit heran. Saya kenal Johar, sehingga saya tahu ini adalah rencananya. Pontus pun terlihat sama bingungnya seperti saya.

Lampu kembali menyala. Johar terlihat bangga pada dirinya sendiri. Saya pun menanyakan sesuatu yang, saya yakin, sudah diantisipasi oleh Johar. “Apa itu?”

“Itu tadi,” kata Johar – “adalah IDC yang baru!”

Barulah saya sadar -  barusan kami melihat gambar-gambar yang akan jadi dekorasi baru IDC. Bayangkan jika Tim Burton dan Johnny Depp mendekorasi sebuah pusat data menggunakan warna-warna yang terinspirasi oleh empat musim dan sebuah masa yang lebih bebas.
Saya tertegun, tapi saya mengerti -  Johar tidak hanya menginginkan sebuah pusat data yang secara teknis bebas, tapi juga membuat sebuah kantor pusat data mencerminkan nilai-nilai itu.

Saya – Michael Smitty :-D

IDC yang baru masih dalam proses – baru dua dari empat musim yang selesai dibangun – tapi saya tidak sabar menunggu kantor itu selesai. Saya salut pada kegigihan Johar untuk tidak hanya membangun masa depan cerah untuk internet di Indonesia, tapi juga untuk menciptakan sebuah pusat data yang berwarna ceria. Tunggu saja event pertama Yahoo! dari IDC yang baru.

Baru-baru ini saya mengelilingi kantor IDC yang masih dibangun. Ada beberapa foto yang saya ambil, di antaranya:

Paling kiri adalah Johar Alam, di tengah adalah (indoweb), dan paling kanan adalah Jimmi Kembaren, karyawan terbaru Yahoo! Indonesia. Di sela-sela waktunya, Juny Maimun sibuk membangun Indoweb – konsumen terbesar dari bandwith internal Indonesia.

Foto-foto lain dari kantor IDC baru, cek di flickr ini: http://www.flickr.com/photos/dreampipe/sets/72157623530268726/

[Diterjemahkan oleh Isyana]

Categories: Developer, Komunitas Tags:

Top 10 Boys Performances

March 4th, 2010 miund 1 comment


*tarik nafas*

Sepanjang sejarah American Idol, belum pernah saya sebosan ini menonton penampilan para kontestan di babak-babak awal. Mengapa? Mungkin bisa dilihat dari pembahasan berikut:

Michael Lynche
Standing ovation dari Randy Jackson memang pantas didapatkan Michael Lynche. Bukan bermaksud stereotyping, namun karakter suara R&B memang tak pernah bisa dibohongi. Toh keluar dari zona nyaman bukan berarti keluar dari karakter. “It’s A Man’s, Man’s, Man’s World” dari James Brown membuat Mike dihujani pujian oleh para juri. Saya yakin Lynche akan bertahan minggu depan.

John Park
Sungguh heran mengapa para juri nggak suka sama penampilan John Park dengan “Gravity” dari John Mayer minggu ini. Tapi tunggu deh, John siapa? Nyanyi lagu siapa? Eng… udah lupa tuh.

Casey James
Casey James tampil dengan “I Don’t Want To Be” dari Gavin DeGraw. Randy suka. Ellen suka. Kara mundur dua langkah. Simon bilang James tampil seperti penyanyi bar. Saya? Gak suka. Ini kompetisi menyanyi, bukan mencari jagoan Guitar Hero. Jadi, saya terpaksa setuju dengan Kara dan Simon. Biasa banget!

Alex Lambert
Minggu ini saya suka sekali sama Alex Lambert. Karakter suaranya bener-bener kelihatan di lagu “Everybody Knows” ini, tak seperti minggu lalu. Dia juga tak repot meniru-niru John Legend yang suaranya amat distinctive itu. Tapi, apa ada yang punya gunting? Sumpah nggak tahan lihat mullet nya.

Todrick Hall
Pitchy, pitchy, pitchy and I don’t mean to be bitchy, tapi Tina Turner akan mengelus dada mendengar “What’s Love Got To Do With It” tanpa power, dan diubah semena-mena oleh Todrick Hall. Satu hal yang saya khawatirkan: kalau dia menuruti nasihat Ellen untuk ‘bergoyang’, apa kita akan melihat salto-saltoan minggu depan?

Jermaine Sellers
Simon bilang Sellers melemahkan lagu “What’s Going On” dari Marvin Gaye ini, Randy juga kurang suka. Tapi menurut saya… versi Sellers ini ‘smooth’ berat. Sekali lagi, Sellers tampil sebagai kontestan dengan penampilan terkece. It’s all about swagger. Sayang jika ia tersingkir minggu depan, karena kontestan lain bisa belajar banyak soal gaya darinya. Brilliant moment: sepertinya baru Sellers yang berani bertanya ‘What should I sing next week?’

Andrew Garcia
“You Give Me Something” dari James Morrison adalah lagu yang terlalu aman untuk suara sekelas Andrew Garcia. Setuju dengan Kara, dia masih bisa berbuat lebih. Tapi harus diberi jempol lah, karena melepas gitar itu nggak mudah bagi sebagian performer. Semoga dia tak tereliminasi. Tapi melihat para peserta sebelumnya… nampaknya Garcia akan bertahan. But who knows?

Aaron Kelly
Saya gak ngerti kenapa Simon bilang penampilan Aaron Kelly ini kuno. Jelas-jelas yang dibawakan memang lagu klasik ‘My Girl’ dari The Temptations. Tentang opsi pengubahan aransemen… ah, apalah artinya pendapat anak usia 16 tahun dibanding mereka yang berkuasa di balik band set? Tapi coba kita lihat minggu depan, karena saya pikir dia akan bertahan.

Tim Urban
Come On Get Higher dari Matt Nathanson dibawakan manis oleh Tim Urban, sayang dia tetap gagal merebut hati saya. Biasa banget. Simon benar, ini kemajuan dibanding minggu lalu yang berantakan, tapi saya tetap ingin dia pulang saja. Yang lain lebih layak bertahan, sepertinya.

Lee DeWyze
Tanpa gitar, tak mengecewakan, disukai para juri, tapi… mengapa saya tak terlalu suka ya? Lips Of An Angel dari Hinder terdengar tawar. Kemungkinan besar bertahan. Lalu, apa lagi ya? Itu saja sepertinya ya? (Benar-benar kehabisan bahan bahasan).

Verdict: Berita buruk akan diterima Tim Urban, John Park dan Todrick Hall. Casey terlalu ‘eye candy’ untuk secepat itu tereliminasi, sementara Jermaine Sellers mungkin punya fan-base sendiri dari kalangan penyuka R&B. Itu juga bila suara para pemilih tidak tersedot habis untuk Michael Lynche.

Stars of The Night: Michael Lynche dan Alex Lambert, walau belum setara Danny Gokey atau Adam Lambert dari season sebelumnya.

Kesimpulan: Tontonan tadinya adalah alternatif dari siaran langsung sidang paripurna DPR yang bikin stress. Tapi makin ditonton kok makin depresi ya? Semoga para kontestan wanita tampil lebih kece besok malam walau sejujurnya saya pesimis.

Categories: Blog Tags: ,

Rangkuman peristiwa di bulan Feruari 2010

March 2nd, 2010 Heriyanto No comments

Bulan Februari kali ini istimewa. Hari Valentine datang bertepatan dengan Tahun Macan 2010. Ada atmosfer kasih sayang sekaligus rasa optimis yang terbaca dari Pencarian Populer selama bulan ini. Ada kegembiraan yang dirasakan Nirina Zubir dan Sheila Marcia yang melahirkan buah cinta mereka. Pernikahan Tamara Bleszynski dengan Mike Lewis. Pun Dian Sastrowardoyo dan Nia Ramadhani yang berencana melenggang ke jenjang pernikahan. Jennifer Dunn yang tersandung kasus narkoba juga sempat dikabarkan menjalin asmara dengan kuasa hukumnya. Bahkan, hubungan Angelina Jolie dengan Brad Pitt kembali mesra kendati dikabarkan akan berpisah. Tak ketinggalan Robert Pattinson yang makin dekat dengan Kristen Stewart, lawan mainnya di Twilight.

Bulan ini juga diwarnai dengan penolakan terhadap RPM Konten yang melibatkan Menkominfo Tifatul Sembiring, perdebatan RUU Nikah Siri yang selalu kontroversial, pengusutan kasus Bank Century yang melibatkan Boediono dan Sri Mulyani tak kunjung tuntas, Antasari Azhar dijatuhi hukuman mati dan munculnya ormas Nasional Demokrat yang didirikan oleh para politikus. Sedangkan di ranah dunia maya, ada kehebohan di Twitter karena pernyataan Mario Teguh, ditambah munculnya Marsha pelajar SMA yang memaki dan dimaki di layanan kicauan 140 karakter ini.

Dari dunia olahraga, bulan ini merupakan bulan yang menggairahkan. Lapangan hijau sepakbola diramaikan dengan berbagai pertandingan. Inter Milan besutan Jose Mourinho memiliki poin terbanyak di klasemen sementara Liga Italia. Manchester United masih teratas di Liga Inggris. Barcelona tetap memimpin di Liga Spanyol. Liga Champions pun sudah makin memanas. Sementara di tanah air, Arema menduduki puncak klasemen. Di cabang olahraga lainnya, Tiger Woods meminta maaf di depan publik, Maria Sharapova bertanding di Bali, Valentino Rossi tetap dijagokan di MotoGP dan kompetisi jet darat F1 sudah kembali menghangat.

Categories: Produk Tags:

Layanan Yahoo! di The Huffington Post

February 22nd, 2010 isyana 4 comments

The Huffington Post mengumumkan integrasinya dengan beragam layanan Yahoo!. Anda juga bisa menambahkan layanan-layanan ini pada halaman situs Anda.

OpenID + OAuth (“Hybrid Auth”)

Hybrid Auth memungkinkan para pengguna untuk masuk ke situs Anda menggunakan ID Yahoo! mereka. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot membangun serta menjaga arus registrasi dan autentikasi. Proses ini juga memudahkan pengguna Anda. Mereka tidak harus membuat akun baru dan bisa langsung memindahkan berbagai koneksi sosial yang telah mereka miliki ke situs Anda menggunakan penyedia Hybrid Auth.

Sebagai bonus, Hybrid Auth disusun menggunakan standar terbuka (open standards), seperti telah dideskripsikan secara mendalam oleh Allen Tom di YDN Breaking News: Yahoo! OpenID on Huffington Post. OpenID akan menangani sisi autentikasi dalam Hybrid Auth, sementara OAuth digunakan untuk memberi autorisasi akses data. Praktisnya, para pengguna dapat memberi akses pada data mereka saat masih terdaftar.

Anda bisa mencari tahu tentang penggunaan layanan ini dengan Yahoo! lewat dokumentasi YDN untuk OpenID dan OAuth. Berbagai informasi, komunitas, dan perpustakaan klien juga bisa dilihat pada situs-situs OpenID dan OAuth. Proyek openid_oauth_hybrid_app di YDN Github repository memiliki beberapa sampel kode untuk mendemonstrasikan penerapan Hybrid Auth.

Updates API

Updates API Yahoo! memungkinkan Anda untuk menerbitkan notifikasi pada stream event Yahoo! Anda bisa melihatnya di The Huffington Post setelah memberi komentar pada sebuah post.

Gambar diambil dari: YDN

Untuk mencoba: bukalah laman The Huffington Post, masuk menggunakan ID Yahoo!, tulis komentar pada sebuah berita (pastikan boks “Post to Yahoo!” di bawah area komentar sudah tercentang), lalu kunjungi profiles.yahoo.com. Pemberitahuan pun akan muncul di umpan (feed) Updates di bawah foto profil Anda.

Dapatkan informasi mendalam tentang Updates API di YDN documentation. YDN juga memiliki contoh kode pada akun Github untuk menerbitkan update bergambar, seperti yang dilakukan The Huffington Post dan Meebo.

Social Directory APIs

Setelah izin akses diberikan, Hybrid Auth dapat memperoleh nama, alamat email, URL foto profil, dan jenis kelamin pengguna. Jika Anda menambahkan akses data Profil pada daftar API yang bisa diakses lewat kunci OAuth, data lain dari profil pengguna juga bisa langsung dipindahkan. Pengguna juga tidak perlu memasukkan atau menduplikasi profilnya di dua laman berbeda. Anda bisa melihat data profil Yahoo! pada situs The Huffington Post saat mengunjungi huffingtonpost.com. Masuklah menggunakan ID Yahoo!, lalu klik bagian nama pada teks “Selamat datang {nama Anda}” tepat di bawah header The Huffington Post.

Gambar diambil dari: YDN

Lebih jauh tentang Social Directory APIs, serta bagaimana Anda dapat meminta data, bisa dilihat lewat dokumentasi YDN. Atau, lihat contoh kode yang mendemonstrasikan penarikan data dari proyek Github YDN Async(hronous) Profile Fetch.

Platform Aplikasi Yahoo!

Berinteraksilah dengan para pengguna di jaringan Yahoo! menggunakan Yahoo! Application Platform (YAP). Pengguna bisa memasang aplikasi ini pada halaman utama Yahoo! dan di akun My Yahoo!. The Huffington Post juga sudah memromosikan aplikasi YAP (http://apps.yahoo.com/-AIjuiA4o/) dengan baik. Sebuah tautan ke aplikasi tersebut mereka sediakan pada bagian registrasi di situs. Jika Anda belum memasang aplikasi The Huffington Post pada halaman situs, maka tautan untuk memasang aplikasi tersebut bisa Anda temukan di bagian atas aplikasi, setelah Anda mengklik tautan tadi. Pada halaman utama Yahoo!, aplikasi akan terpasang di kolom sebelah kiri. Klik setiap menu untuk menjalankan aplikasi secara langsung di halaman yang sama.

Gambar diambil dari: YDN

Lebih jauh tentang Yahoo! Application Platform ada di dokumentasi YDN YAP. Beberapa contoh kode untuk membuat set tab AJAX dengan ukuran kecil untuk YAP bisa Anda lihat di akun Github YDN.

Erik Eldridge (@erikeldridge)
Yahoo! Developer Network

Categories: Developer, Kemitraan, Produk Tags:

Nyaringnya kicauan dunia maya

February 19th, 2010 isyana 15 comments

Jejaring media sosial di Indonesia sekali lagi membuktikan betapa kuat ia mampu berbuat.

Saat Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Kominfo tentang Konten Multimedia, kicauan maya yang menyuarakan penolakan atas peraturan tersebut pun riuh bersahutan.

Melalui situs jejaring informasi Twitter, tweeps Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan potensi terjadinya pembatasan ekspresi ketika RPM Konten tersebut mulai berlaku. Mereka berkicau dengan menambahkan topik #tolakrpmkonten sebelum dikirimkan pada akun Twitter resmi milik Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.

Keriuhan ini pun kemudian terdengar oleh harian nasional terbesar Indonesia, Kompas, yang menjadikan penolakan atas RPM Konten tersebut sebagai headline pada 18 Februari 2010 lalu. Sebelumnya, media nasional lainnya, seperti Tempo lewat situs Tempo Interaktif pada 13 Februari 2010  juga sudah memberitakan lebih dulu. Harian Jakarta Globe pun menurunkan empat tulisan berbeda dan satu editorial khusus membahas keberadaan Rancangan Peraturan ini.

Situs berita Detikcom mengutip kritik dari praktisi teknologi informasi Onno W Purbo.  Vivanews memilih memasukkan dua poin keberatan dari Andrew Darwis, Chief Technology Officer sekaligus pendiri forum daring Kaskus, atas keberadaan Rancangan Peraturan ini.

Tak hanya media dan praktisi teknologi informasi, lembaga negara Mahkamah Konstitusi pun ikut urun kritik. Ketua MK Mahfud Md menilai penggunaan Peraturan Menteri tidak tepat untuk mengatur soal  kebebasan berbicara. Hanya peraturan tingkat undang-undang yang punya kekuatan itu. Pertanyaan juga datang dari kalangan DPR soal wilayah pengaturan dan sanksi Peraturan Menteri.

Asosiasi Warung Internet IndonesiaAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, situs berita Vivanews, LBH Pers, serta perwakilan blogger dari berbagai komunitas berbeda seperti Politikana dan Kompasiana, termasuk yang ikut menolak RPM Konten.

Materi lain  yang sering di-tweet ulang (re-tweet) oleh tweeps Indonesia sebagai alasan penolakan terhadap RPM Konten adalah tulisan pengacara Ari Juliano di situs komunitas Politikana.

Semuanya bermula ketika situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan siaran pers tertanggal 11 Februari 2010 tentang sikap resmi mereka “dalam menyikapi peningkatan maraknya penyalahgunaan layanan internet.”

Poin utama dalam pernyataan sikap tertulis itu terdapat di bagian tengah, bahwa Kementerian Kominfo menginformasikan keberadaan RPM Konten. Lewat RPM Konten, penyelenggara jasa multimedia dilarang untuk mendistribusikan, mentransmisikan, atau memungkinkan pengguna internet mengakses materi multimedia yang, menurut undang-undang, mengandung unsur pornografi atau melanggar kesusilaan.

Inilah yang dilihat oleh pengguna internet di Indonesia sebagai upaya represi atas kebebasan informasi di dunia maya. Alasannya, tidak ada pendefinisian jelas atas apa yang dimaksud dengan konten yang mengandung unsur pornografi tersebut.

Unsur pornografi bukan satu-satunya yang nanti akan dilarang muncul lewat RPM Konten. Penyelenggara jasa multimedia juga dilarang mendistribusikan konten perjudian, hal-hal yang menyinggung SARA, serta muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.

Konsekuensinya, penyelenggara bertanggungjawab mengecek serta menyaring berbagai muatan informasi dari pengguna internet, yang muncul di situs layanan mereka. Terhadap kewajiban ini, Andrew Darwis merasa bahwa sebagai penyelenggara dia akan kewalahan untuk mengimbangi air bah informasi yang mengalir setiap detiknya. Bayangkan saja betapa masif kuantitas informasi yang harus disaring jika setiap harinya ada 600 ribu orang yang mampir ke Kaskus.  Aliansi Jurnalis Independen pun ikut mengkhawatirkan keberadaan RPM Konten ini sebagai sebuah upaya membatasi kebebasan pers.

Belum cukup dengan pelarangan itu, Kementerian Kominfo pun akan membentuk sebuah Tim Konten Multimedia berisi 30 orang. Tim yang anggotanya dipilih oleh Menteri ini akan dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal. Komposisi anggota tim, 50:50 antara unsur pemerintah dan kalangan profesional atau ahli. Tim inilah yang nantinya bertugas melakukan pemeriksaan atas laporan dari masyarakat tentang konten yang dianggap bermasalah.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto pun memberi tanggapan atas kerasnya penolakan dari berbagai kalangan akan RPM Konten ini. Dalam sebuah jumpa pers, dia mencoba meredakan ketegangan  dengan mengatakan seluruh masukan dan tanggapan dari masyarakat yang muncul saat periode uji publik akan dikaji sebagai bahan perbaikan.

Harian berbahasa Inggris The Jakarta Post kemudian mengutip pernyataan Gatot, “I assure you…we will not go ahead with the current concept for the planned regulation.” Ia sempat menerima tanggapan dari publik lewat alamat surel gatot_b@postel.go.id. Sekjen Kominfo Basuki Yusuf Iskandar juga mencoba meyakinkan bahwa RPM Konten ini masih akan dibahas oleh staf internal Kementerian Kominfo sampai sebulan ke depan.

Karena sedang berada di Eropa, tak terdengar kicauan dari sudut milik Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. Meski begitu, Wakil Pemred Anteve Uni Lubis sempat men-tweet pesan pendek yang ia terima dari Tifatul, bunyinya: “SMS Menkominfo: Blm baca RPM Konten. Dan kalau isinya mengekang kebebasan berekspresi akan saya coret itu RPM ;-) ”. Selengkapnya pesan pendek yang diterima Uni pun kemudian dimuat situs berita Vivanews, berikut rencana Tifatul membatalkan pengesahan RPM Konten tersebut. Tifatul juga menyampaikan pembatalan RPM Konten tersebut, dengan alasan membelenggu pers, ke Kompas.

(Meski Tifatul sempat mengklaim ia belum membaca RPM Konten, narablog Herman Saksono mencatat bahwa Menkominfo pernah menyampaikan manfaat keberadaan peraturan tersebut pada BBC Indonesia, beberapa hari sebelumnya)

Presiden SBY pun sampai merasa harus ikut berkomentar tentang isu yang ia anggap “melebar ke sana kemari”. Setidaknya, dari komentar SBY, ia menangkap kekhawatiran pengguna internet akan adanya kemungkinan pembatasan kebebasan berbicara. Bahkan secara eksplisit, Presiden meminta para menteri-menterinya untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, agar tidak menimbulkan salah persepsi.

Ada beberapa hal yang menarik dicatat dari gelombang penolakan terhadap RPM Konten ini. Pertama, adalah pada sosok Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. Dengan latar belakangnya sebagai petinggi Partai Keadilan Sejahtera, ia dilihat seakan sebagai sosok pemimpin agama yang sedang berusaha ‘memurnikan’ internet nan majemuk. Penulis, serta editor majalah Madina dan situs RumahFilm Hikmat Darmawan, dalam blog pribadinya, mencoba menarik hubungan antara latar belakang Tifatul dan pendekatan ‘kepanikan’ sang Menteri saat harus berhadapan dengan perangkat dan norma digital itu.

Kedua, dan yang terpenting, adalah masyarakat Indonesia yang pernah hidup dalam era keterbelengguan informasi kini tegas-tegas menolak untuk kembali pada situasi itu.

Mereka menyadari betul makna dan harga kebebasan berbicara, serta sejauh mana mereka bersedia bergerak untuk membela kepentingan asasi tersebut. Apalagi sekarang, pada masa jejaring media sosial dan aktivisme internet sudah memberi bukti, bahwa yang ‘maya’ bisa menghasilkan kekuatan nyata. Bahwa ranah yang kerap disebut ‘maya’ itu kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari yang dianggap lebih nyata.

Anda tentu masih ingat akan petisi Facebook yang mendukung pembebasan penahanan dua Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, serta gerakan koin untuk membantu pembayaran denda atas kasus yang menimpa Prita Mulyasari, dan betapa tak ada lagi batas jelas antara yang ‘maya’ dan nyata.

Committee to Protect Journalist dalam laporan tahunannya di Tokyo, baru-baru ini juga menyoroti bagaimana media baru, dalam bentuk petisi daring, tweet dan mekanisme re-tweet, serta blog, bisa membantu melawan represi. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Iran.

Menurut Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon, “saat Anda bisa membuat blogosfer ‘berdengung’, atau Anda bisa membuat orang men-tweet ulang, atau menandatangani petisi dan menyampaikan informasi lewat jaringan sosial, maka Anda bisa mendapat perhatian dari media arus utama, sehingga itu dapat membangun groundswell (pengumpulan opini publik dalam waktu singkat) dan memengaruhi pemerintah.”

Dengan contoh terbaru, yaitu respons Menkominfo Tifatul Sembiring atas kesiapannya mencoret RPM Konten, sepertinya inilah yang kini (dan akan terus) terjadi di Indonesia. Bahwa gerakan jaringan media sosial daring yang cukup signifikan akan mendapat perhatian media arus utama, sehingga mampu mengubah posisi pemerintah.

ilustrasi diambil dari Mim milik Lantip

Categories: Berita, Komunitas Tags: , ,

Empat Puisi Cinta Di Hari Kasih Sayang

February 14th, 2010 Bangwin 22 comments

Hampir 160 buah komentar yang masuk menanggapi blog post Puisi Cinta, dan kebanyakan dari pengirim langsung menuliskan puisi-puisi cinta mereka pada badan komentar di bawah posting tersebut. Terima kasih buat kiriman puisi Anda…:-)

Dari seluruh komentar berisi puisi yang masuk, di antaranya ada 26 yang mengirimkan link dari halaman Yahoo! Mim mereka yang tentunya berisi Puisi Cinta juga. Perlu saya informasikan, berdasarkan blog post sebelumnya, ya 26 link inilah yang memenuhi syarat untuk kami pilih untuk kemudian empat puisi dari 26 puisi cinta tersebut akan kami pasang di halaman depan Yahoo! Indonesia.

Setelah berkutat beberapa jam, maka kami akhirnya memilih empat buah puisi cinta tersebut, yaitu:

1. Puisi yang berjudul “Ibu” yang dikirim oleh Bibidapieksis

2. Puisi yang berjudul “Untukmu” yang dikirim oleh prigeLisa

3. Puisi yang berjudul “Demi Cinta” yang dikirim oleh Silvia Ratna Juwita

4. Puisi yang berjudul “Sayang, Kau Dimana?” yang dikirim oleh Aang Arwani Aminuloh

Selamat dan simak di halaman depan Yahoo! Indonesia dalam beberapa hari ke depan, maka seluruh dunia akan bisa membaca Puisi Cinta Anda…:-)

Rangkuman peristiwa di bulan Januari 2010

February 11th, 2010 Heriyanto No comments

Negara Indonesia merupakan negara hukum. Apakah itu berarti hukum berdiri tegak di tanah air? Justru sebaliknya. Dari Pencarian Populer selama bulan Januari, banyak tokoh politik maupun selebritis yang berurusan dengan aparat hukum, melanggar hukum maupun sedang menjalani masa hukuman.

Dari dunia politik tersebut nama Antasari Azhar, Boediono dan Sri Mulyani. Sedangkan dari dunia hiburan muncul Pasha Ungu yang terlibat kasus pemukulan,  perceraian Krisdayanti dengan Anang Hermansyah yang berlarut-larut, persidangan Jennifer Dunn, Hanung Bramantyo yang dituding melarikan uang film, dan perkara Manohara Odelia Pinot yang tak kunjung berakhir. Tak lupa Artalyta Suryani yang menjalani masa hukuman di sel mewah yang sangat nyaman.

Bila perangkat hukum tak berjalan dengan semestinya, main hakim pun tak terelakkan. Seperti yang terkait dengan Bonek yang meresahkan masyarakat dan mencoreng citra dunia sepakbola. Begitu pula tak amannya sistem perbankan nasional dengan adanya Pembobolan ATM, selain Bank Century yang makin rumit persidangannya.

Ramainya masalah hukum di tanah air rupanya lebih menyita perhatian pengguna Yahoo! Search Indonesia ketimbang bencana Gempa Haiti yang terjadi di medio Januari.

Categories: Produk Tags: